Archive for the ‘GET! Magz’ Category

GET!Bible: Kitab Imamat

Posted: 13 September 2009 by Christo in GET! Magz, Vol 3. Februari 2009 Etika Pacaran

Kitab Imamat merupakan kitab ketiga dari kitab Taurat. Dalam beberapa bahasa Eropa, kitab ini disebut Leviticus, yang diambil dari bahasa Latin: Liber Leviticus dan dari bahasa Yunani: (το) Λευιτικόν. Dalam bahasa Ibrani, kitab ini disebut wayyikra yang artinya adalah: “Maka dipanggil-Nya”, yang merupakan kata-kata pertama kitab ini.

Kitab ini berisi peraturan-peraturan untuk ibadat dan upacara-upacara agama bangsa Israel di zaman dahulu. Juga untuk para imam (kaum Lewi) yang bertanggung jawab atas pelaksanaannya.

Yang menjadi pokok dalam kitab ini adalah kesucian Tuhan, dan bagaimana manusia harus hidup dan beribadat supaya tetap mempunyai hubungan baik dengan Yahwe, Tuhan Israel.

Setelah mengetahui bahwa Allah Yang Mahakuasa dan Setia merupakan pencipta, pemelihara dunia dan isinya melalui Kitab Kejadian dan mengetahui bahwa Allah selalu setia dan memperhatikan kehidupan umat-Nya melalui Kitab Keluaran, maka di dalam Kitab Imamat Ia memberikan cara-cara persekutuan antara Diri-Nya dengan umat-Nya.  Kitab ini terbagi atas 27 pasal dan merupakan kitab yang ke tiga dari kitab-kitab dalam Perjanjian Lama. Isi kitab Imamat dapat dibagi menjadi dua bagian yakni:

  1. Mengenai peraturan-peraturan tentang persembahan kepada Allah
  2. Peraturan di dalam kehidupan ibadah dalam persekutuan denganNya.

ISI KITAB IMAMAT?
Sebagian besar isinya menyangkut imam-imam bangsa Lewi, tetapi pengulangan kata-kata, “Berbicaralah kepada orang Israel…” menunjukkan bahwa kitab itu juga diperuntukkan bagi semua orang. Kitab itu harus dianggap sebagai bagian dari Pentateukh, lima kitab pertama dari Alkitab. Keluaran menceritakan bagaimana Allah membebaskan bangsa Israel dari Mesir dan membuat perjanjian dengan mereka. Imamat menerangkan bagaimana kehidupan dan penyembahan bangsa perjanjian itu diatur.

SIAPA PENULISNYA?
Tak ada nama penulis disebut dalam Imamat. Sebagian besar bahan tulisan diberikan oleh Allah kepada Musa di Sinai, tetapi kita tidak dapat mengatakan kapan atau oleh siapa semua bahan tulisan itu pada akhirnya disatukan dan disusun.

MENGENAI APA?
Imamat terutama terdiri dari hukum-hukum dan peraturan-peraturan, tetapi terdapat kerangka cerita dan ilustrasi yang menunjukkan bahwa semua peraturan ini cocok dengan sejarah yang sebenarnya. Secara umum kitab itu terbagi atas dua bagian, pasal-pasal mengenai Hari Penebusan Dosa terdapat di bagian tengah. Bagian pertama adalah mengenai pemulihan hubungan dengan Allah — peraturan mengenai korban dan penyucian. Bagian akhir adalah tentang hidup sebagai umat Allah.

HUKUM
Sebagian besar hukum dalam Imamat adalah mengenai upacara keagamaan, tetapi terdapat juga hukum mengenai kebersihan dan sikap moral yang serupa dengan Sepuluh Perintah. Tidak terdapat perbedaan yang nyata antara hukum-hukum yang berbeda-beda itu; semuanya mencerminkan maksud Allah terhadap bangsa Israel dan semuanya harus dipatuhi. Dalam Perjanjian Baru pengorbanan Kristus membawa penyucian yang menyeluruh, oleh karena itu hukum-hukum mengenai korban dan upacara penyucian tidak lagi berlaku. Kendati demikian, semua hukum itu sangat berguna untuk menjelaskan apa arti kematian Kristus bagi kita.

KORBAN
Ada enam korban yang digambarkan dalam Imamat, yang digolongkan ke dalam tiga jenis.
1. KORBAN PERSEMBAHAN. Bertujuan untuk memuliakan Allah dan mempersembahkan diri kepada-Nya.
o korban bakaran: binatang utuh dibakar
o korban sajian: termasuk di dalamnya persembahan bukan binatang
2. KORBAN KESELAMATAN. Tujuannya ialah untuk menjaga hubungan dengan Allah.
o korban perdamaian: sebagian korban dibakar, sisanya dimakan dalam o suatu acara makan bersama
3. KORBAN PENYUCIAN. Tujuannya untuk menghapus dosa dan memperbarui hubungan dengan Allah.
o korban penghapus dosa: untuk dosa-dosa terhadap Allah
o korban penebus salah: di mana ada ganti rugi yang harus dibayar
o korban pentahbisan: bagi para imam

Ajaran-ajaran Utama dalam Kitab Imamat

1. Pasal 1-17 : Peraturan tentang persembahan-persembahan

Pasal 1-7

Bagian ini menjelaskan tentang persembahan-persembahan, yang

terdiri dari persembahan sebagai pujian dan pengabdian.

Pasal 8-10

Bagian ini menjelaskan tentang orang-orang khusus yang ditunjuk sebagai imam-imam yang melayani persembahan-persembahan tersebut.

Pasal 11-17

Bagian ini menjelaskan tentang cara-cara menguduskan tubuh.

2. Pasal 18-27 : Peraturan tentang kehidupan dan ibadah

Pasal 18-22

Bagian ini menjelaskan kudusnya perkawinan, kudusnya hidup, kudusnya umat Tuhan dan kudusnya para imam dan ibadah.

Pasal 23-24

Pada pasal-pasal ini dijelaskan tentang ibadah-ibadah yang harus dilakukan tiap hari. Dan juga tentang perlengkapan ibadahnya.

Pasal 25-27

Pada pasal-pasal ini dijelaskan tentang apa yang dimaksud dengan Tahun Sabat dan Tahun Yobel. Dan juga tentang berkat dari Allah dan Nazar kepada Allah.

Garis Besar Kitab Imamat

Bagian I : Peraturan tentang Persembahan-Persembahan

[1] PERSEMBAHAN (Im 1:1-6:23)

Im 1:1-17 Korban bakaran

Im 2:1-16 Korban sajian

Im 3:1-17 Korban perdamaian

Im 4:1-5:13 Korban penghapus dosa

Im 5:14-6:7 Korban penebus salah

Im 6:8-18 Petunjuk-petunjuk bagi para imam

Im 6:19-23 Korban pentahbisan

[2] APA YANG PERLU DIKETAHUI OLEH PARA IMAM (Im 6:24-7:38)

Im 6:24-30 Korban penghapus dosa — bagian para imam

Im 7:1-8 Korban penebus salah — bagian para imam

Im 7:9-10 Korban sajian — bagian para imam

Im 7:11-21 Korban perdamaian — peraturan cara memakan

Im 7:22-27 Larangan memakan lemak dan darah

Im 7:28-38 Korban perdamaian — bagian para imam

[3] PENGANGKATAN PARA IMAM (Im 8:1-10-20)

Im 8:1-36 Upacara pentahbisan

Im 9:1-24 Persembahan korban

Im 10:1-7 Dosa anak-anak Harun

Im 10:8-11 Larangan minum bagi para imam yang sedang bertugas

Im 10:12-20 Korban penghapus dosa

[4] KEBERSIHAN DAN KENAJISAN (Im 11:1-15:33)

Im 11:1-47 Binatang yang halal dan haram

Im 12:1-8 Pentahiran sesudah melahirkan anak

Im 13:1-46 Penyakit kulit — diagnosa dan apa yang harus dilakukan

Im 13:47-59 Kelapukan pada pakaian

Im 14:1-32 Upacara pembersihan sesudah sembuh dari penyakit kulit

Im 14:33-57 Kelapukan pada rumah

Im 15:1-33 Kenajisan lelehan manusia

[5] HARI RAYA PENGHAPUSAN DOSA (Im 16:1-34)

Im 16:1-11 Penyucian imam besar

Im 16:12-19 Penyucian Kemah Suci

Im 16:20-28 Penyucian bangsa Israel

Im 16:29-34 Upacara diulangi tiap-tiap tahun

[6] HIDUP ADIL DAN SUCI (Im 17:1-22:33)

Im 17:1-9 Semua persembahan diperuntukkan bagi Allah

Im 17:10-16 Darah adalah kudus

Im 18:1-30 Hubungan yang dilarang

Im 19:1-37 Peraturan kehidupan — kasihilah sesamamu

Im 20:1-27 Peraturan kehidupan — jadilah suci

Im 21:1-22:16 Kesucian para imam

Im 22:17-33 Persembahan yang diterima

[7] PERATURAN KEHIDUPAN BANGSA (Im 23:1-25:55)

Im 23:1-44 Hari Sabat dan hari-hari raya keagamaan

Im 24:1-9 Kebaktian umum di Kemah Tuhan

Im 24:10-23 Dosa dan hukuman — contoh

Im 25:1-7,18-24 Tahun ketujuh — dilarang bercocok tanam

Im 25:8-17,25-55 Tahun kelima puluh — tahun Yobel

[8] RINGKASAN DAN KESIMPULAN (Im 26:1-27:34)

Im 26:1-13 Ketaatan akan membawa berkat

Im 26:14-39 Ketidaktaatan akan membawa hukuman

Im 26:40-46 Pertobatan akan membawa pengampunan

Im 27:1-34 Peraturan mengenai nazar dan persembahan

PESAN

1. Allah hadir di tengah-tengah umat-Nya (Im 1:1-6:7; 18:1-22:16)
o Dalam penyembahan: semua persembahan dan upacara berlangsung “di hadapan Allah”
o Dalam kehidupan sehari-hari: Allah selalu hadir dan segala sesuatu harus dilakukan dalam terang kehadiran-Nya

2. Allah itu kudus, karenanya umat-Nya pun harus kudus (Im 11:44, 45; 19:2; 20:7,8,24-26)
Karakter umat harus mencerminkan karakter Allah. Sepanjang menyangkut umat Allah, yang dimaksud dengan kekudusan ialah menjauhkan segala kenajisan, mempersembahkan korban dan mematuhi semua peraturan.

