Archive for the ‘GET! Article’ Category

Tips membangun Kelompok Kecil

Posted: 27 January 2011 by koremgii in GET! Article

Tips ini sebaiknya diterapkan dalam setiap Kelompok Kecil, Pembahasan Alkitab, maupun Care Group yang kalian adakan di lokasi.

  • Jumlah peserta kelompok kecil per kelompok terdiri dari 12 orang.
  • Diadakan seminggu sekali. Boleh mengambil waktu di luar hari minggu ataupun diadakan sebelum ibadah, akan lebih baik jika setelah kebaktian Remaja.
  • Lebih dahulu menentukan Ketua Kelompok dan Wakil Ketua.
  • Secara berkala Ketua Kelompok berkumpul untuk mempersiapkan bahan PA dan dibimbing oleh Hamba Tuhan.
  • Ketua Kelompok harus terlebih dahulu menggunakan hati untuk merefleksikan dan mencari jawaban yang tepat dari bahan PA, untuk dapat di-sharing-kan kepada Ketua Kelompok yang lain agar dapat saling melengkapi.
  • Bahan PA dibagi menjadi 2 bagian :

1.  Buku Pegangan Peserta

Setiap pelajaran berdasar pada perikop Alkitab dengan pertanyaan-pertanyaan yang akan didiskusikan bersama.

2.  Buku Pegangan Pemimpin

Mempersiapkan dengan baik jawaban dari setiap pertanyaan sebagai perbandingan.

  • Waktu untuk Kelompok Kecil sebaiknya ±75 menit.

Khusus untuk Ketua Kelompok Kecil, kuasailah nas Alkitab yang hendak dipelajari dengan membaca nas itu beberapa kali, lebih baik lagi jika membahasnya bersama Ketua Kelompok Kecil lainnya. Baca pula perikop sebelum dan sesudahnya untuk lebih memahami isinya, tanyakan pada diri sendiri “Mengapa bagian ini penting dan prinsip apa yang diajarkan?”. Tuliskan jawaban pribadi Anda atas pertanyaan-pertanyaan yang ada di bahan PA, gunakan catatan pemimpin sebagai bahan referensi tambahan.

Jika ada pertanyaan yang sulit dijawab, jangan takut untuk berkata kepada kelompok, “Saya kurang yakin tentang hal ini, sebaiknya kita masing-masing merenungkan jawabannya lalu kita bicarakan lagi dalam pertemuan berikutnya” atau tugaskan seorang anggota untuk mencari jawabannya. Jangan asal jawab! Terakhir, berdoalah agar Roh Kudus memberikan hikmat dan pikiran yang jernih untuk mengerti kebenaran firman Allah. Roh Kudus adalah sang Guru dan pemimpin adalah alatNya.

Tips untuk memimpin Kelompok Kecil :

  • Mulailah setiap pertemuan dengan doa permohonan akan pimpinan Roh Kudus.
  • Bacalah bagian yang dipelajari dengan bersuara, kemudian diskusikanlah bersama dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada. Sebagai Ketua, Anda boleh mengarahkan diskusi, meluruskan dan mengembalikan pertanyaan kepada kelompok; bukan menjawab sendiri yah.. Pada akhir diskusi, akan sangat berguna bila hasil diskusi kelompok dapat diringkas, sehingga setiap anggota mempunyai gambaran yang jelas tentang apa yang dipelajarinya.
  • Batasilah diskusi pada topik pembahasan agar tujuan setiap pertemuan dapat tercapai.
  • Doronglah peran serta setiap anggota. Hindari dominasi seseorang yang cenderung terus bicara atau yang “tahu segalanya”.
  • Setelah bahan PA selesai dibahas boleh diadakan perlombaan pengetahuan akan Alkitab, sehingga anggota Kelompok Kecil bersemangan untuk mengikuti terus.
  • Untuk pertemuan kelompok kecil di rumah, boleh dimulai dengan menyanyi 1 atau 2 pujian dan diakhiri dengan persekutuan sambil menikmati makanan ringan (bila tersedia).
  • Dan janganlah berhenti berkreatifitas untuk terus mendorong semangat, partisipasi, dan kebersamaan dalam Kelompok Kecil!

