GET! Review: Kisah-kisah Pilu Korban Gempa China

Posted: 20 August 2009 by Christo in GET! Magz, Vol 1. Juni 2008 Family

Gempa China1

12 Mei 2008..tiba-tiba gempa berkekuatan 7.9 Skala Ritcher mengguncang wilayah barat daya China! Televisi pemerintah menyebutkan terjadi lebih dari 300 kali gempa susulan.

Bencana itu terjadi saat jam belajar dan delapan sekolah runtuh di wilayah itu. Sekitar 900 remaja terkubur di reruntuhan bangunan bertingkat tiga di kota Dujiangyan, Sichuan.

Ratusan orang terkubur di dua pabrik kimia yang runtuh di Shifang, Sichuan, dan lebih dari 80 ton amoniak cair yang sangat korosif tumpah.

Ratusan orang lainnya terkubur di reruntuhan sekolah, pabrik, dan asrama di wilayah tersebut. Korban yang tidak kalah banyak juga terkubur di rumah sakit yang rubuh di kota Dujiangyan, Sichuan.

Gempa China2

Korban tewas akibat gempa tersebut terus bertambah. Data terakhir menyebutkan (23/5), gempa yang berpusat di Sichuan itu, menewaskan sedikitnya 55.239 jiwa, dan jumlah itu dapat terus bertambah karena proses evakuasi yang belum selesai dilakukan.

Gempa terdahsyat dalam tiga dasawarsa terakhir di China itu juga mengakibatkan lebih dari 288 ribu jiwa terluka, lebih dari 29 ribu jiwa hilang, dan sedikitnya 4 ribu anak-anak menjadi yatim piatu akibat gempa dahsyat tersebut.

Sementara itu, masalah baru akibat fenomena alam ini mulai muncul. Ribuan korban selamat kehilangan tempat tinggal dan hidup di pengungsian.

Dan di Kota Hanwang, bau busuk mulai menyeruak di seluruh penjuru kota. Memasuki kota itu, pemandangan juga sangat miris, puluhan mayat terbungkus plastik berjajar di jalanan menunggu proses penguburan massal.

Itulah fakta-fakta yang terjadi saat gempa dahsyat mengguncang China. Begitu banyak korban berjatuhan dan begitu banyak korban kehilangan segalanya.

Tetapi Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan dan keajaibanNya. Meskipun banyak orang mengatakan China itu negara komunis, tidak mengenal Tuhan, dan sebagainya, namun bagaimanapun juga Tuhan juga tidak akan lupa dengan salah satu bangsa ciptaanNya ini. TanganNya bekerja dengan cara ajaib, dan hampir “mustahil”. Banyak kisah di bawah puing-puing reruntuhan, kisah pilu korban gempa yang menunggu dirinya diselamatkan.

Sun Guoli, seorang sukarelawan di wilayah Chengdu, tidak pernah membayangkan bagaimana seorang ibu hamil berusia 34 tahun mampu bertahan hidup, setelah terkubur reruntuhan bangunan selama 50 jam!

Sun Guoli pun mengatakan bahwa itu sungguh sebuah keajaiban.

Gempa China3

Hal yang sama juga dialami seorang bocah perempuan berusia 7 tahun yang tertimbun reruntuhan bangunan sekolahnya selama 50 jam. Suara lemah sang bocah berhasil menyelamatkan nyawanya.

Sejumlah sukarelawan mengaku mendengar suara lemah yang menyayat hati. Suara itu terdengar seperti ‘Paman, selamatkan aku, selamatkan aku.’ Bahkan suara itu masih terus membayang-bayangi seorang sukarelawan yang menyelamatkan bocah itu.

Jauh di Kota An Xiang, seorang petani, Li Zizhong (38) terpisah dari seluruh keluarganya. Seluruh desanya hancur dan banyak korban yang belum terevakuasi. Tidak ada yang tahu apa yang menimpa keluarga besarnya, tapi ia bersyukur masih diberi hidup.

Tekanan psikologis juga ditunjukkan seorang wanita yang menangis histeris sambil menggendong bayinya yang sudah tidak bernyawa. Wanita itu terus mengayun gendongannya seolah sang bayi masih hidup.