3. Dosa harus diakui (Im 1:1-7:38; 11:1-15:33)
Oleh karena Allah itu kudus, Dia tidak dapat berhubungan dengan segala yang berdosa dan najis. Dengan demikian, apabila manusia ingin mengadakan hubungan dengan Allah ia terlebih dahulu harus bersih dari segala macam kenajisan.

4. Penebusan dosa memerlukan sorban (Im 1:4; 14:29-31; 16:1-34)
Dosa adalah hal yang serius; menghapusnya bukanlah hal yang mudah. Jika manusia ingin disucikan dari dosa dan menjadi layak di hadapan Allah, maka ada korban yang harus dipersembahkan. Korban ini “menciptakan penebusan” yang membebaskan si pendosa dari kematian yang layak diterimanya. Namun Imamat menjelaskan bahwa bukan korban yang memberikan pengampunan dan penyucian, melainkan karunia Allah.

5. Allah menaruh perhatian pada seluruh aspek kehidupan (Im 18:1-22:16)
Imamat tidak melulu berbicara mengenai penyembahan. Ada peraturan mengenai makanan dan minuman, sakit penyakit, pakaian, rumah, hasil panen, hubungan kekeluargaan dan kondisi kerja. Setiap aspek kehidupan harus dijalani sedemikian rupa, sehingga mencerminkan sifat-sifat Allah.

Penerapan

1. Rencana Allah bagi suatu bangsa yang kudus
Peraturan-peraturan yang Allah berikan kepada bangsa Israel menunjukkan kepada kita sifat-sifat dan kehendak Allah dan memberikan patokan-patokan yang masih berlaku sampai saat ini.
o Allah harus ditaati (Im 17:2)
o Hanya Allah yang boleh disembah dan dilayani (Im 17:3-9; 20:1-5)
o Kehidupan kekeluargaan harus dijaga (Im 18:6-19:2; 20:10-21)
o Orang miskin harus dibantu (Im 19:9, 10)
o Keadilan sangat penting dalam semua transaksi dagang (Im 19:11-23, 33-37)
o Hindari ilmu gaib dan sihir (Im 19:26-31; 20:6, 27)
o Pemberian Allah harus disyukuri dan dirayakan (Im 23:1-44)
o Tidak seorang pun boleh menumpuk kekayaan dengan merugikan orang lain (Im 25:8-55)

2. Arti korban dan penebusan
Imamat menjelaskan mengenai sarana-sarana yang diberikan Allah untuk memerangi dosa dan menolong kita untuk mengerti ajaran Perjanjian Baru tentang korban dan ganti korban. Pasal 16 kitab Imamat, mengenai Hari Raya Penghapusan dosa, menjelaskan pokok-pokok berikut:
o Allah itu kudus dan tidak kompromi terhadap dosa.
o Dosa memisahkan manusia dari Allah.
o Jika ingin bersekutu dengan Allah, dosa harus disingkirkan.
o Untuk itu darah harus tertumpah. Upah dosa adalah maut.
o Korban harian saja tidaklah cukup.
o Bahkan Hari Penghapusan dosa perlu diulang setiap tahun.
o Para imam, Kemah Suci dan manusia — semuanya perlu disucikan.
o Korban dapat menghapuskan akibat dosa.
o Persekutuan dengan Allah diperbarui, walaupun hanya sementara
o Hari Penghapusan dosa merupakan karunia Allah, suatu anugerah dan bukan hak mutlak.

Kesimpulan

  1. Allah melalui Kitab Imamat memberi jalan kepada umat-Nya untuk mengetahui kehendak-Nya.
  2. Allah melalui Kitab Imamat mengajarkan kepada umat-Nya untuk memberikan persembahan, sebagai tanda ketaatan dan pengucapan syukur atas pemeliharaan-Nya.
  3. Allah yang Mahakudus melalui Kitab Imamat mengajarkan kepada umat-Nya untuk hidup di dalam kekudusan sebab Ia sebagai sesembahan adalah kudus.
  4. Allah yang memilih umat-Nya melalui Kitab Imamat mengajarkan kepada umat-Nya untuk beribadah atau berhubungan dengan-Nya sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya.

Pada zaman modern ini, hari Valentine didominasi oleh hati berwarna pink dan yang dipanah oleh Cupid. Padahal asal-usul perayaan ini justru sangat berbeda jauh dengan simbol-simbol cinta ini. Valentine sebenarnya adalah seorang biarawan Katolik yang menjadi martir. Valentine dihukum mati oleh kaisar Claudius II karena menentang peraturan yang melarang pemuda Romawi menjalin hubungan cinta dan menikah karena mereka akan dikirim ke medan perang.
Ketika itu, kejayaan kekaisaran Romawi tengah berada di tengah ancaman keruntuhannya akibat kemerosotan aparatnya dan pemberontakan rakyat sipilnya. Di perbatasan wilayahnya yang masih liar, berbagai ancaman muncul dari bangsa Gaul, Hun, Slavia, Mongolia dan Turki. Mereka mengancam wilayah Eropa Utara dan Asia. Ternyata wilayah kekaisaran yang begitu luas dan meluas lewat penaklukan ini sudah memakan banyak korban, baik dari rakyat negeri jajahan maupun bangsa Romawi sendiri. Belakangan mereka tidak mampu lagi mengontrol dan mengurus wilayah yang luas ini.
Untuk mempertahankan kekaisarannya, Claudius II tak henti merekrut kaum pria Romawi yang diangap masih mampu bertempur, sebagai tentara yang siap diberangkatkan ke medan perang. Sang kaisar melihat tentara yang mempunyai ikatan kasih dan pernikahan bukanlah tentara yang bagus. Ikatan kasih dan batin dengan keluarga dan orang-orang yang dicintai hanya akan melembekkan daya tempur mereka. Oleh karena itu, ia melarang kaum pria Romawi menjalin hubungan cinta, bertunangan atau menikah.
Valentine, sang biarawan muda melihat derita mereka yang dirundung trauma cinta tak sampai ini. Diam-diam mereka berkumpul dan memperoleh siraman rohani dari Valentine. Sang biarawan bahkan memberi mereka sakramen pernikahan. Akhirnya aksi ini tercium oleh Kaisar. Valentine dipenjara. Oleh karena ia menentang aturan kaisar dan menolak mengakui dewa-dewa Romawi, dia dijatuhi hukuman mati.
Di penjara, dia bersahabat dengan seorang petugas penjara bernama Asterius. Petugas penjaga penjara ini memiliki seorang putri yang menderita kebutaan sejak lahir. Namanya Julia. Valentine berusaha mengobati kebutaannya. Sambil mengobati, Valentine mengajari sejarah dan agama. Dia menjelaskan dunia semesta sehingga Julia dapat merasakan makna dan kebijaksanannya lewat pelajaran itu.
Julia bertanya, “Apakah Tuhan sungguh mendengar doa kita?”
“Ya anakku. Dia mendengar setiap doa kita.”
“Apakah kau tahu apa yang aku doakan setiap pagi? Aku berdoa supaya aku dapat melihat. Aku ingin melihat dunia seperti yang sudah kau ajarkan kepadaku.”
“Tuhan melakukan apa yang terbaik untuk kita, jika kita percaya pada-Nya,” sambung Valentine.
“Oh, tentu. Aku sangat mempercayai-Nya,” kata Julia mantap. Lalu, mereka bersama-sama berlutut dan memanjatkan doa.
Beberapa minggu kemudian, Julia masih belum mengalami kesembuhan. Hingga tiba saat hukuman mati untuk Valentine. Valentine tidak sempat mengucapkan perpisahan dengan Julia, namun ia menuliskan ucapan dengan pesan untuk semakin dekat kepada Tuhan. Tak lupa ditambahi kata-kata, “Dengan cinta dari Valentin-mu” (yang akhirnya menjadi ungkapan yang mendunia). Ia meninggal 14 Februari 269. Valentine dimakamkan di Gereja Praksedes Roma.
Keesokan harinya , Julia menerima surat ini. Saat membuka surat, ia dapat melihat huruf dan warna-warni yang baru pertama kali dilihatnya. Julia sembuh dari kebutaannya.
Pada tahun 496, Paus Gelasius I menyatakan 14 Februari sebagai hari peringatan St. Valentine. Kebetulan tanggal kematian Valentine bertepatan dengan perayaan Lupercalia, suatu perayaan orang Romawi untuk menghormati dewa Kesuburan Februata Juno. Dalam perayaan ini, orang Romawi melakukan undian seksual! Caranya, merka memasukka nama ke dalam satu wadah, lalu mengambil secara acak nama lawan jenisnya. Nama yang didapat itu menjadi pasangan hidupnya selama satu tahun. Lalu pada perayaan berikutnya mereka membuang undi lagi.
Rupanya Paus tidak sreg pada cara perayaan ini. Karena itulah, gereja sedikit memodifikasi perayaan ini. Mereka memasukkan nama-nama santo dalam kotak itu. Selama setahun setiap orang akan meneladani santo yang tertulis pada undian yang diambilnya.