Always give the best, Never give up in a test, And to God we leave the rest.

Format Warta Komisi Remaja GII HIT

Posted: 12 January 2011 by Christo in GET! Article

Pada bagian DEPAN Warta harus berisikan :

  1. Judul / Tema Khotbah
  2. Alamat Nats bacaan minggu itu, kalau muat cantumkan juga isi salah satu ayat dari Nats tersebut yang paling relevan dengan tema minggu itu.
  3. Visi : Remaja Bagi Kristus
  4. Misi : F I G H T (paparkan kepanjangannya)
  5. Tanggal Kebaktian minggu itu : Hari / Bulan / Tahun -> 11 Januari 2011
  6. Logo GII Hok Im Tong, Logo Komisi Remaja, dan Logo Lokasi kalian.
  7. Cantumkan keterangan “Untuk kalangan sendiri
  8. Cantumkan alamat Gereja kalian berada.

Lalu masukkan juga bagian PENGUMUMAN yang berisi :

  1. Ucapan TERIMA KASIH pada teman-teman yang sudah melayani minggu ini.
  2. Daftar NAMA-nama yang akan melayani minggu depan, berikut pelayanannya sebagai apa.
  3. Ajakan kepada jemaat untuk menghadiri ACARA-acara Lokasi maupun Komisi yang akan diadakan ke depannya.
  4. Nama jemaat yang akan berULANG TAHUN 1 minggu ke depannya.
  5. Dan pengumuman-pengumuman lain yang berhubungan dengan Komisi Remaja setempat.
  6. Cantumkan Contact Person (Nama, HP, email, dll) yang bisa dihubungi dan mengerti banget akan Lokasi remaja kalian. Pilihlah orang yang sudah cukup dewasa (dewasa jasmani dan rohani juga yah!) dan sudah lama pelayanan di lokasi kalian.

Jika tempatnya masih cukup, masukkan lirik lagu-lagu kebaktian sebagai cadangan jika terjadi sesuatu yang ‘mengerikan’ terhadap multimedia kalian^^

Dan…jangan lupa masukkan Artikel / Kata-kata inspirasi / Kata-kata mutiara / Puisi / Humor / Kesaksian / Gambar / dan lainnya ke dalam Warta kalian minimal 2 minggu sekali, karena akan menjadi daya tarik dari Warta kalian dan mengurangi jumlah Warta yang akan dibuang oleh jemaat kalian. (Global Warming euyyy..pergunakan setiap lembar kertas sebaik mungkin untuk membagikan berkat!!)

NB : Bagian Artikel harus terlebih dahulu diketahui dan mendapatkan persetujuan dari Gembala atau Pembina Rohani di Lokasi kalian, supaya apa yang kalian cantumkan di Warta tidak menyebarkan ajaran sesat!! (Hayo loohh..dosa kalo sampe gitu ck3..)

Selamat berkarya dalam pelayanan kalian..

Always give the best, Never give up in a test, And to God we leave the rest.

 

Buat temen-temen yang memiliki kesulitan dalam membuat Warta di lokasi kalian, boleh mengambil dari contoh Format Warta di bawah ini. Itu adalah contoh format standar untuk Warta Remaja di lokasi kalian!

Silahkan diunduh, dipergunakan, diperbaharui dan diperbanyak.

Format Warta

Puisi Natal: The Reason for the Season

Posted: 3 January 2011 by Christo in GET! Article

by Dorcas Shalhona, 15, Nigeria

Sumber: http://www.warungsatekamu.org/2010/12/puisi-natal-a-king-is-born/

Comic : Live with God

Posted: 3 January 2011 by Christo in GET! Article

1

2

3

Dalam kisah ini digambarkan bahwa kehidupan kita bersama Tuhan adalah seperti saat mengendarai sepeda tandem. Tau kan sepeda tandem?? Itu lho yang ngebosehnya berduaan kayak yang ada di pangandaran. Tuhan mengendarai ‘sepeda tandem’ tersebut bersama kita, baik dalam waktu yang susah sekalipun, hingga tiba akhirnya di tempat yang sangat indah yaitu rumah yang sudah Tuhan Yesus sediakan bagi kita orang percaya, SURGA.

