GET! Focus: All About My “Sweet” Family

Posted: 20 August 2009 by Christo in GET! Magz, Vol 1. Juni 2008 Family

Oleh: Ev. Freda Adjan (truelove_freda@yahoo.com.my)

Aku lahir dari sebuah keluarga, keluargaku dimulai dari ayah dan ibuku, mereka datang dari keluarganya masing-masing,

Kemudian mereka membentuk keluarga baru dimana aku lahir dan kini menjadi bagian dari keluarga kami.

Itulah awal dari cerita setiap orang, karena semua manusia di dunia ini berasal dari satu keluarga, dan keluarga dibangun melalui laki-laki dan perempuan.

Keluarga dimulai dari SUAMI, ISTRI

  1. Keluarga adalah Rancangan Allah. Allah sendiri yang membentuk manusia, Ia juga yang membentuk keluarga pertama di dunia ini. Orang yang menghancurkan Rumah Tangga atau keluarga, adalah orang yang harus berhadapan dengan sang Master keluarga yaitu Allah sendiri.
  2. Kehidupan keluarga dalam rancangan Allah. Allah memandang tidak baik manusia itu seorang diri. Rencana Tuhan agar manusia itu Adam dan Hawa, suami istri itu saling menolong. ketika Allah berfirman “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja, Aku akan menjadikan penolong baginya yang sepadan dengan dia” (Kejadian 2:18) Allah menghendaki sikap, sifat, hati dan kehidupan yang terjadi dalam keluarga adalah “Menolong” / “Penolong”. Bahkan dalam kehidupan berjemaat pun, dimana disebut keluarga orang percaya, Paulus pernah berkata “bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu” (Galatia 6:2)
  3. Pernikahan Kristen. Dalam keluarga Kristen tidak dikenal istilah “Perceraian”. Allah tidak pernah mengijinkan dan merancangkan perceraian, dan pernikahan itu hanya terdiri dari 2 orang yaitu satu orang laki-laki dan satu orang perempuan. Ketika manusia jatuh dalam dosa, persoalan dalam pernikahan dan keluarga mulai menghancurkan manusia. Dalam sebuah keluarga yang hanya terdiri dari seorang suami dan seorang istri saja kita sering melihat persoalan dan masalah yang sangat serius, maka Allah tidak pernah mengijinkan suami istri itu lebih dari sepasang.
  4. Mandat bagi Suami Istri. Allah yang membentuk keluarga memberikan tanggung jawab kepada suami istri menjadi orang tua. Allah memberikan firman kepada suami istri itu untuk “beranak cuculah dan bertambah banyak, penuhilah bumi dan taklukkanlah itu,…” (Kejadian 1:28) Allah tidak menciptakan manusia lain lagi yang  sama dengan penciptaan terhadap Adam dan Hawa karena di dalam Adam dan Hawa, Ia telah menyelesaikan seluruh penciptaan manusia dari awal sampai selesai dunia ini. Mereka diberikan anak-anak, keturunan hingga sekarang dirimu dan diriku. Siapapun kita, bangsa, suku, kita berasal dari Adam dan Hawa. Maka ketika Perintah Utama kasihilah Tuhan Allahmu… kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri… (Matius  12:29-31) merupakan keterikatan dan keterkaitan kita sebagai manusia dalam rencana Allah.
  5. Hubungan  / relasi suami istri. Hubungan ini penting dan sangat unik. Tidak ada  hubungan manusia seunik hubungan suami istri. Mereka memiliki relasi yang melampaui segala relasi yang ada sehingga relasi itu digambarkan oleh Paulus dalam Efesus 5:22-33 sebagai hubungan Kristus dengan jemaat-Nya. Hubungan atau relasi suami istri menjadi dasar yang sangat penting bagi hubungan atau relasi manusia selanjutnya. Jadi hubungan suami istri akan menjadi tempat dimana semua keluarga membangun hubungan dan relasi dengan orang lain. Jika relasi suami istri tidak baik, maka relasi orang tua dan anak menjadi tidak baik dan anak dengan anak juga tidak baik, kemudian setiap orang dalam keluarga juga tidak baik lalu dengan orang diluar keluarga,lebih tidak baik dan dalam masyarakatpun lebih tidak baik lagi. Maka setiap keluarga harus membangun relasi yang baik dalam keluarga untuk memiliki relasi dalam masyarakat yang baik pula.