Nama Valentine lalu diabadikan dalam festival tahunan ini. Di festival ini, pasangan kekasih atau suami istri Romawi mengungkapkan perasaan kasih dan cintanya dalam pesan dan surat bertuliskan tangan. Di daratan Eropa tradisi ini berkembang dengan menuliskan kata-kata cinta dan dalam bentuk kartu berhiaskan hati dan dewa Cupid kepada siapapun yang dicintai. Atau memberi perhatian kecil dengan bunga, coklat dan permen.
Di zaman modern, kebiasaan menulis surat dengan tangan diangap tidak praktis. Lagipula, tidak setiap orang bisa merangkaikan kata-kata yang romantis. Lalu muncullah kartu valentine yang dianggap lebih praktis. Kartu Valentine modern pertama dikirim oleh Charles seorang bangsawan Orleans kepada istrinya, tahun 1415. Ketika itu dia mendekam di penjara di Menara London. Kartu ini masih dipameran di British Museum. Di Amerika,Esther Howland adalah orang pertama yang mengirimkan kartu valentine. Kartu valentine secara komersial pertama kali dibuat tahun 1800-an.
Sayangnya dari hari ke hari, perayan Valentine telah kehilangan makna yang sejati. Semangat kasih dn pengorbanan St. Valentine telah dikalahkan oleh komersialisasi perayaan ini. Untuk itulah kita perlu mengembalikan makna perayaan ini, seperti dalam 1 Yohanes 4:16: “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia”

Sumber: http://crosswalk.com/faith/ministry_articles/guestcolumns/509916.html;http://www.christianitytoday.com/ct/2000/107/11.0.html;Koran Tempo; majalah Hidup.

http://www.sabdaspace.com/asal_usul_perayaan_valentine

GET! Friends…topik tentang Berpacaran kalo dibahas di kalangan remaja memang ga akan pernah ada habisnya ya …

Sekarang kita mau lihat nih apa kata remaja sekarang tentang pacaran….?

Dan…apa aja akibat dosa dalam pacaran… Apa kata Alkitab tentang pacaran…? Dan bagaimana tips berpacaran ala anak Tuhan!

Yuk kita lihat…apa aja kata remaja tentang hubungan pacaran mereka..

“Saya takut bertengkar dengan dia..takut menanyakan hal-hal yang tidak dia sukai”

“Setiap kali bertemu kami selalu mencari acara keluar..atau kami ingin selalu deketan aja..”

“Saya takut dia akan meninggalkan saya..jika saya menuntut kebenaran yang saya yakini..saya taku ditinggalkan..”

“Saya tidak keberatan atas kebiasaannya, wataknya ato bahkan jalan pikirannya asalkan dia tetap mencintai saya..”

Nah sebenarnya pacaran itu…

Pacaran adalah proses peralihan

Proses peralihan dari Subjective Love ke Objective Love

Yang dimaksud Subjective love adalah memanipulasi cinta dalam bentuk pemberian yang dipaksakan sesuai dengan kemauan dan tugas dari si pemberi tanpa mikirin apa yang sebenernya dibutuhkan ama si penerima. Kasih yang seperti ini ga bisa menjadi dasar dalam berpacaran, apalagi pernikahan. Karena masa berpacaran sebenernya adalah masa yang efektif untuk mematikan sinful nature (natur dosa) dan mengubahnya menjadi kasih yang objektif..yaitu memberi sesuai dengan apa yang baik dan betul-betul dibutuhkan si penerima.

Proses peralihan dari Envious Love ke Jealous love
Yang dimaksud Envious adalah kecemburuan yang negatif..yang maunya mengambil dan merebut apa yang bukan haknya. Beda dengan Jealous yang adalah kecemburuan yang positif dan menuntut hal yang memang adalah haknya, makanya ga heran dalam Keluaran 20:5 dibilang bahwa Allah adalah Allah yang cemburu, karena Israel memang adalah milik-Nya, Allah cemburu dan merebut israel kembali kepada-Nya.

Proses Peralihan dari Romantic Love ke Real Love

Romantic Love adalah kasih yang ga realistis..kasih yang hanya dalam mimpi..ga jarang para remaja dan pemuda terjerat dalam Romantic Love yang cuma untuk menikmati hidup sepuasnya tanpa mencoba mikirin realitasnya..

Proses peralihan dari Activity Love ke Dialog Center

Isi dan pusat pacaran tidak lain daripada aktivitas..bisa nonton, jalan-jalan..makan..dan lainnya, jadi mau pacaran sepuluh tahun juga tetap menjadi 2 pribadi yang tidak saling mengenal.. Seharusnya meskipun ga dilarang jalan-jalan..nonton atau makan..,pusatnya harus pada dialog interaksi antara dua pribadi secara utuh1. Jadi hasilnya adalah pengenalan yang mendalam

Proses peralihan dari Sexual Oriented ke Personal Oriented

Pacaran bukanlah saat untuk berlatih melampiaskan kebutuhan sexual..tapi sekali lagi orientasi kepada pengenalan pribadi yang mendalam..,bagaimana kedewasaan rohaninya..

Akibat Dosa dalam berpacaran…

Ada 2 akibat yang akan terjadi jika dalam berpacaran sampai jatuh dalam dosa, selain perasaan berdosa di hadapan Tuhan.. perasaan kecewa dan ga terlupakan menjadi siksaan batin bagi tiap orang yang melanggar kekudusan berpacaran. Karena tentunya dosa itu dilakukan dengan tidak bebas..sembunyi-sembunyi.. dan takut diketahui oleh orang lain..dan pada akhirnya justru ngerasa bersalah..2 akibat itu adalah:

  1. Akibat Langsung

Bagi perempuan..akan ada perubahan perasaan, kalo sebelumnya dia sangat mencintai pacarnya..(meskipun sebagian besar cintanya eros) setelah berbuat dosa, cintanya berkurang..bahkan malah bisa membenci..dan bisa aja bencinya makin banyak daripada cintanya. Alkitab menggambarkan hal ini dalam 2 Samuel 13:1-17.

2.   Akibat jangka panjang

Dari perbuatan dosa itu ada dua kemungkinan lagi yang memiliki peluang terjadi:

  1. Hubungan mereka akan putus, karena kehilangan penghargaan dan timbul kebencian..kemungkinan hubungan mereka akan putus, dan hal ini lebih besar kemungkinannya jika keduanya masih remaja. Lalu jika hubungan itu putus, dapat dipastikan bahwa pihak perempuan yang tentunya menanggung kerugian.
  2. Hubungan tersebut dianjutkan sampai menikah, perbuatan dosa dalam masa pacaran akan sangat membekas terutama bagi perempuan terutama jika dia menjalani hubungan dengan pria lain di masa nanti, karena tentunya dia harus jujur kepada pria tersebut. Dan dibutuhkan kedewasaan ekstra untuk pria tersebut untuk menerima keadaan pasangannya. Jika resiko ini tidak dapat ditanggung pihak perempuan, mungkin saja dia memilih untuk tidak menikah (padahal itu bukanlah panggilannya untuk tidak menikah)

Berikut ini ada beberapa pesan Alkitab yang akan menolong temen2 untuk memutuskan apa yang pantas dan apa yang tidak pantas dalam berpacaran..

  • 1 Kor 6:18 : “Jauhkanlah dirimu dari percabulan!”

Jangan menciptakan situasi yang mengundang dosa seksual..dengan kata lain jangan mencobai diri sendiri dengan kecerobohan kita

  • 1 Kor 15:33 : “Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan baik”

Jangan merubah pandangan atau prinsip hidup hanya untuk sepakat atau menyenangkan pacarmu..

  • Matius 5:28 : “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya sudah berzinah dengan dia dalam hatinya.”

Sadarilah bahwa dosa timbul dari hati..

Apakah yang Alkitab katakan bagi orang yang sudah jatuh dalam dosa?

  • Tuhan itu pengampun… 1 Yohanes 1:9 berkata jika kita mengakui dosa kita maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita, dan menyucikan kita dari segala kejahatan, maka kita dapat memulai sesuatu yang baru dengan Tuhan
  • Tapi hal diatas ga boleh membuat kita seenaknya berbuat dosa, itu namanya mencobai Tuhan…karena Tuhan itu Kudus dan Tuhan tau pertobatan yang sejati dan manakah pertobatan yang tidak tulus dan hanya mempermainkan-Nya.

Kata Alkitab ttg Pacaran…

Alkitab membukakan kita realitas kehidupan tanpa menutup-nutupinya..termasuk tentang hal berpacaran, Alkitab memberikan pegangan yang jelas untuk membimbing kita dalam membuat keputusan mengenai hal berpacaran, simak baik-baik deh..

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Amsal 4:23)

Alkitab bilang agar kita berhati-hati dalam memberikan atau menyampaikan kasih sayang kita, karena hati kita mempengaruhi segala sesuatu dalam hidup kita.

Janganlah kamu sesat : Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan baik” (1 Korintus 15:33)

Remaja memang cenderung bergaul dengan berkelompok

Dan sadar ato tidak kita cenderung menjadi seperti teman-teman

sepergaulan kita, dan termasuk mmpengaruhi bagaimana

kita menjalani relasi dengan orang lain termasuk pacar..

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? (2 kor 6:14)

Meskipun temenan ama yang ga seiman ga dilarang..tetapi untuk urusan orang yang disimpan di hati..haruslah orang percaya yang sudah dewasa yang merupakan orang yang takut akan Tuhan, orang yang cinta pada Tuhan, tentu tahu harus bagaimana mengasihi kita^^

Coba GET! Friends baca 1 Kor 13:4-7 yang mendeskripsikan cinta yang sesungguhnya..tanyakan pertanyaan tersebut pada hatimu..

Apakah kalian sabar satu sama lain?

Apakah kalian baik satu sama lain?

Apakah kalian saling cemburu?

Apakah ada kerendah-hatian di antara kalian?

Apakah kalian menghindari sikap kasar dalam memperlakukan pasangan?

Apakah kalian menghindari sikap saling mementingkan diri sendiri?

Apakah kalian mudah marah terhadap satu sama lain?

Apakah kalian tidak suka mengingat kesalahan pasangan di masa lalu?

Apakah kalian saling jujur sama lain?

Apakah kalian saling melindungi?

Apakah kalian saling mempercayai?

Kalo jawaban kalian “ya” untuk semua pertanyaan, artinya berdasar 1 kor 13 kalian sungguh-sungguh mengasihi satu sama lain..tapi, kalo ada jawaban tidak…mungkin kalian harus mendiskusikan hal-hal di atas..

Gimana berpacaran ala anak Tuhan.??

Berpacaran, bukanlah sekedar mengisi waktu luang…kita harus memahami bahwa berpacaran adalah masa persiapan menuju pernikahan. Oleh karena itu pengenalan pribadi adalah masalah keharusan. Beberapa hal primer yang harus kita pertimbangkan adalah:

  • Imannya

Benar ga dia orang beriman? Udah lahir baru belum? Dia takut pada Tuhan ga?