Sebagai orang percaya kita harus menjadi seperti anak kecil, yang Tuhan maksudkan di sini adalah childlike, yaitu seperti anak kecil yang tidak putus-putusnya bergantung pada orang tua, mau dikoreksi dan mau diajar. Seperti cerita diatas, hidup bersama Tuhan harus terus mengandalkanNya dan membiarkanNya yang memimpin hidup kita.

  1. Untuk menjadi sosok childlike, pikiran kita harus mau terus dirubah oleh Firman Tuhan karena Knowledge of God tidak disediakan otak manusia tetapi berasal dari luar diri, yaitu FirmanNya. Nah, hanya yang memiliki jiwa naif dan polos seperti seorang anak kecil yang bisa percaya dengan tulus.
  2. Anak kecil selalu bergantung pada Tuhan. Kedewasaan jasmani bergerak dari kebergantungan menuju kemandirian, sedangkan kedewasaan rohani bergerak sebaliknya, dulu mandiri sekarang makin bergantung. Semakin dewasa kerohaniannya, maka akan semakin bergantung dengan pokok anggur dan bukan melepas Tuhan Yesus.
  3. Innocent, jujur. Orang dewasa cenderung memiliki prasangka terhadap orang lain, bahkan kepada Tuhan, sehingga tidak pernah mendapat apa-apa dari Tuhan. Maka kita perlu seperti anak yang jujur apa adanya.
  4. Tidak bosan dengan pengulangan. Anak kecil bisa merasa tidak bosan dengan suatu hal yang terus diulang-ulang dilakukannya. Perlu diingat, 99% pekerjaan Tuhan itu selalu mengalami pengulangan, maka kita harus memiliki jiwa anak yang selalu bersyukur, sukacita, dan memiliki kepekaan terhadap setiap ajaran Tuhan, walaupun pengajarannya selalu diulang lagi.
  5. Trust. Pure in Heart. Percayalah kepada Tuhan dengan sepenuh hati. Pakailah kacamata anak kecil untuk melihat Sorga! Pakailah setiap hari, niscaya rasa takjub timbul, bahkan saat bernapas bisa sambil say thank you to God!

Matius 11 : 25

“Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.”

Sumber:

Chang Khui Fa. 2010. Garam & Terang for Youth: Road to Transformation. Bandung: Pionir Jaya. Hal 39 – 43.

http://kokecit.deviantart.com/gallery/

 

 

Pekerja 100 tahun

Posted: 3 January 2011 by hendra Jayalaksana in GET! Article

Pekerja 100 Tahun

Efesus 5:16
Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 73; Roma 1; Bilangan 29-30

Di Indonesia, lazimnya pegawai negeri atau karyawan pensiun pada usia 55 tahun. Setelah pensiun, ada berbagai pilihan. Salah satunya memulai lagi pekerjaan baru! Ah, bekerja lagi? Yang benar saja!

Begitulah yang terjadi di Amerika Serikat. Ada sebuah lembaga bernama Green Thumb yang menyelenggarakan penempatan kerja bagi para manula. Bahkan, tiap tahun mereka menyelenggarakan even “Who Is America’s Oldest Worker”, sebuah kontes untuk menobatkan Pekerja Tertua AS. Salah seorang pemenangnya adalah Harold Fisher, seorang arsitek yang telah berusia 100 tahun, namun masih aktif bekerja.

Dalam sebuah konferensi pers saat penobatannya di Washington D.C., ia mengungkapkan resep agar tetap segar dan aktif di usia senja. “Jika Anda mempunya suatu pekerjaan yang Anda cintai, itu akan membuat Anda terus hidup. Pikiran saya tidak pernah padam karena saya mencintai pekerjaan saya, dan menghabiskan sebagian besar waktu di kantor.”

Berapa usia kita sekarang? Tentu belum sampai 100 tahun bukan? Kalau orang setua Fisher saja masih sangat antusias, apalagi kita yang masih jauh lebih muda darinya? Bukankah seharusnya kita mengucap syukur atas usia kita sekarang, dan mewujudkannya dengan mencintai pekerjaan yang dianugerahkan Tuhan pada kita?