Keluarga terdiri dari Orang Tua dan Anak:

Sebagaimana Allah telah memberikan mandat kepada manusia dalam penciptaan Nya untuk beranak cucu dan penuhi bumi untuk menguasai dan menaklukkannya (Kej 1:28) maka Allah melengkapi keluarga dengan kehadiran anak-anak.

  1. Tanggung jawab Orang Tua. Apa saja yang Allah percayakan kepada kita, Ia meminta kita bertanggung jawab atas pemberian itu. Bukan hanya anak, waktu, materi, talent dan semuanya kita harus mempertanggung jawabkannya kepada Allah sebagai pemberi, apalagi seorang anak. Setiap orang tua harus menyadari bahwa tanggung jawab ini akan dipertanggung jawabkan oleh setiap orang tua dihadapan Tuhan. Tanggung jawab itu meliputi seluruh keutuhan seorang anak. Bukan hanya makanan karena binatangpun menyediakan makanan bagi anak-anaknya, bukan hanya sebuah tempat tinggal karena banyak burung menyediakan sarang bagi anak-anaknya. Tanggung jawab itu meliputi apa saja?

· Keselamatan Jiwa anak-anak. Hal ini banyak diabaikan oleh orang tua dari generasi ke generasi. Kebanyakan orang tua hanya memperhatikan segala sesuatu sehubungan dengan fisik saja. Bahkan ada orang tua yang tidak menyadari bahwa kebutuhan utama dari setiap manusia, termasuk anak-anak adalah keselamatan jiwa mereka. Camkan dengan baik! setiap orang tua bertanggung jawab untuk membawa anak-anak mereka datang kepada Yesus bukan dalam sebuah ritual agamawi tetapi mengalami keselamatan pribadi dalam karya Agung kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.(Matius 18:14 ; 19:14) semakin dini usia seorang anak mempercayai Yesus sebagai Juruselamatnya semakin panjang memperkenankan Tuhan, dan semakin kecil kemungkinannya untuk hidup dalam penyimpangan. Keselamatan seorang anak berada dalam tanggung jawab orang tuanya. Mengajarkan anak-anaknya tentang Tuhan. (Ulangan 4:9-10 ; 6:4-9 ; 11:18-21).

· Pengasuhan / pendidikan terhadap anak. Bagian ini tidak ada sangkut pautnya dengan istilah “hak asuh anak” dalam perceraian orang tua. Pengsuhan anak adalah meliputi karakter, sifat, watak, potensi dan keutuhan kepribadian seorang anak.Pengasuhan ini menanamkan dan mengembangkan dalam kehidupan seorang anak nilai-nilai kehidupan yang kelak akan merupakan bagian penting sejak dini hingga ia menjadi manusia dewasa.Kebanyakan kesulitan dalam menghadapi hidup ini oleh orang dewasa disebabkan oleh karena anak tidak diasuh/dididik dengan baik dan benar sejak ia berada dalam keluarganya. Setiap anak perlu dididik dalam hal tanggungjawab, yang meliputi dirinya sendiri, orang lain, pekerjaan dan kehidupan rohaninya. Ketaatan, hal ini sangat penting karena ketaatan kepada orang tua dan tantanan hidup ini akan membuat seseorang dengan mudah menaati Tuhan dalam hidupnya.Kejujuran merupakan suatu hal yang sangat penting. Karena kejujuran sangat menolong seseorang menghadapi hidup ini, kejujuran membuat seseorang dapat melihat siapa dirinya yang sebenarnya dan apa yang sedang dihadapiny. Disiplin. Adalah sebuah landasan dalam menjalani kehidupan ini yang akan membawa seseorang kepada pengembangan dan pencapaian yang maksimal dalam hidupnya.