  • Kematangan Pribadinya

Apakah dia dapat menyelesaikan konflik dengan baik? Apakah dia dapat menghormati orang tua? Dan apakah dia dapat menghargai pendapat orang lain yang berbeda dengannya?

  • Temperamennya

Apakah dia dapat menerima dan memberi nasihat orang lain dengan sehat? Apakah dia dapat membina komunikasi di lingkungan yang baru dengan baik? Apakah emosinya cukup stabil?

  • Tanggung jawabnya

Apakah dia konsisten dan dapat menunjukkan tanggungjawabnya, baik dalam studi..pelayanan..manajemen keuangannya..?

Resep Pacaran ala anak Tuhan

Bahan Dasar:

1 pak kasih Kristus

1 mangkuk besar Firman Tuhan

1 pak doa

Bahan untuk isi:

1 pria dan 1 wanita, pilih dengan bijak

1 gelas kasih sayang murni

2 sendok komitmen

2 sendok komunikasi

1 butir kesamaan visi

1 potong restu keluarga

Rasio dan emosi secukupnya

Bahan untuk Toping

Humor segar, pelayanan bersama

Pergi bareng secukupnya

Telepon2 juga sesuai kebutuhan

Cara membuat

  1. Untuk dasar : kocok lepas Kasih kristus sampai mengembang, tambahkan Firman Tuhan dan doa, aduk sampai rata dan tidak lengket.
  2. Untuk isi : Cuci bersih hati pria dan wanita, buang semua hal kotor dari hati dan pikirannya. Rendam dalam kasih sayang yang murni hingga menyerap ke dalam.
  3. Sesudah menyerap, tambahkan kesamaan visi dan restu keluarga, bubuhkan rasio dan emosi.
  4. Sebagai bahan pengawet alami, tambahkan komitmen dan komunikasi aduk rata.
  5. Untuk toping : campurkan semua
  6. Siapkan loyang, alasi dindingnya dengan bahan dasar, masukkan ke dalamnya bahan isi..taburi atasnya dengan kegiatan pelayanan dan humor segar, pergi bareng dan telepon secara merata
  7. Panggang dengan api sedang sampai berwarna kecoklatan dan mengeluarkan bau yang harum
  8. Siap disajikan.

Lama persiapan

Minimal 3 bulan…jadi tidak ada yang instan..(liat… suka…langsung tembak..) tapi wajib lewat masa pergumulan dan doakan bersama!

Daya tahan

Pasti awet deh..!

Pesan sebelumnya

  1. Berdoalah senantiasa (1 Tes 5:17), terutama saat berpacaran
  2. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu (Ef 5:20), saling sharing apakah yang membuat kalian bersyukur pada Tuhan.
  3. Lakukan segala sesuatu berdasarkan iman (Rm 14:23), setiap yang diperbuat harus ingat tanggung jawab langsung pada Tuhan
  4. Dirimu dan dirinya adalah bait Roh Kudus, jadi dirimu bukanlah milikmu sendiri..apalagi milik pacarmu..karena kamu sudah dibayar lunas oleh darah kristus, jadi muliakanlah Tuhan dengan tubuhmu, 1 Kor 6:19-20

Salam kasih,

Ev. Melia Kristina

GET!Faith: Kelima Sola

Posted: 13 September 2009 by Christo in GET! Magz, Vol 3. Februari 2009 Etika Pacaran

Kelima Sola…..apa pentingnya buat remaja?

Gerakan reformasi (491 tahun lalu) oleh Martin Luther, melahirkan empat prinsip / semboyan gerakan Reformasi Gereja, menjadi prinsip dari Gereja Reformed, yaitu:

Sola Gratia (hanya melalui anugerah manusia yang berdosa dapat diselamatkan, bukan melalui perbuatan baik)

Sola Fide (hanya melalui iman yang merupakan anugerah Allah, manusia dapat dibenarkan, bukan melalui perbuatan baik)

Sola Scriptura (hanya melalui Alkitab, manusia dapat mengenal Allah dan Firman-Nya)

Soli Deo Gloria (segala puji, hormat dan kemuliaan hanya bagi nama Allah Trinitas)

Keempat semboyan di atas berpusat pada Solus Christus (=hanya Kristus saja).

Sola Scriptura

Apa pentingnya???Wah, Penting banget!! Semua orang perlu tau dan kenal siapa sebenarnya Tuhan yang mereka sembah…termasuk remaja, nah gimana caranya…satu-satunya cara gimana remaja bisa kenal dengan benar dan pasti siapa Tuhan-nya dengan jelas hanya melewati Alkitab…

coba aja bayangkan gimana kenal Allah kalo baca Alkitab aja ogah-ogahan, seperti beberapa remaja berikut ini…:

Suatu sekolah bermaksud mengadakan uji pengetahuan Alkitab terhadap anak-anak muda zaman ini. Untuk itu, dibuatnya suatu test bagi siswa-siswi sekolah itu. Salah satu pertanyaan adalah, “Siapakah tokoh Alkitab yang ditelan ikan dan hidup selama beberapa hari di perutnya?” Dan kebanyakan jawaban dari para remaja itu adalah …. “Pinokio”

Dari jawaban itu kita bisa tau kalo Pengetahuan Alkitab mereka sedikit sekali. Allah sebenarnya berkenan untuk dikenal oleh anak-anak-Nya dan karena Itu-lah Allah menyatakan diri-Nya dalam Alkitab… Phillip Brooks, menyebut Alkitab itu sebagai sebuah teleskop, menurutnya bila seseorang melihat  melalui teleskop, dia akan melihat dunia luas di sana, tetapi kalo hanya melihat pada teleskopnya, dia hanya melihat teleskopnya itu…begitu juga melalui Alkitab kita bisa lebih mengenal lebih jauh tentang Allah melalui Firman-Nya.

Paulus mengakui bahwa tulisan yang dituliskannya adalah perintah Tuhan (1 Korintus 14:37).  Dalam Alkitab terdapat tiga ribu delapan ratus pernyataan “Allah berfirman”, atau “Demikianlah Firman Allah”[1]. Jadi, kita ga perlu ragu lagi bahwa yang kita baca dari Alkitab adalah Firman Allah.

Dari Alkitab kita bisa mengetahui Allah, mengenal karakter Allah, tujuan dan rencana Allah, dan bahkan kehendak Allah. Allah kita adalah Allah yang mahatau..Allah ga pernah panik atau terkejut dan kemudian merubah rencana-Nya karena suatu kejadian atau keputusan manusia, karena masa depan bukanlah suatu misteri bagi Allah. Bahkan sepanjang sejarah kehidupan manusia terus berjalan dalam ketetapan Allah  yang sudah ditetapkan sebelumnya (lihat 2 Tawarikh 25:14-23; Mazmur 33:6-12; Yesaya 14:24-27; 23:1-9; yeremia 49:20-22; 50:45-46; Kisah Para Rasul:2:23).[2]

Jika segala sesuatu bekerja dalam ketetapan Allah, apakah Allah membatasi kehendak manusia? Atau justru kehendak manusia yang membatasi kehendak Allah? Jika seandainya terjadi kontradiksi antara kehendak  Allah dan manusia, kehendak siapakah yang akan menang? Tentang hal ini GET! Friends…Alkitab sudah jelas menegaskan jawabannya, dalam Daniel 4:24-37; Yohanes 6:38-40; Roma 1:10; 9:9-21; 1 Korintus 1:1; 2 korintus 1:1; Efesus 1:1; Kolose 1:1. Seperti yang kita ketahui sebelum ini, Allah adalah Mahatau, dan mengetahui segala kemungkinan dari masa depan atau apapun perkara di masa yang akan datang. Pengetahuan Allah adalah pasti dan tidak berubah, demikian juga pengetahuan-Nya untuk masa depan. Untuk segala isu yang membingungkan pikiran kita, dapat kita jawab dengan Alkitab (2 Korintus 11:11.) Alkitab dengan sederhana mengatakan kepada kita bahwa tidak ada sesuatu pun terjadi tanpa ada rencana ilahi di dalamnya (Roma 8:28; 9:10-13; Ayub 42:1-2; Amsal 16:4; Yesaya 19:12, 17). Dalam Ibrani 6:17 Alkitab mengatakan bahwa rencana Allah tidak akan dapat berubah. Katidak-berubahan rencana Allah ini kembali lagi membawa kita kepada ketidakbersalahan, kesempurnaan dan ketelitian rencana Allah.[3]

Kalo pada masa Luther, terjadi penyelewengan oleh gereja-gereja dan pengajaran yang tidak sesuai  diantaranya: [4] pandangan Naturalis, yang menganggap bahwa para penulis Alkitab hanyalah manusia yang mempunyai kemampuan luar biasa. Dan adanya Iluminasi Spiritual, yang lebih mengistimewakan penulis Alkitab daripada “wahyu Allah”.[5] Suatu penyelewengan yang dilakukan oleh gereja Katolik Roma yang memicu lahirnya reformasi adalah gereja yang menekankan bahwa Paus atau konsili gerejawilah yang memiliki otoritas untuk menafsirkan Alkitab. Sampai zaman Reformasi, Orang awam biasa tidak dapat mengerti Alkitab karena Alkitab hanya terdapat dalam bahasa asli, dan jemaat tidak didorong untuk Alkitab. Sehingga jemaat jelas bergantung sepenuhnya pada penafsiran gereja yang bersifat otoritatif. Pengajaran Alkitab dikomunikasikan kepada orang-orang Kristen hanya melalui perantaraan Paus, konsili, atau pastor. Dalam situasi seperti ini bagaimana orang bisa lebih mengerti dan mengenal Allah, sedangkan membaca Alkitab saja mereka tidak bisa.