Perjuangan tidak akan pernah berakhir, kecuali kita sendiri yang memutuskan untuk mengakhirinya.

Dikutip dari Jawaban Com

A Song to Start this New Year

Posted: 3 January 2011 by othersidesofme in GET! Article

Since I’ve found Your love
I’ve never needed anything to fill my heart
Even when I fall
You’re always there with open arms to pick me up

From the start I knew
No one else could make me feel the way You do
Everyday I want to grow
Just a little bit closer, just a little bit closer

I want to be a reflector
I want to shine with your glory
I want to let the whole world know that You’re living in me

I want to burn with your fire
Shine my light a little brighter
I want to let the whole world know that
Jesus lives in me

ayo ayo… bikin komitmen di awal taun ini kalo kita mau hidup dalam Tuhan dengan sungguh-sungguh.. jadi dalam menjalani hidup kita, seluruh dunia bisa tau kalo kita ini anak Tuhan dan Yesus bener-bener hidup di dalam kita dan menggerakkan hidup kita.. Amin.

buat yang mau lagunya, nih ada linknya yang acoustic version.. coba dengerin deh.. ga akan nyesel.. 😀

http://www.4shared.com/file/75555229/ee9a4472/Reflector__Acoustic__-_Planet_.html?s=1

Have a Blessed Day!

Harry Potter : Sesat OR Juruselamat ??

Posted: 2 January 2011 by Christo in GET! Article

Buku pertamanya terjual lebih dari 400.000.000 copy dalam 65 bahasa dan terus bertambah di seluruh dunia. Buku terakhirnya (seri 7) terjual lebih dari 11.000.000 copy hanya dalam 24 jam. Belum lagi keuntungan yang didapat dari film sekitar Rp. 41,35 trilyun melebihi keuntungan 22 film James Bond dan 6 film Star Wars disatuin! En diberitakan Harry Potter udah bikin pengarangnya, J.K. Rowling, lebih kaya dari Ratu Elizabeth II. Tapi, bukan itu yang kita (orang Kristen) ributkan dari Harry Potter! Dia udah bikin anak Tuhan terbagi dua: yang bilang Harry Potter sesat dan yang bilang dia juruselamat. (F! http://www.kacamata3d.blogspot.com/)

SESAT!
Mantra, sapu terbang, bola kristal, tingkat sihir, astral project, ramuan pengubah bentuk, dan segala macam bentuk sihir lainnya dalam serial Harry Potter diadaptasi dari dunia sihir sebenarnya. Beberapa cuma ngarang, tapi tak sedikit yang asli, mengingat J.K. Rowling menyandang gelar S2 dalam Mitologi yang juga mendalami seluk beluk dunia sihir secara teori. Dunia sihir yang jelas ditentang oleh Tuhan dalam Alkitab dijadikan tema utama dalam Harry Potter. Itulah yang bikin gerah sebagian kalangan Kristen. Ia membuat anak kecil dan remaja mengenal dunia sihir, menganggap sihir sebagai sesuatu yang keren, dan mengandalkan sihir yang instan buat menyelesaikan masalah.

Tapi yang paling ‘menyesatkan’ dari Potter adalah tak ada Tuhan atau kuasa yang lebih tinggi dari diri sendiri disana. Potter hanya mengandalkan nuraninya dan pilihan pribadinya. Ia menginspirasi anak-anak untuk mengandalkan diri sendiri, bahwa kekuatan ada pada diri sendiri.

Semangat fasisme juga kental dalam Harry Potter. Ada dua ras yang membedakan, ras penyihir yang unggul dan ras muggle (manusia biasa non penyihir) yang lebih rendah dan nggak punya keistimewaan. Dan itu didasarkan pada kelahiran, bukan pilihan. Satu ras menganggap ras lain lebih rendah kastanya. Ini cikal bakal yang bisa memicu kejahatan ras yang pernah terjadi di dunia kayak Klu Klux Klan, Nazi, Tutsi dan Hutu di Rwanda dsb.