  1. Tanggung Jawab anak. Bagian ini lebih-lebih lagi merupakan hal yang paling banyak diabaikan oleh keluarga. Anak-anak hidup tanpa belajar, mengerti dan melakukan tanggug jawabnya. Hal ini yang menyebabkan banyak orang sejak kecil hingga dewasa bahkan sampai tua, tidak pernah mencapai rencana dan kehendak Tuhan dalam hidupnya. Seorang anak yang tidak melakukan tanggung jawabnya akan mengalami kesulitan dalam segala aspek kehidupannya bahkan dengan dirinya sendiri. Apa saja yang menajdi tanggung jawab seorang anak? (anak berarti sejak usia anak, remaja, pemuda, dewasa bahkan tua dalam statusnya sebagai anak) apa saja tanggung jawab seorang anak? Menghormati orang Tua (Efesus 6:2 ;Keluaran 20:12) Perintah ini perlu dipahami, dimengerti dan dilaksanakan oleh semua orang sebagai anak. Hal ini menjadi bagian kedua dari apa yang utama terhadap relasi manusia kepada Allah. Setiap anak mendapat perintah ini langsung dari Tuhan, bukan sebuah himbauan, bukan juga sebuah anjuran tetapi sebuah perintah langsung dari Allah yang tidak dapat ditawar oleh siapapun. Janji Allah menyertai perintah ini (Efesus 6:2-3) bahwa bahagia dan umur panjang menyertai seumur hidup dibumi. Umur panjang tanpa bahagia tidak ada gunanya, sebaliknya bahagia tanpa umur panjang adalah hal yang tidak mungkin. Ketaatan. (Efesus 6:1) berbicara tentang ketaatan ada cukup banyak complain yang datang kepada saya. Tetapi saya hanya dapat katakana itulah perintah Tuhan, komplainlah kepada yang memberi perintah karena Dia juga yang akan memberikan sangsinya. Taat di dalam Tuhan. Pahami dan mengerti dengan baik. Kalau kondisi sangat bertentangan dengan kebenaran, hati tidak damai dan menyalahi. Mintalah hikmat dari Tuhan yang memberikan perintah dan mintalah pertolonganNya, karena Dia tidak pernah meninggalkan kita. Jika kita percaya itu, maka Ia akan bertindak bagi kita.

Kenakanlah Kasih sebagai Pengikat Keluarga.

Allah adalah kasih, maka Ia memberi perintah agar kita saling mengasihi. Mengapa kasih? Bacalah dalam (I Korintus 13) tidak ada tempat di dunia ini yang paling tepat untuk seseorang belajar tentang kasih, mengalami kasih dan melakukan kasih kecuali keluarga. Namun sayangnya justru kita banyak menemukan dalam keluargalah orang ditolak, diejek, dimarah, dibuang dan mengalami kesendirian yang memilukan. Setiap orang yang memerlukan kasih, mulailah mengasihi hari ini dari dirimu sendiri.

With all my Love,

Ev. Freda Adjan (truelove_freda@yahoo.com.my)


Keluarga terdiri dari Orang Tua dan Anak:

Sebagaimana Allah telah memberikan mandat kepada manusia dalam penciptaan Nya untuk beranak cucu dan penuhi bumi untuk menguasai dan menaklukkannya (Kej 1:28) maka Allah melengkapi keluarga dengan kehadiran anak-anak.

1. Tanggung jawab Orang Tua. Apa saja yang Allah percayakan kepada kita, Ia meminta kita bertanggung jawab atas pemberian itu. Bukan hanya anak, waktu, materi, talent dan semuanya kita harus mempertanggung jawabkannya kepada Allah sebagai pemberi, apalagi seorang anak. Setiap orang tua harus menyadari bahwa tanggung jawab ini akan dipertanggung jawabkan oleh setiap orang tua dihadapan Tuhan. Tanggung jawab itu meliputi seluruh keutuhan seorang anak. Bukan hanya makanan karena binatangpun menyediakan makanan bagi anak-anaknya, bukan hanya sebuah tempat tinggal karena banyak burung menyediakan sarang bagi anak-anaknya. Tanggung jawab itu meliputi apa saja?

· Keselamatan Jiwa anak-anak. Hal ini banyak diabaikan oleh orang tua dari generasi ke generasi. Kebanyakan orang tua hanya memperhatikan segala sesuatu sehubungan dengan fisik saja. Bahkan ada orang tua yang tidak menyadari bahwa kebutuhan utama dari setiap manusia, termasuk anak-anak adalah keselamatan jiwa mereka. Camkan dengan baik! setiap orang tua bertanggung jawab untuk membawa anak-anak mereka datang kepada Yesus bukan dalam sebuah ritual agamawi tetapi mengalami keselamatan pribadi dalam karya Agung kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.(Matius 18:14 ; 19:14) semakin dini usia seorang anak mempercayai Yesus sebagai Juruselamatnya semakin panjang memperkenankan Tuhan, dan semakin kecil kemungkinannya untuk hidup dalam penyimpangan. Keselamatan seorang anak berada dalam tanggung jawab orang tuanya. Mengajarkan anak-anaknya tentang Tuhan. (Ulangan 4:9-10 ; 6:4-9 ; 11:18-21).