Para Reformator sangat menekankan asumsi bahwa Allah yang hidup berbicara kepada umat-Nya secara langsung melalui Alkitab. Karena itu orang Kristen harus didorong untuk membaca Alkitab. Alkitab harus diterjemahkan kedalam bahasa umum. Luther, sangat menekankan hal ini, sehingga ia menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman. Bagi teolog-teolog abad pertengahan dan gereja Roma Katolik, Alkitab ialah karya-karya yang tercakup dalam Vulgata.[6] Di dalamnya terdapat tambahan kitab-kitab yang sering disebut kitab-kitab Apokrifa, yang tidak terdapat dalam PL bahasa Ibrani. Para Reformator tidak setuju dengan adanya tambahan tersebut, merasa perlu mempersoalkan penilaian ini. Menurut mereka, tulisan-tulisan PL yang dapat diakui untuk masuk ke dalam kanon[7] Alkitab hanyalah yang asli terdapat di dalam Alkitab Ibrani. Mengapa para Reformator sangat menjunjung tinggi otoritas Alkitab? Jawabannya sederhana sekali: karena Alkitab adalah firman Tuhan, maka Alkitab dengan sendirinya memiliki kewibawaan atau otoritas.

Otoritas Alkitab berakar dan berdasarkan pada fakta bahwa Alkitab diberikan melalui inspirasi Allah sendiri (2Tim. 3:16)yakni cara di mana Allah memampukan penulis-penulis manusia dari Alkitab untuk menulis semua perkataan di bawah pengawasan Allah sendiri. Kepribadian dan kemanusiawian para penulis Alkitab diakui aktif dalam proses di mana Roh Allah memimpin mereka dalam proses inspirasi tersebut. Karena itu apa yang ditulis adalah firman Allah yang sejati, karena semua yang ditulis para penulis Alkitab itu berasal dari Allah. Jadi, Alkitab berotoritas adalah karena kenyataan dirinya sebagai penyataan ilahi yang diberikan melalui inspirasi ilahi. Jadi oleh karena iman yang Roh Kudus sudah kerjakan dalam hidup orang-orang percaya sehingga mereka mempercayai kebenaran Alkitab dan menaklukkan diri di bawah otoritas tersebut (1 Korintus 2:13-14).

Ketika kita membaca firman Tuhan dan Roh Kudus memberi pengertian dan pemahaman kepada kita sehingga kita memahami arti Firman Tuhan tersebut. Roh Kudus berbicara di dalam (in) dan melalui (through) perkataan-perkataan Alkitab dalam memberikan keyakinan ini.[8]

Memang saat ini Alkitab dapat dibaca dan dimengerti oleh orang-orang percaya tetapi masih ada hal-hal tertentu yang masih belum jelas dan sulit karena ketidaktahuan akan bahasa, tata bahasa, dan budaya dari penulis Alkitab.

Memang benar Alkitab dituliskan oleh orang-orang yang berbeda, yang hidup pada zaman yang berbeda pula. Tetapi para penulis menunjukan tulisan mereka pada situasi yang nyata, tetapi Allah dalam kedaulatan-Nya menuntun mereka dan situasi mereka (2Ptr. 1:21), sehingga kita melihat kesatuan pikiran di balik semua itu. Untuk mengetahui maksud Allah tidak mungkin kita memperhatikan “bits” dan “pieces” saja. Kita harus melihat Alkitab secara keseluruhan, sama seperti ketika kita bermaksud mengetahui maksud penulis manusia, yaitu dengan membaca hasil akhir karyanya.

Selamat membaca Alkitab!

(Ev. Melia Kristina)


[1] Paul Enns, The Moody Handbook of Theology,terj. Rahmiati Tanudjaja (Malang : SAAT, 2004), hlm., 186.

[2] Robert A. Morey, Battle of The Gods, (Massachusetts : Crown Publications, 1989) hlm., 286.

[3] Ibid., hlm., 288-290.

[4] Paul Enns, The Moody Handbook of Theology Ibid., hlm., 194-196.

[5] Pandangan ini diajarkan oleh seorang teolog kontemporer, Scleirmacher diInggris dan Eropa, dapat dilihat dalam buku A.H Strong, Systematic Theology, (Valley Forge : Judson, 1907), hlm., 204-208.

[6] Naskah Alkitab dalam bahasa latin, merupakan terjemahan dari naskah dasar yang berbahasa Ibrani. Pada tahun 1546 Konsili Trente menyatakan Vulgata sebagai naskah otentik dan menjadikannya naskah patokan bagi Gereja Latin.

[7] Dari arti katanya, Kanon adalah alat pengukur / norma. Sejak pertengahan abad 4 kumpulan buku Alkitab disebut Kanon, suatu tulisan yang “diinspirasikan”, dan berasal dari Allah..

[8] http://artikel.sabda.org/doktrin_sola_scriptura

GET!History: Rasul Kasih

Posted: 13 September 2009 by Christo in GET! Magz, Vol 3. Februari 2009 Etika Pacaran

Hi GET! Friends, tidak terasa kita sudah memasuki bulan Februari. Bulan ini sangat identik dengan bulan kasih, karena di dalam bulan ini ada Hari Kasih Sayang atau yang lebih beken disebut dengan Valentine’s Day. Tapi itu bukan berarti kita hanya mau mengasihi pada hari atau bulan tersebut saja. Kita tetap harus mengasihi setiap saat.

Nah, kali ini kita akan mencoba untuk mengenal siapa sih yang seringkali disebut-sebut sebagai RASUL KASIH? Apakah GET! Friends semua sudah tau? Yuk, kita kenali beliau bersama-sama…

Siapakah Rasul Kasih?

Murid yang termuda dan yang terakhir meninggal dunia karena imannya kepada Tuhan, itulah Yohanes anak Zebedeus. Pengalaman imannya ia tuangkan dalam 5 kitab, yaitu Injil Yohanes, tiga surat-surat Yohanes dan kitab Wahyu.

Mengapa disebut sebagai Rasul Kasih?

“Murid yang dikasihiNya.” Sebutan ini berulangkali digunakan dalam Injil Yohanes, untuk mendeskripsikan dirinya. Bukan berarti, Tuhan mengasihi Yohanes lebih dari murid-murid lainnya. Tetapi, karena Yohanes merasakan dan mengalami kasih Tuhan yang begitu besar.

Perjalanan Hidup Sang Rasul Kasih…

Meskipun ia masih muda, dan kemungkinan yang termuda di antara murid-murid lainnya, tapi Tuhan tidak memandangnya sebelah mata seperti orang Yahudi pada umumnya. Sebaliknya, Tuhan dengan penuh kesabaran membimbing Yohanes, saat ia melakukan kesalahan atau tidak memahami ucapan-ucapan Tuhan Yesus. Tercatat, hanya 3 kali Tuhan Yesus menegur Yohanes (Markus 9:38-41; 10:35-41; 14:32-42).
Demi membalas kasih Tuhan, Yohanes berani mengesampingkan rasa takutnya, menemani Tuhan Yesus sampai saat Dia berada di atas kayu salib, dan melakukan pesan Tuhan Yesus dengan penuh ketaatan (Yohanes 19:26-27).
Saat gurunya telah tiada, Yohanes tetap setia melayani Tuhan sampai akhir hidupnya.

Yohanes adalah satu-satunya Rasul Tuhan yang tidak meninggal sebagai martir. Jemaat Smirna, Pergamus, Piladelpia, Laodikia, dan Tiatira didirikan olehnya. Sebenarnya dari Efesus ia sudah ditangkap dan dikirim ke Roma, disana ia dilempar ke dalam tungku minyak yang sangat panas. Tetapi mujizat terjadi. Ia lolos tanpa terluka. Yohanes kemudian dibuang, diasingkan oleh Domition di Pulau Patmos. Meski ia harus mengalami masa pembuangan di pulau Patmos, kesetiaannya tetap tidak luntur.
Tidak heran, kalau Tuhan mempercayakan penglihatan tentang akhir zaman dan dunia yang baru kepada Yohanes, yang kemudian ia tulis dalam kitab Wahyu. Pada akhirnya, Nerva, pengganti Domition melepaskannya sampai Rasul Yohanes meninggal dalam usia tua.

GET! Friends, renungkanlah:

Apakah kita telah merasakan dan mengalami kasih Tuhan yang begitu besar? Dan apakah kita akan tetap setia kepada Tuhan saat menghadapi kesulitan?

(http://wsuryajaya.blogspot.com/2008/02/rasul-yohanes-anak-zebedeus-refleksi.html

(http://www.mail-archive.com/i-kan-untuk-revival@xc.org/msg03407.html)

(Kisah Selamatnya Seorang Atlit Olimpiade)

Pada tahun 1967 ketika mengikuti pelajaran di kelas fotografi Universitas Cincinnati, aku berkenalan dengan seorang pemuda bernama Charles Murray, siswa pada sekolah yang sama, yang sedang dilatih untuk persiapan Olimpiade musim panas tahun 1968 sebagai seorang pelompat indah papan kolam renang. Charles sangat sabar terhadapku ketika aku berbicara selama berjam-jam dengannya tentang Yesus Kristus dan bagaimana Ia telah menyelamatkanku.

Charles tidak dibesarkan di dalam keluarga yang berbakti di gereja manapun, jadi semua yang kuceritakan kepadanya mempesonakannya. Ia bahkan mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang pengampunan dosa. Akhirnya tibalah harinya di mana aku mengajukan sebuah pertanyaan kepadanya. Aku bertanya apakah ia menyadari kebutuhan dirinya akan seorang penebus dan apakah ia siap untuk mempercayai Kristus sebagai Juru Selamat pribadinya. Aku melihat wajahnya berubah dan perasaan bersalah tergambar di situ. Namun jawabannya tegas sekali “Tidak”.

Di hari-hari berikutnya, ia tampak diam dan sering kali aku merasa bahwa ia menjauhiku, sampai aku menerima telepon, yang datangnya dari Charles. Ia ingin mengetahui di mana ia dapat menemukan beberapa ayat di dalam Perjanjian Baru yang telah kuberikan kepadanya mengenai keselamatan.

Aku memberikan kepadanya referensi menuju beberapa pasal dan bertanya apakah aku dapat menemuinya. Ia menolak tawaranku dan mengucapkan terima kasih untuk ayat-ayat yang kuberikan. Aku dapat menebak bahwa ia amat gelisah, namun aku tak tahu di mana ia berada atau bagaimana cara untuk menolongnya. Oleh karena ia sedang berlatih untuk pertandingan Olimpiade, maka Charles memperoleh fasilitas khusus di kolam renang Universitas kami.