Selain itu, adegan yang terlalu menyeramkan dan brutal berserakan disana. Menghisap darah, memotong anggota tubuh, perkelahian, sumpah serapah dengan mantera, dan sebagainya, dikuatirkan mengajarkan hal yang nggak baik bagi imajinasi anak dan remaja.

JURUSELAMAT!
Sementara itu kalangan satunya lagi bilang kalo Potter bisa membuat anak dan remaja mengenal Kristus dan kekristenan. Cerita Harry Potter sarat dengan analogi kekristenan. Mulai dari selamatnya bayi Harry Potter dari kutukan maut Voldemort yang mengingatkan kita pada bayi Yesus yang selamat dari pembantaian Herodes, sampai kepada kematian Harry (dan kebangkitannya kembali) di King’s Cross yang mengingatkan kita pada pengorbanan Yesus di kayu salib. Ia mengorbankan nyawanya agar dunia sihir terlepas dari kutukan sihir Voldemort, tapi kemudian cinta ibunya membuatnya bangkit kembali. Itu adalah simbol parsial kematian dan kebangkitan Yesus untuk menyelamatkan dunia dari kutukan dosa.

J.K. Rowling yang berjemaat di Gereja Scottish Episcopalian juga menyampaikan nilai-nilai kebaikan vs kejahatan, persaudaraan, cinta, kesetiaan, dan persahabatan. Potter mempunyai kasih yang besar, ia tetap mengasihi keluarga Malfoy yang membenci dia, dan kekuatan itulah yang juga mengalahkan Voldemort.

Selain itu, demam Harry Potter udah bikin anak-anak dan remaja rajin membaca dan terinspirasi buat menulis.

JANGAN LEBAY AH!
Nggak usah lebay (berlebihan)! Buat kita (orang Indonesia) Harry Potter hanyalah tokoh khayalan. Apa bedanya sama si Nenek Sihir yang bawa apel beracun dalam dongeng The Snow White? Kenapa Harry Potter dikecam karena dia seorang penyihir sementara Jin Lampu Alladin yang bisa memberikan apapun dengan sihirnya nggak diapa-apain?

Ya memang patut dimaklumi, soalnya Harry menjadi tokoh utama, dan sihir dijadikan cerita utama, dibandingkan penyihir kayak Peri Biru dalam Pinokio, Ibu Peri sihir dalam Cinderella, Gandalf dalam The Lord of The Rings, The Witch dalam Narnia, dan seterusnya. Di Amrik, Harry Potter memang perlu dikuatirkan mengingat budaya mereka akrab dengan wicca, sihir, penyihir, satanisme atau gereja setan. Tapi buat kita gak perlu kuatir karena kita (orang Indonesia) nggak akrab dengan yang namanya sihir dan penyihir seperti yang diceritakan dalam Harry Potter. Dibanding Harry Potter, tokoh fiksi yang perlu dikuatirkan di Indonesia adalah Suster Ngesot atau Pocong dan kawan-kawan karena mereka dipercaya ada oleh kita, atau Jaelangkung karena dimainkan oleh remaja kita. Harry Potter? Ah sama aja kayak Mickey Mouse waktu dia berlagak jadi penyihir Merlin dalam film Fantasia.

TETAP WASPADA
Kamu suka Harry Potter? Gak usah pusing ama kontroversi. Tapi kita harus tetep waspada, karena Harry Potter memang memperkenalkan sihir sebagai sesuatu yang modern en keren sekalipun dalam bentuk fiksi. Ya, Harry memang fiksi, tapi sihir itu nyata.

“Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.” (Wahyu 21:8)

Menurut John Houghton, novel Harry Potter kurang baik dibaca oleh adik-adik kecil kita, hanya cocok buat anak diatas 11 tahun, apalagi mulai seri keempat, cerita Harry Potter makin bertambah ‘gelap’ dengan pertarungan yang baik dan yang jahat. Sebaiknya mereka diperkenalkan dengan cerita fantasi yang lebih ringan dan kental dengan kekristenan seperti The Chronicles of Narnia.