Gempa China4

Seorang kakek berusia 80 tahun yang dalam kondisi sakit berhasil selamat setelah berada di reruntuhan rumahnya selama 11 hari.

Kakek Xiao Zhihu terjebak di reruntuhan rumahnya ketika terjadi gempa.

Dia berhasil selamat karena istri tercinta sempat menaruh beberapa makanan di dekatnya sebelum gempa terjadi.

Ada yang masih hidup setelah bertahan di bawah reruntuhan selama hampir 7 hari. Wang Chunbang, pria berusia 56 tahun itu mampu bertahan hidup selama 164,5 jam di bawah reruntuhan gua tempat ia bekerja menambang mangan dengan minum (maaf) air seninya sendiri sebelum akhirnya diselamatkan oleh regu penolong dari Tentara Pembebasan Rakyat (angkatan bersenjatanya RRC) pada tanggal 19 Mei.

Hampir sama juga dengan Gu Guohua, pria berusia 37 tahun yang 170 jam lamanya bertahan di bawah reruntuhan. Seperti Wang, ia juga melawan dahaga dengan menenggak air seninya sendiri, sementara untuk mengisi perut yang lapar, pria ini terpaksa menelan kertas toilet. Butuh waktu 3 jam untuk mengeluarkannya dari reruntuhan, dan setelah berhasil dibawa keluar, tidak ditemukan cedera serius di tubuhnya.

Namun yang cukup luar biasa adalah kisah seorang nenek 60 tahun yang bertahan hidup selama 195 jam atau lebih dari 8 hari! Saat terjadi gempa, nenek Wang Youqun sedang berdoa di kuil, jauh dari rumahnya. Ketika merasakan getaran hebat, ia buru-buru lari keluar menyelamatkan diri. Celakanya, tebing terjal di sepanjang jalan pun runtuh akibat gempa, dan menimpa nenek malang ini. Akibatnya, kedua kakinya tak bisa digerakkan alias lumpuh.

Entah benar-benar mujizat atau apa, nenek itu bertahan hidup karena ditemani oleh dua ekor anjing liar. Tidak tahu dari mana asalnya, kedua ekor anjing liar itu setia menemani sang nenek, dan mereka menjilati mulut sang nenek ketika ia mulai akan tak sadarkan diri. Karena itulah  semangat sang nenek terus tumbuh dan ia berusaha terus bertahan hidup. Nyawanya pun akhirnya tertolong ketika regu penyelamat datang ke tempat yang agak terpencil itu dan membebaskannya dari ancaman maut. Keluarganya yang sudah pesimis, segera bergegas ke rumah sakit untuk menemuinya.

GET! Friends, betapa seharusnya kita sangat bersyukur untuk kehidupan kita saat ini. Begitu banyak teman-teman kita yang harus mengalami penderitaan yang luar biasa karena bencana tersebut. Kehilangan tempat tinggal, kehilangan orang tua, kehilangan kakak dan adik kita. Bayangkan jika kitalah yang berada dalam posisi mereka, apakah yang dapat kita perbuat?

Saat ini kita masih diberikan kesempatan hidup, kita harus selalu bersyukur pada Tuhan. Jika kita masih dapat bangun di pagi hari, itu sungguh sebuah anugrah semata. Jika kita masih dapat bersekolah, itu juga anugrah. Jika kita masih dapat berkumpul bersama dengan orang tua dan saudara-saudara kita, itu anugrah yang luar biasa. Jadi bersyukurlah setiap hari. Bersyukur dan lakukan yang terbaik dalam hidupMu. Perlakukanlah orang tuamu dengan sangat baik (hormati dan hargai mereka!), dan perbuatlah yang terbaik dalam studimu (jangan selalu mengeluh dan malas!), dan layanilah Tuhan selagi kita masih diberi kesempatan hidup oleh Tuhan (jangan berdalih tidak ada waktu!). Biarlah Tuhan memakai hidupmu untuk menjadi saluran berkat bagi semua orang. Amin.

Gempa China5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s