Di antara pukul 22.30 dan 23.00 malam itu, ia memutuskan untuk berenang dan melakukan sedikit latihan lompat papan. Malam di bulan Oktober itu sangat cerah dan bulan tampak penuh dan cemerlang. Kolam renang Universitas kami berada di bawah langit-langit kaca sehingga bulan dapat bersinar terang melalui puncak dinding di areal kolam.

Charles mendaki papan lompat yang paling atas untuk melakukan lompatannya yang pertama. Pada saat itu, Roh Allah mulai menempelaknya (??) akan dosa-dosanya. Semua ayat-ayat yang telah dibacanya, semua saat-saat bersaksi kepadanya tentang Kristus, mulai memenuhi benaknya. Ia berdiri di atas papan dengan membelakangi kolam untuk melakukan lompatannya, merentangkan kedua tangannya untuk keseimbangan, memandang ke atas dinding dan melihat bayang-bayangnya sendiri yang disebabkan oleh cahaya bulan. Bayang-bayangnya berbentuk sebuah salib. Ia tak dapat menahan beban dosanya lebih lama lagi. Hatinya hancur dan ia duduk di atas papan lompat itu dan meminta Allah untuk mengampuninya dan menyelamatkannya. Ia percaya kepada Yesus Kristus di ketinggian lebih dari pada dua puluh kaki dari tanah.

Tiba-tiba, lampu-lampu di areal kolam menyala. Petugasnya masuk untuk mengadakan pemeriksaan kolam. Ketika Charles menengok ke bawah dari atas papannya, maka yang dilihatnya adalah kolam yang kosong yang telah dikeringkan untuk beberapa perbaikan. Hampir saja ia menerjunkan dirinya menuju kematian, namun salib telah menghentikannya dari bencana tersebut.

I Korintus 1:18 “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.”

Sumber: Highways Of Hope

http://artikel.sabda.org/bayang-bayangnya_berbentuk_salib

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.

“Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara.

Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi

Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!”

Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.

Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya! ”

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang?Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!”

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung.

Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku.

Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk

ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi.

Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita

memberikan hasil yang begitu baik…hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya?Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?”

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau

tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.” Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.”

Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang.

Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga(di universitas) . Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, ” Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana !”

Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan

pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?” Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah

adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu? ” Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. ..”

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan,

“Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.”

Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis.

Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku.

“Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..”

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya.

“Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya.

“Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi

konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…”

Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.

Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota . Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu saja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.”

Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?”

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya.

“Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?”

Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!”

“Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku.

Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.”

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang

begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.”

Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

Sumber: Diterjemahkan dari “I cried for my brother six times”

HARI INI……

Sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

Sebelum kamu mengeluh tentang orang tuamu.
Pikirkan tentang seseorang yang sudah tidak memiliki orang tua.

Sebelum kamu mengeluh tentang kakak dan adikmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai kakak atau adik tetapi ia tidak memilikinya.

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan yang sangat kotor dan

berdebu.

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh dengan studi dan pekerjaanmu,
Pikirkan tentang orang-orang miskin, pengangguran, dan orang-orang cacat yang

berharap mereka dapat bersekolah dan mempunyai pekerjaan seperti kamu

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,

Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa,,,

Kita semua menjawab kepada Sang Pencipta

Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup !

Life is a gift …
Live it…
Enjoy it…
And fulfill it…

Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu
Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan
Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan,
Mereka cantik/tampan karena anda mencintainya,,,

It’s true you don’t know what you’ve got until it’s gone, but it’s also true you don’t know what you’ve been missing until it arrives!!!

Diedit dari sumber:

http://artikel.sabda.org/sebelum_hari_ini

Hi GET! Friends, akhir-akhir ini kita semua pasti sering mendengar tentang global warming. Sebenarnya apa sih global warming itu? Dan bagaimana sih proses terjadinya? Nah..supaya GET! Friends mengerti, dalam edisi ini akan dibahas mengenai  global warming atau pemanasan global.

Sejak dikenalnya ilmu mengenai iklim, para ilmuwan telah mempelajari bahwa ternyata iklim di bumi selalu berubah. Dari studi tentang jaman es di masa lalu menunjukkan bahwa iklim bisa berubah dengan sendirinya dan secara radikal. Apa penyebabnya? Meteor jatuh? Variasi panas matahari? Gunung meletus yang menyebabkan awan asap? Perubahan arah angin akibat perubahan struktur muka bumi dan arus laut? Atau karena komposisi udara yang berubah? Atau sebab yang lain?

Global Warming1Sampai abad ke-19, studi mengenai iklim mulai mengetahui tentang kandungan gas yang berada di atmosfer, yang disebut sebagai gas rumah kaca, yang bisa mempengaruhi iklim di bumi.

Apa itu Gas Rumah Kaca?

Sebetulnya yang dikenal sebagai ‘gas rumah kaca’ adalah suatu efek, dimana molekul-molekul yang ada di atmosfer kita bersifat seperti memberi efek rumah kaca. Efek rumah kaca sendiri, seharusnya merupakan efek yang alamiah untuk menjaga temperatur permukaaan Bumi berada pada temperatur normal, sekitar 30°C, atau kalau tidak, maka tentu saja tidak akan ada kehidupan di muka Bumi ini.

Sekitar tahun 1820, bapak Fourier menemukan bahwa atmosfer itu sangat bisa diterobos (permeable) oleh cahaya Matahari yang masuk ke permukaan Bumi. Tetapi, tidak semua cahaya yang dipancarkan ke permukaan Bumi itu bisa dipantulkan keluar. Radiasi infra merah yang seharusnya terpantul terjebak. Dengan demikian, maka atmosfer Bumi menjebak panas (efek rumah kaca).

Global Warming2Tiga puluh tahun kemudian, bapak Tyndall menemukan bahwa tipe-tipe gas yang menjebak panas tersebut, terutama adalah karbon dioksida dan uap air. Molekul-molekul tersebut yang akhirnya dinamai sebagai gas rumah kaca, seperti yang kita kenal sekarang. Arrhenius memperlihatkan bahwa jika konsentrasi karbon dioksida dilipatgandakan, maka peningkatan temperatur permukaan menjadi sangat signifikan.

Bumi Semakin Panas!

Semenjak penemuan Fourier, Tyndall, dan Arrhenius, ilmuwan semakin memahami bagaimana gas rumah kaca menyerap radiasi, memungkinkan membuat perhitungan yang lebih baik untuk menghubungkan konsentrasi gas rumah kaca dan peningkatan temperatur. Jika konsentrasi karbon dioksida dilipatduakan saja, maka temperatur bisa meningkat sampai 1°C.

Tetapi, atmosfer tidaklah sesederhana model perhitungan tersebut. Kenyataannya peningkatan temperatur bisa lebih dari 1°C karena ada faktor-faktor seperti, sebut saja, perubahan jumlah awan, pemantulan panas yang berbeda antara daratan dan lautan, perubahan kandungan uap air di udara, perubahan permukaan Bumi, baik karena pembukaan lahan, perubahan permukaan, atau sebab-sebab yang lain, alami, maupun karena ulah manusia. Bukti-bukti yang ada menunjukkan, atmosfer yang ada menjadi lebih panas, dengan atmosfer menyimpan lebih banyak uap air, dan menyimpan lebih banyak panas, memperkuat pemanasan dari perhitungan standar.

Sejak tahun 2001, studi-studi mengenai dinamika iklim global menunjukkan bahwa paling tidak dunia telah mengalami pemanasan lebih dari 3°C semenjak jaman pra-industri. Itu saja jika kita bisa menekan konsentrasi gas rumah kaca supaya stabil pada 430 ppm CO2e (ppm = part per million = per satu juta ekivalen CO2 – yang menyatakan rasio jumlah molekul gas CO2 per satu juta udara kering). Yang pasti, sejak 1900, maka Bumi telah mengalami pemanasan sebesar 0,7°C.

Lalu, jika memang terjadi pemanasan, sebagaimana disebut; yang kemudian dikenal sebagai pemanasan global (atau dalam istilah populer bahasa Inggris, kita sebut sebagai Global Warming). Apakah merupakan fenomena alam yang tidak dihindari? Atau ada suatu sebab yang signifikan, sehingga menjadi ‘populer’ seperti sekarang ini? Apakah karena Al Gore dengan filmnya An Inconvenient Truth yang mempopulerkan global warming? Tentunya tidak sesederhana itu.

Manusia-kah Penyebabnya?

Global Warming3

Perlu kerja sama internasional untuk bisa mengatakan bahwa memang manusialah yang menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global. Laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) tahun 2007, menunjukkan bahwa rata-rata (global) aktivitas manusia semenjak 1750 menyebabkan adanya pemanasan. Perubahan kelimpahan gas rumah kaca dan aerosol akibat radiasi Matahari dan keseluruhan permukaan Bumi mempengaruhi keseimbangan energi sistem iklim. Dalam besaran yang dinyatakan sebagai Radiative Forcing sebagai alat ukur apakah iklim global menjadi panas atau dingin (warna merah menyatakan nilai positif atau menyebabkan menjadi lebih hangat, dan biru kebalikannya), maka ditemukan bahwa akibat kegiatan manusialah (antropogenik) yang menjadi pendorong utama terjadinya pemanasan global.

Sumber utama peningkatan konsentrasi karbon dioksida adalah penggunaan bahan bakar fosil, ditambah pengaruh perubahan permukaan tanah (pembukaan lahan, penebangan hutan, pembakaran hutan, mencairnya es). Peningkatan konsentrasi metana (CH4) dari 715 ppb (part per billion = satu per milyar) di zaman pra-industri menjadi 1732 ppb di awal 1990-an dan 1774 pada tahun 2005. Ini melebihi angka yang berubah secara alamiah selama 650 ribu tahun (320 – 790 ppb). Sumber utama peningkatan metana adalah pertanian dan penggunaan bahan bakar fosil. Konsentrasi nitro oksida (N2O) dari 270 ppb – 319 ppb pada 2005. Seperti juga penyumbang emisi yang lain, sumber utamanya adalah manusia dari agrikultural. Kombinasi ketiga komponen utama tersebut menjadi penyumbang terbesar pada pemanasan global.