Buat kita, sebelum nonton or baca Harry Potter (atau film sejenis), sebaiknya tanyakan dulu beberapa hal berikut pada diri kita:

– Apakah kita kuat dalam firman Tuhan? Cintai, gali dan dalami Alkitab, sehingga kita tau mana yang bener dan mana yang salah. Nggak terombang-ambing dengan apa yang diceritakan novel/film. Misalnya, sekalipun sihir dijadikan alat kebaikan, firman Tuhan tegas mengatakan hal itu dosa.

– Apakah kita udah menyeleksi film-film yang akan kita tonton? Media (terutama audiovisual/film) akan dengan mudah membentuk pola pikir kita. Baca Matius 13:20-31. Terlalu banyak memasukkan sesuatu yang diragukan kebenarannya akan membuat ‘tanah’ dalam hati kita jadi ‘keras’ sehingga membuat benih firman Tuhan susah tumbuh. Misalnya, ketika ada firman Tuhan yang bertentangan dengan nilai yang disampaikan dalam film, pikiran kita tanpa sadar akan menolaknya.

– Apakah kita udah kritis? Baca Roma 12:2. Renungkan, ambil pelajaran, diskusikan dan pertanyakan apa yang kita tonton. Misalnya, ketika Harry menyelesaikan setiap masalah dengan sihir apakah itu baik buat remaja? Ketika ada adegan memotong tubuh manusia buat dijadiin ramuan sihir itu pantas buat ditonton anak kecil? Dan sebagainya.

– Apakah kita selalu mengandalkan Tuhan lebih dibanding mengandalkan manusia? Baca Yesaya 31:1. Sekalipun Harry dengan kekuatan sihir dalam gen-nya membuat dia suka mengandalkan dirinya sendiri, jangan sampe kita juga ikut mengandalkan diri sendiri. Andalkan selalu Tuhan. (Yeremia 17:5).

– Apakah kita sudah intim dengan Tuhan? Baca Mazmur 25:12. Kalo kita bergaul dengan Tuhan, takut akan Dia, kita gak perlu lagi pusing apakah kita boleh nonton atau nggak. Kita bakalan tau sendiri dan Tuhan akan tunjukkan jalan yang lurus. Kita akan tau apa yang jadi kehendakNya buat kita dan apa yang baik buat kita sesuai firmanNya. Gak perlu lagi memusingkan diri sendiri dengan perkara duniawi.

HARRY PONARI
Taukah kamu, sejarah kelam kekristenan menorehkan kepahitan di kalangan ‘penyihir’ jaman dulu. Ayat di Keluaran 22:18 yang berbunyi “Seorang ahli sihir perempuan janganlah engkau biarkan hidup” pernah disalahtafsirkan dan membuat orang-orang yang ‘dicurigai’ sebagai penyihir dibakar hidup-hidup. Padahal hal itu bukanlah penyelesaian masalah. Yesus datang membawa penyelesaian. Ia membawa keselamatan, bukan hukuman. Penyihir atau orang yang terlibat okultisme bukanlah iblis yang perlu dibunuh, tapi justru untuk diselamatkan.

Selain itu, dunia perlu ‘penyihir-penyihir’. Masih ingat beberapa waktu yang lalu waktu seorang anak kecil bernama Ponari di Jombang, Jateng bikin histeria lantaran buka praktek ‘mujizat kesembuhan’? Massa berbondong-bondong dari segala penjuru karena mereka butuh ‘sihir’ buat menyembuhkan penyakitnya yang udah bikin mereka putus asa. Yesus datang membawa kesembuhan dan mujizat, dan Dia berjanji kalo kita bisa melakukan apa yang pernah Yesus lakukan bahkan lebih besar! Kitalah Harry Potter-Harry Potter-nya Tuhan, kitalah yang seharusnya jadi Ponari-Ponari-nya Tuhan. Menjadi jawaban bagi mereka yang membutuhkan. Menjadi penyembuh, menjadi pahlawan. Dengan begitu, dukun-dukun dan penyihir gak diperlukan lagi.

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu…” (Yohanes 14:12)

SEKILAS CERITA HARRY
Buat kita-kita yang agak-agak gak kenal sama Harry Potter, GF! bakal ceritain sekilas cerita Harry Potter dari awal sampe akhir.