· Pengasuhan / pendidikan terhadap anak. Bagian ini tidak ada sangkut pautnya dengan istilah “hak asuh anak” dalam perceraian orang tua. Pengsuhan anak adalah meliputi karakter, sifat, watak, potensi dan keutuhan kepribadian seorang anak.Pengasuhan ini menanamkan dan mengembangkan dalam kehidupan seorang anak nilai-nilai kehidupan yang kelak akan merupakan bagian penting sejak dini hingga ia menjadi manusia dewasa.Kebanyakan kesulitan dalam menghadapi hidup ini oleh orang dewasa disebabkan oleh karena anak tidak diasuh/dididik dengan baik dan benar sejak ia berada dalam keluarganya. Setiap anak perlu dididik dalam hal tanggungjawab, yang meliputi dirinya sendiri, orang lain, pekerjaan dan kehidupan rohaninya. Ketaatan, hal ini sangat penting karena ketaatan kepada orang tua dan tantanan hidup ini akan membuat seseorang dengan mudah menaati Tuhan dalam hidupnya.Kejujuran merupakan suatu hal yang sangat penting. Karena kejujuran sangat menolong seseorang menghadapi hidup ini, kejujuran membuat seseorang dapat melihat siapa dirinya yang sebenarnya dan apa yang sedang dihadapiny. Disiplin. Adalah sebuah landasan dalam menjalani kehidupan ini yang akan membawa seseorang kepada pengembangan dan pencapaian yang maksimal dalam hidupnya.

2. Tanggung Jawab anak. Bagian ini lebih-lebih lagi merupakan hal yang paling banyak diabaikan oleh keluarga. Anak-anak hidup tanpa belajar, mengerti dan melakukan tanggug jawabnya. Hal ini yang menyebabkan banyak orang sejak kecil hingga dewasa bahkan sampai tua, tidak pernah mencapai rencana dan kehendak Tuhan dalam hidupnya. Seorang anak yang tidak melakukan tanggung jawabnya akan mengalami kesulitan dalam segala aspek kehidupannya bahkan dengan dirinya sendiri. Apa saja yang menajdi tanggung jawab seorang anak? (anak berarti sejak usia anak, remaja, pemuda, dewasa bahkan tua dalam statusnya sebagai anak) apa saja tanggung jawab seorang anak? Menghormati orang Tua (Efesus 6:2 ;Keluaran 20:12) Perintah ini perlu dipahami, dimengerti dan dilaksanakan oleh semua orang sebagai anak. Hal ini menjadi bagian kedua dari apa yang utama terhadap relasi manusia kepada Allah. Setiap anak mendapat perintah ini langsung dari Tuhan, bukan sebuah himbauan, bukan juga sebuah anjuran tetapi sebuah perintah langsung dari Allah yang tidak dapat ditawar oleh siapapun. Janji Allah menyertai perintah ini (Efesus 6:2-3) bahwa bahagia dan umur panjang menyertai seumur hidup dibumi. Umur panjang tanpa bahagia tidak ada gunanya, sebaliknya bahagia tanpa umur panjang adalah hal yang tidak mungkin. Ketaatan. (Efesus 6:1) berbicara tentang ketaatan ada cukup banyak complain yang datang kepada saya. Tetapi saya hanya dapat katakana itulah perintah Tuhan, komplainlah kepada yang memberi perintah karena Dia juga yang akan memberikan sangsinya. Taat di dalam Tuhan. Pahami dan mengerti dengan baik. Kalau kondisi sangat bertentangan dengan kebenaran, hati tidak damai dan menyalahi. Mintalah hikmat dari Tuhan yang memberikan perintah dan mintalah pertolonganNya, karena Dia tidak pernah meninggalkan kita. Jika kita percaya itu, maka Ia akan bertindak bagi kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s