Kontribusi antropogenik pada aerosol (sulfat, karbon organik, karbon hitam, nitrat and debu) memberikan efek mendinginkan, tetapi efeknya masih tidak dominan dibanding terjadinya pemanasan, di samping ketidakpastian perhitungan yang masih sangat besar. Demikian juga dengan perubahan ozon troposper akibat proses kimia pembentukan ozon (nitrogen oksida, karbon monoksida, dan hidrokarbon) berkontribusi pada pemanasan global. Kemampuan pemantulan cahaya Matahari (albedo) akibat perubahan permukaan Bumi dan deposisi aerosol karbon hitam dari salju mengakibatkan perubahan yang bervariasi, dari pendinginan sampai pemanasan. Perubahan dari pancaran sinar Matahari (solar irradiance) tidaklah memberi kontribusi yang besar pada pemanasan global.

Dengan demikian, maka dapat dipahami bahwa memang manusia yang berperan bagi nasibnya sendiri, karena pemanasan global terjadi akibat perbuatan manusia sendiri.

Bagaimana Dampak Global Warming bagi Kehidupan?

Global Warming mengakibatkan pencairan es di kutub. Suhu di permukaan Bumi meningkat. Akibatnya, tinggi permukaan air laut meningkat. Banyak pulau yang berdataran rendah tenggelam. Beberapa spesies hewan langka terancam punah. Iklim di Bumi menjadi kacau. Dan sederet bencana lainnya menanti kehancuran Bumi.

Jadi, apa yang seharusnya kita lakukan?

Banyak upaya yang dapat kita lakukan untuk mengurangi dampak pemanasan global, yaitu :

1. Menggunakan listrik seperlunya

2. Melakukan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle)

3. Tidak menggunakan barang yang mengandung Freon/CFC

4. Menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM)

5. Menanam tanaman/pohon di rumah

6. Menghemat penggunaan kertas (dengan dipakai bolak balik)

7. Menggunakan produk yang ramah lingkungan

8. Menggunakan sepeda/berjalan kaki untuk bepergian dalam jarak yang dekat

Sudah saatnya kita membuka mata dan berupaya untuk memperkecil dampak pemanasan global bagi kehidupan kita. Kita adalah generasi penerus kehidupan Bumi. Bumi adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita lakukan upaya-upaya untuk memerangi pemanasan global!

(Daniel Hermawan, dari berbagai sumber)

Nommensen adalah seorang tokoh pekabar Injil berkebangsaan Jerman yang terkenal di Indonesia. Hasil dari pekerjaannya adalah berdirinya sebuah gereja terbesar di wilayah suku bangsa Batak Toba. Gereja itu bernama Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Tidak berlebihan jika ia diberi gelar Rasul Batak. Ia sudah memberikan seluruh hidupnya bagi pekerjaan pekabaran Injil di tanah Batak.

MASA KECIL NOMMENSEN

Nommensen dilahirkan pada tanggal 6 Februari 1834 di sebuah pulau kecil Noordstrand, di Jerman Utara. Nommensen sejak kecil sudah hidup di dalam kemiskinan dan penderitaan. Sejak kecil ia sudah mencari nafkah untuk membantu orang tuanya. Ayahnya adalah seorang yang miskin melarat dan selalu sakit-sakitan.

Pada umur 8 tahun ia mencari nafkah dengan menggembalakan domba milik orang lain pada musim panas dan pada musim dingin ia bersekolah. Pada umur 10 tahun ia menjadi buruh tani. Semuanya ini tampaknya merupakan persiapan bagi pekerjaannya sebagai pekabar Injil di kemudian hari.

NAZAR NOMMENSEN

Tahun 1846, saat berusia 12 tahun, Nommensen mengalami kecelakaan yang serius. Pada waktu ia sedang bermain-main dengan temannya, tiba-tiba ia ditabrak oleh kereta berkuda. Kereta kuda itu menggilas kakinya sampai patah. Terpaksa ia hanya dapat berbaring saja di tempat tidur berbulan-bulan lamanya. Teman-temannya biasanya datang untuk menceritakan pelajaran dan cerita-cerita yang disampaikan guru di sekolahnya, termasuk cerita-cerita tentang pengalaman pendeta-pendeta yang pergi memberitakan Injil kepada banyak orang dan Nommensen sangat tertarik mendengar cerita-cerita itu.

Lukanya semakin parah sehingga ia tidak dapat berjalan sama sekali. Namun, sekalipun sakit, Nommensen belajar merajut kaos, menjahit dan menambal sendiri pakaiannya yang robek. Pada suatu hari ia membaca Yohanes 16:23-26, yaitu tentang perkataan Tuhan Yesus bahwa siapa yang meminta kepada Bapa di surga maka Bapa akan mengabulkannya. Nommensen bertanya kepada ibunya, apakah perkataan Yesus itu masih berlaku atau tidak. Ibunya meyakinkannya bahwa perkataan itu masih berlaku. Ia meminta ibunya untuk berdoa bersama-sama. Dalam doanya, Nommensen meminta kesembuhan dan ia berjanji, jika ia sembuh maka ia akan pergi memberitakan Injil. Dan memang doanya dikabulkan karena beberapa minggu kemudian kakinya sembuh.

Setelah sembuh, Nommensen kembali menggembalakan domba. Namun janjinya pada Tuhan selalu mendesaknya agar segera dipenuhi. Oleh karena itu ia melamar untuk menjadi penginjil pada Lembaga Pekabaran Injil Rhein (RMG). Beberapa tahun lamanya ia belajar sebagai calon pekabar Injl.

PEKERJAAN MISI NOMMENSEN SAMPAI AKHIR HIDUPNYA

Tahun 1861 ia ditahbiskan menjadi pendeta. Dan sesudahnya ia berangkat menuju Sumatera dan tiba pada bulan Mei 1862 di Padang. Ia memulai misinya di Barus. Ia mulai belajar bahasa Batak dan bahasa Melayu, dan ternyata bahasa-bahasa tersebut cepat sekali dikuasainya. Kemudian ia mulai mengadakan kontak-kontak dengan orang-orang Batak, terutama dengan raja-raja. Ia tidak jemu mengadakan perjalanan keliling untuk menciptakan hubungan pergaulan yang baik. Ia mempelajari adat-istiadat Batak dan menggunakannya dalam mempererat pergaulan.

Nommensen meminta ijin untuk masuk ke pedalaman namun dilarang oleh pemerintah, karena sangat berbahaya bagi seorang asing. Namun Nommensen tidak takut. Ia memilih Silindung sebagai tempat tinggalnya yang baru. Ia mendapat gangguan yang hebat di sini, namun ia tidak putus asa. Ia berhasil mengumpulkan jemaatnya yang pertama di Huta Dame (Kampung Damai). Tahun 1873 ia mendirikan sebuah gedung gereja, sekolah dan rumahnya sendiri di Pearaja. Sampai sekarang Pearaja menjadi pusat HKBP.

Pekerjaan Nommensen diberkati Tuhan sehingga Injil makin meluas. Sekali lagi ia memindahkan tempat tinggalnya ke kampung Sigumpar pada tahun 1891 dan ia tinggal di sini sampai wafat.

Nommensen memberitakan Injil di tanah Batak dengan berbagai macam cara. Ia menerjemahkan PB ke dalam bahasa Toba dan menerbitkan cerita-cerita Batak. Ia juga berusaha untuk memperbaiki pertanian, peternakan, meminjamkan modal, menebus hamba-hamba dari tuan-tuannya, dan membuka sekolah-sekolah serta balai-balai pengobatan.

Dalam pekerjaan misinya, ia menyadari perlunya melibatkan orang-orang Batak sehingga Nommensen membuka sekolah penginjil yang menghasilkan penginjil-penginjil Batak pribumi. Juga untuk kebutuhan guru-guru sekolah, Nommensen membuka pendidikan guru.

Karena kecakapan dan jasa-jasanya dalam pekerjaan penginjilan maka pimpinan RMG mengangkatnya menjadi Ephorus pada tahun 1881.

Pada hari ulang tahunnya yang ke-70, Universitas Bonn memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada Nommensen.

Nommensen meninggal pada usia yang sangat tua, pada umur 84 tahun. Ia meninggal pada 12 Mei 1918. Nommensen dimakamkan di Sigumpar di tengah-tengah suku Batak setelah bekerja dalam kalangan suku ini selama 57 tahun lamanya.

Artikel diedit dari sumber:

Judul Buku : Riwayat Hidup Singkat Tokoh-tokoh dlm Sejarah Gereja

Judul Artikel: Nommensen, Ingwe Ludwig

Penulis : Drs. F.D. Wellem, M.Th.

Penerbit : PT BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1999

Halaman : 198 – 200

e-JEMMi 42/2002

http://misi.sabda.org/book/export/html/25

MandiMenurut penelitian terbaru mandi ternyata tidak hanya baik untuk membersihkan tubuh dari kotoran dan menjauhkan stress, tapi mandi juga memiliki peranan penting meningkatkan sistem kekebalan, membantu kulit terhindar dari penyakit seperti eksema dan bahkan menyembuhkan masalah medis serius.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menunjukkan penderita diabetes yang menghabiskan hanya setengah jam berendam dalam bak air hangat dapat menurunkan tingkat gula darah sekitar 13 persen.

Penelitian terpisah di Jepang menunjukkan 10 menit berendam dalam air hangat dapat memperbaiki kesehatan jantung baik pria maupun wanita, membantu mereka menjalani test olahraga lebih baik dan mengurangi rasa sakit.

Apa manfaat mandi dan berapa lama anda sebaiknya mandi? Berikut beberapa petunjuk mandi asyik dan menyehatkan:

Mengeluarkan racun

Mandi air hangat sekitar 32-35 derajat Celsius membuka pori-pori yang dapat membantu mengeluarkan toksin. Mandi air hangat juga dapat membantu menurunkan tingkat gula darah, menyembuhkan sakit otot dan membantu menjaga usus besar bekerja dengan baik. Waktu yang dianjurkan selama 10-20 menit.

Stress

Jika anda benar-benar mengalami stress, mandi air dingin akan menjadi jawaban yang tepat. Temperatur yang dianjurkan sekitar 12-18 derajat Celsius. Mandi air dingin sangat baik meredakan ketegangan, sebaliknya dari air hangat karena mandi air dingin dapat mempersempit darah dan meningkatkan tingkat gula darah.