Di dunia yang kita tinggalin sekarang ternyata ada juga penyihir. Para penyihir itu tinggal dengan cara menyamar. Nah, salah satu penyihir itu adalah James sama Lily Potter. Mereka berdua itu termasuk penyihir baik yang mau ngelawan penyihir jahat di bawah pimpinan Lord Voldemort.

Tapi mereka mesti menemui ajalnya di tangan Voldemort. Cuma sebelum mati, Lily sempat kasih mantera yang paling kuat yang bisa melindungi anaknya, Harry, dari serangan Voldemort. Gara-gara mantera Lily ini Harry selamat dari serangan Voldemort en Voldemort sendiri gak jelas nasibnya.

11 taun kemudian Harry udah gede, tapi dia gak pernah tau kalau dia itu penyihir atau cerita masa lalunya. Dia dititipkan ke paman bibinya yang bukan penyihir. Sampe suatu hari Harry dapat undangan buat sekolah di sekolah sihir Hogwarts, yang dulu jadi sekolahan ortunya.

Nah, mulai dari situlah petualangan Harry dimulai. Di Hogwarts dia kenal sama teman-teman barunya, Ron en Hermione. Bertiga mereka terlibat petualangan seru, berusaha menghalangi Voldermort yang berusaha bangkit en menguasai dunia lagi (sebenernya klise banget, ya).

Akhirnya setelah berjatuhan banyak korban selama 7 seri bukunya, Harry ketemu sama musuh besarnya, Voldemort di buku ke-7. Di pertarungan terakhir itu Harry menang. Tamat.

Diambil dari : http://kacamata3d.blogspot.com/2009/08/harry-potter-sesat-or-juruselamat.html

MENABUR dan MENUAI

Posted: 17 September 2009 by hendra Jayalaksana in GET! Article

1.  MENABUR FIRMAN, MENUAI PENGENALAN AKAN TUHAN
Bacalah Ibrani 8:1-13.

Hafalkan:
Tuhan menabur atau menuliskan hukumNya di dalam hati dan akal budi kita.

2.  MENABUR TAKUT AKAN TUHAN, MENUAI HIKMAT

Bacalah Ayub 28:12-28. Untuk berkenan pada Tuhan, maka kita butuh hikmat.

3.  MENABUR ILMU, UNTUK MENUAI KEHENDAK ALLAH

Daniel 1:1-21

Hafalkan:

“Allah mengaruniakan rasa kasih sayang kepada mereka yang melakukan kehendakNya.”

4.  MENABUR GAYA HIDUP, MENUAI MURID SEJATI

II Timotius 3:10-17

Hafalkan:
Ikutilah gaya hidup mentor Anda yang telah menaburkan gaya hidupnya ke dalam diri Anda.

5.  MENABUR KERENDAHAN HATI, MENUAI KEMULIAAN DI HADAPAN ALLAH

Filipi 2:1-11

Hafalkan:
Orang yang tinggi hati akan direndahkan, sedangkan orang yang rendah hati akan ditinggikan.

6.  MENABUR DOA DAN SEDEKAH, MENUAI KUNJUNGAN ILAHI

Kisah Para Rasul 10:1-48

Renungkan:
“Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Tuhan dan mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.”

7.  MENABUR KEBAIKAN HATI, MENUAI BERKAT TUHAN

II Samuel 6:1-22

Renungkan:
Lebih baik menghinakan diri karena Tuhan daripada menyombongkan diri karena manusia.

8.  MENABUR ROTI TIDAK BERAGI, MENUAI KESELAMATAN

Kejadian 19:1-29.

Renungkan:
Jangan pernah berkompromi dengan dosa kalau Tuhan melarang Anda untuk berbuat dosa.

9.  MENABUR DOA, MENUAI PEMULIHAN
Ayub 42:7-17

Hafalkan:
Lakukanlah bagianmu terlebih dahulu dan Tuhan akan melakukan bagianNya.

10. MENABUR IMAN, MENUAI HASIL BERLIPATGANDA

Kejadian 22:1-19.

