GET! Know: Mengungkap Lokasi Taman Eden

Posted: 20 August 2009 by Christo in GET! Magz, Vol 1. Juni 2008 Family

Kejadian 2:8-14

(8)   Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.

(9)   Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

(10)  Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.

(11)  Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.

(12)  Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.

(13)  Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.

(14)  Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.

Teman-teman, pernah terpikir ga sih di mana letak Taman Eden sebenarnya? Ayat-ayat di atas merupakan ayat yang terdapat dalam Alkitab, yang menunjukkan di mana Taman Eden itu. Tetapi ternyata air bah telah menghancurkan Taman Eden itu sendiri. Jadi sebenarnya di mana Taman Eden berada?

Dalam Kejadian 2:10, diketahui bahwa ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang. Berbagai tafsiran atas kata itu diberikan oleh para ahli dengan pengertian, baik berupa permulaan dari suatu cabang (seperti pada delta) mengikuti arah hilir, atau permulaan maupun titik penggabungan sebuah sungai dengan anak sungainya menuju arah hulu. Tiap penafsiran itu mungkin saja, tapi kelihatannya yang terakhirlah yang paling mungkin.

Nama sungai-sungai tersebut adalah:

  1. Pison (Kejadian 2:11)
  2. Gihon(Kejadian 2:13)
  3. Tigris (Kejadian 2:14)
  4. Efrat (Kejadian 2:14)

Kedua sungai yang terakhir disepakati sebagai Tigris dan Efrat. Tapi tentang yang mana Sungai Pison dan Sungai Gihon, banyak sungai yang sudah dikemukakan, di antaranya Sungai Nil dan Indus, juga anak-anak Sungai Tigris di Mesopotamia. Data yang tersedia tidak memadai untuk memungkinkan penjabaran mana sungai yang pasti bagi kedua sungai itu.

Dari Kejadian 2:10-14, dapat dilihat bahwa Eden berada di daerah Tigris dan Efrat, daerah yang dikenal secara geografis sebagai Mesopotamia (bahasa Yunani berarti di antara sungai-sungai), yang dewasa ini adalah negara yang secara politis dikenal sebagai Irak.

Lokasi tepat Taman Eden di Mesopotamia juga masih diterka-terka saja. Mungkin kita tidak akan pernah tahu dengan pasti tempat taman itu berada. Dampak air bah pada zaman Nuh terhadap topografi di Timur Dekat boleh jadi menimbulkan kerusakan hebat, sehingga tidak mungkin untuk menentukan lokasi geografis pada zaman purba berdasarkan keadaan yang sekarang. Jalur-jalur sungai tentu telah banyak berubah, dan beberapa sungai barangkali telah hilang sama sekali.

Teori-teori mengenai letak Taman Eden sudah banyak dikemukakan. Pandangan yang paling umum dipegang, oleh John Calvin umpamanya, dan pada masa-masa terakhir ini oleh Friedrich Delitzsch dan yang lain-lain, ialah pandangan bahwa taman itu terletak di suatu tempat di Mesopotamia selatan. Maka Pison dan Gihon merupakan, atau, sungai galian yang menghubungkan Tigris dan Efrat, yang merupakan anak-anak sungai yang menghubungkan keduanya, atau, dalam suatu teori lain, Pison merupakan badan sungai dari Teluk Persia ke Laut Merah, yang mengelilingi jazirah Arab. Teori-teori ini mempradalilkan bahwa ke-empat cabang sungai (” ראש – ROSY”) dalam Kejadian 2: 10 adalah anak-anak sungai yang bersatu dalam satu aliran utama, yang kemudian bermuara di Teluk Persia. Tapi kelompok teori lain mengambil ” ראש – ROSY” menunjuk kepada anak-anak sungai yang bercabang dari suatu sumber umum asli yang dipradalilkan, dan berusaha menentukan tempat taman itu di daerah Armenia, yang dari situ bersumber kedua Sungai Tigris dan Efrat. Lalu kedua Sungai Pison dan Gihon dijabarkan dengan beberapa sungai kecil di Armenia dan Trans-Kaukasia, dan dalam beberapa teori dengan pengertian yang diperluas, sambil mempradalilkan bahwa penulis Kejadian tidak tahu tempat taman itu yang pasti secara geografis, dijabarkan dengan sungai-sungai lain seperti Indus dan bahkan Gangga.

Ungkapan ‘di Eden, di sebelah timur’ (Kejadian 2:8 ), Perhatikan ungkapan ” מִקֶּדֶם – MIQEDEM”, di sebelah timur. Ungkapan itu senantiasa digunakan untuk tempat yang ada di bumi (bandingkan dengan Kejadian 4:16). Di sebelah timur berarti sebelah timur dari padang gurun tempat Musa menulis kitab Kejadian. Artinya bisa, atau, taman itu ada di bagian timur Taman Eden, atau Taman Eden ialah di sebelah timur dari titik pandang si penulis Kitab (yaitu Musa), dan ada pengulas yang membaca bagian ini begini, , di Eden pada zaman purba’, tapi entah yang mana pun yang tepat, karena alpanya kepastian arti dari petunjuk-petunjuk lain mengenai tempat itu, keterangan yang diberikan ini tak dapat mengurangi kegelapan pengertian ini.

Taman Eden1Bencana Air Bah pada zaman Nuh

Jika memang air bah meliputi seluruh dunia seperti diisyaratkan oleh berita Alkitab, maka ciri-ciri geografis yang akan membantu dalam penjabaran tempat letak Eden harus sudah berubah. Maka mengingat adanya kemungkinan itu, tempat letaknya Eden tetap tidak diketahui.

Taman Eden2

Sumber dari : http://www.sarapanpagi.org/lokasi-eden-vt403.html#p836

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s