Hafalkan:
“Janganlah tanggung-tanggung ketika menabur iman kepada Tuhan, karena pasti ada hasilnya.”

11. MENABUR PERNYATAAN IMAN, MENUAI MUKJIZAT TUHAN

Lukas 1:26-45

Hafalkan:
Percayalah sepenuhnya kepada janji Tuhan dan jangan percaya kepada keadaan disekeliling Anda.

12. MENABUR KEANGKUHAN, MENUAI KEMATIAN YANG MENGERIKAN

Yesaya 37:1-38

Hafalkan:
Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.

13. MENABUR INJIL, MENUAI MUKJIZAT MULTIPLIKASI

Markus 16:9-20

Renungkan:
“Janganlah malu memberitakan Injil, karena Injil adalah kuasa Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.”

14. MENABUR RASA TAKUT AKAN ALLAH, MENUAI RUMAH TANGGA BAHAGIA

Keluaran 1:1-22.

Renungkan:
Lebih baik takut kepada Tuhan daripada takut kepada manusia.

15. MENABUR KETAATAAN, MENUAI MUKJIZAT YESUS YANG PERTAMA

Yohanes 2:1-11.

Renungkan:
Ketaatan lebih penting nilainya dari pada korban persembahan.

16. MENABUR PERTOBATAN, MENUAI UMUR PANJANG

Yesaya 38:1-22

Hafalkan:
“Allah yang menyelidiki hati dan menguji batin dapat mengenal kedalaman hati manusia.”

17. MENABUR KESOMBONGAN, MENUAI MURKA ALLAH

Kisah Para Rasul 12:20-23.

Hafalkan:
Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.

(dikutip dari berbagai sumber)^^ God Bless

Sepatu dari Tuhan

Posted: 16 September 2009 by hendra Jayalaksana in GET! Article

Seorang donatur menyumbangkan 20 pasang sepatu untuk anak2 panti asuhan. Ny. Keny yg menerima sumbangan itu & yg akan membagikannya kpd anak2. Puteranya, Billy, yg sangat nakal meminta agar ibunya memberikan sepasang sepatu baru itu kpdnya. Ny. Keny tahu bhw 20 pasang sepatu itu pas buat 20 anak panti asuhan namun krn ia begitu sayang kpd anaknya maka ia memberikan sepasang sepatu baru itu kpd Billy. Namun ia meminta Billy utk memberikan sepatu lama miliknya utk menggantikan sepasang sepatu baru itu yg akan diberikan kpd salah satu anak panti asuhan. Billy memiliki sepatu yg nyaris robek & Ny. Keny sama sekali tdk peduli. Ketika ia membagikan sepatu itu kpd anak2 panti asuhan, anak yg mendptkan sepatu kumal itu menatap sepatu itu sgt lama. Ny. Keny mendekati & berkata, ” Itu sepatu dari Tuhan juga. Justru ini lbh spesial.” Ia tahu bhw sepatu itu beda dengan sepatu lainnya, namun hatinya jujur menerima bhw sepatu itu pemberian Tuhan & pasti sgt spesial. Teman, kejujuran hati anak yg menerima ‘pemberian Tuhan’ itu dg sukacita akhirnya memperoleh hadiah besar. Ia memenangkan lomba lari dg sepatu kumal itu & membuat pasangan suami isteri yg kaya raya mengadopsinya sbg anak. Namun Billy hrs diamputasi krn jatuh saat ia sdg mencoba sepatu barunya dengan bermain skateboard. Segala sesuatu yg berasal dari Tuhan, meskipun kelihatan ‘kumal’, akan selalu indah akhir ceritanya jika kita menerimanya dg rendah hati & jujur menerimanya dg tulus hati. Sebaliknya, ketidakjujuran hanya menghasilkan penyesalan & akibat yg menyakitkan hati. (vlo) ” Bersukacitalah dalam TUHAN & bersorak-soraklah, hai orang2 benar; bersorak-sorailah, hai orang2 jujur!” (Maz 32:11) Doa: Dg segala ketulusan hati, aku menerima semua pemberian-Mu ya Bapa. Amin.

(dikutip dari Renungan bulanan Wanita September 2009)