Eksema

Penyakit kulit tertentu seperti eksema, ruam atau gatal-gatal dengan menambahkan baking soda (sodium bicarbonate) ke dalam bak mandi dapat membuat perbedaan besar. Sodium bicarbonate bertindak sebagai antiseptik. Isi air dengan air hangat kuku, tambahkan kira-kira satu pound baking soda dan aduk sampai rata. Dianjurkan berendam selama 10-20 menit.

Infeksi

Infeksi yeast seperti sariawan dapat dibantu dengan menambahkan tiga atau empat cuka dari sari buah apel ke dalam bak mandi. Ini juga baik untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh karena cuka dapat menyeimbangkan kembali asam. Tambahkan pada air hangat dan berendam selama 15-20 menit.

Flu dan Sakit Kepala

Merendam kaki dalam air hangat dapat membantu menyembuhkan flu dan sakit kepala dan juga menyegarkan kembali kaki yang lelah. Masukan air hangat secukupnya dalam bak sampai menutupi kaki dan pergelangan kaki tambahkan beberapa tetes minyak seperti lavender, peppermint atau lemon. Setelah selesai basuh dengan air dingin. Lakukan selama 10-20 menit.

Insomnia

Merendam kaki dalam air dingin sangat baik bagi anda yang memiliki masalah insomnia atau mereka yang memiliki masalah tidur. Masukan kaki sampai kaki merasa dingin. Pengobatan ini juga berguna bagi kaki lelah, pendarahan hidung, flu dan sembelit.

Sirkulasi

Cobalah merendam kaki secara bergantian antara air hangat dan air dingin jika anda mengalami masalah sirkulasi. Mulai dengan merendam kaki selama satu atau dua menit dalam air hangat, kemudian 30 menit dalam air dingin. Cobalah lakukan selama 15 menit kemudian diselesaikan dengan air dingin. (mydoc/rit)

http://www.kapanlagi.com/newp/a/kesehatan.html

“ Jatuhnya bom atom di dua kota Hiroshima dan Nagasaki, membuat Jepang shock. Akhirnya pada tanggal 15 Agustus 1945, pemerintah Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Mendengar berita kekalahan Jepang, para pemuda melihat adanya momentum yang tepat untuk segera memproklamirkan kemerdekaan. Namun, harapan para pemuda tidak semulus yang dibayangkan. Golongan tua justru melihat pada saat itu kekuatan Jepang masih terlalu kuat. Akhirnya, timbullah peristiwa penculikan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok. Setelah didesak, akhirnya semua sepakat pada tanggal 17 Agustus 1945 kemerdekaan RI diproklamasikan. ”

GET! Friends, cerita di atas hanyalah sepenggal kisah perjuangan menuju kemerdekaan bangsa kita, Indonesia. 63 tahun yang silam,dimana sebelumnya suatu perjuangan yang sangat berat di pikul oleh bangsa indonesia untuk mencapai suatu kebebasan dan kemerdekaan dari tangan  penjajah  yang menjadi budak perhambaannya. Begitu banyak tangisan pilu, tetesan darah, derai air mata serta harta dan benda melayang bahkan nyawa pun jadi taruhan hanya demi kebebasan dan merdeka. Begitu banyak pahlawan-pahlawan Indonesia berjuang sampai titik darah penghabisan demi memperjuangkan bumi pertiwi tercinta.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 adalah buah perjuangan yang telah dilakukan para pendiri bangsa. Kemenangan yang diraih bukanlah milik satu golongan saja, tetapi merupakan kemenangan dan kemerdekaan segenap elemen bangsa. Para pendiri bangsa saat itu sudah berani mengambil resiko perjuangan yang akan mereka terima. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, bukan berarti perjuangan telah selesai. Perjuangan awal kemerdekaan setelah proklamasi justru menjadi batu ujian sejauh mana perjuangan dan kesadaran berbangsa dari setiap rakyat.

Indonesia yang sudah memproklamirkan kemerdekaannya tidak serta merta bebas dari belenggu penjajah Jepang saat itu. Belum lagi masuknya kekuatan asing lain yang masuk ke wilayah Indonesia. Masa perjuangan awal kemerdekaan Indonesia setelah proklamasi diwarnai dengan berbagai pertempuran dan bentrokan antara pemuda-pemuda Indonesia melawan aparat kekuasaan Jepang. Tujuannya adalah untuk merebut kekuasaan dan memperoleh senjata. Di berbagai daerah terjadi pertempuran. Pergolakan yang terjadi terus meletus tidak hanya di pusat kekuasaan (Jakarta), tetapi terus melebar dan meluas di berbagai daerah lannya yang tidak hanya melawan penjajah Jepang, namun melakukan perlawanan kepada siapapun yang menghalang-halangi kemerdekaan Indonesia.

63 tahun telah berlalu…sekarang kita telah bebas dan merdeka dari penjajahan ,sekarang kita telah menikmati jerih payah itu dari pengorbanan para pahlawan yang telah gugur di medan perang.

Para Pahlawan Pejuang Iman

Di dalam kekristenan pun, banyak kisah yang harus dilewati oleh pahlawan-pahlawan iman. Tidak sedikit darah yang tercurah. Perjuangan yang begitu berat harus dihadapi demi memperjuangkan iman mereka kepada Yesus.

Berikut ini sepenggal kisah Rasul-rasul yang pertama yang menjadi martir. (kata “MARTIR” TIDAK DIDEFINISIKAN untuk mereka yang meninggal dalam Perang “Agama”. Martir adalah julukan terhormat bagi orang Kristen yang MATI KARENA MENCINTAI TUHAN DAN MANUSIA DALAM MISINYA YAITU MISI DAMAI MEMBERITAKAN INJIL KASIH KARUNIA.) Mereka telah menuliskan Injil dengan darah mereka, sama seperti teladan Kristus Tuhan.

Nyawa mereka diserahkan bukan nyawa yang sia-sia diadu dalam PERANG FISIK yang disertai pembunuhan balik, tetapi mereka menyerahkannya dengan sukacita karena memberitakan pesan kasih damai sejahtera dari Tuhan.

– Mereka mati tanpa membunuh melainkan membawa berita keselamatan.
– Mereka mati dalam cinta kepada Tuhan dan manusia
– Mereka mati dalam tubuh jasmani merana tetapi jiwa dan roh yang menang
– Mereka mampu merobohkan dua kekuatan manusia paling terkenal angkuh sepanjang sejarah manusia : kebudayaan dan kekaisaran pagan Romawi dan kebudayaan intelektual Yunani.
– Mereka mengalir bersama dengan FIRMAN TUHAN mengairi seluruh dunia yang digenggam kefasikan, mengubah menjadi negeri damai yang menghadapkan mukanya kepada TUHAN
– Mereka menghentikan perang, karena senjata pedang dan nafsu angkara tidak ada dalam kamus mereka yaitu KAMUS CINTA TUHAN (ALKITAB)
– Mereka adalah tiang-tiang gereja, miliaran jiwa manusia yang berbahagia sedang menuju dan menantikan untuk tiba di sorga cemerlang
– Mereka adalah SURAT CINTA TUHAN KITA YESUS KRISTUS. Bagi DIA kemuliaan dan kuasa untuk selama-lamanya.

1. Stephanus, ia memberitakan Injil kepada orang Yahudi yang berkhianat dan membunuh Tuhan Yesus. Setelah kenaikan Tuhan Yesus dan turunnya Roh Kudus, murid-murid giat mengabarkan Injil mulai dari Yerusalem. Dalam masa awal itu terjadi penganiayaan atas orang Kristen oleh orang-orang Yahudi dimana salah seorang pemimpinnya adalah Saulus yang kemudian bertobat dan menjadi Rasul Paulus. Stephanus di rajam dengan batu sampai mati (Kisah Para Rasul 7).

2. Rasul Yakobus, saudara Rasul Yohanes, anak-anak Zebedeus, adalah martir ke-2 setelah Stefanus. Yakobus dihukum pancung 10 tahun setelah kematian Stefanus saat mana Herodes Agripa menjadi Gubernur Yudea yang menggencarkan lagi penganiayaan kepada orang Kristen. Itu terjadi tahun 44 M artinya 15 tahun setelah kenaikan Tuhan. Di tahun yang sama Timon dan Parmenas dua orang dari 7 diaken Kristen pertama ( salah satunya adalah Stefanus yang telah martir lebih dahulu) juga menjadi martir masing-masing di Filipi dan Makedonia.

3. Rasul Filipus, kelahiran Betsaida di Galilea telah bekerja dengan giat mengabarkan Injil di Asia. Ia manjadi martir di Heliopolis, Firgia. Ia dilarang memberitakan Injil kemudian dijebloskan ke dalam penjara lalu dihukum mati pada tahun 54 M.

4. Rasul Matius, penulis Injil Matius, seorang kelahiran Nazareth, kampung halaman Tuhan. Ia menulis Injilnya dalam bahasa Ibrani kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani oleh Yakobus saudara Tuhan. Wilayah kerjanya memberitakan Injil adalah Partia dan Ethiopia, disana ia menjadi martir ditombak di kota Nadabah pada tahun 60 M.

5. Yakobus, saudara Tuhan, ditunjuk sebagai sokoguru jemaat di Yerusalem. Ia adalah penulis Kitab Yakobus. Dalam usia 94 tahun ia dipukuli dan dilempar batu oleh orang Yahudi.

6. Rasul Matias, Rasul yang terpilih menggantikan posisi Yudas Iskariot yang berkhianat. Ia menjadi martir di Yerusalem, dilempar batu kemudian dipenggal kepalanya oleh orang Yahudi.

7. Rasul Andreas, saudara Rasul Petrus. Ia memberitakan Injil di banyak negara Asia. Saat tiba di Edesa ia ditangkap dan disalibkan.

8. Markus, penulis kitab Injil Markus. Ia adalah seorang keturunan Yahudi dari kaum (imam-imam) Lewi. Menjadi Kristen karena Rasul Petrus dan menjadi murid setia dari Petrus. Ia menjadi jurutulis Rasul Petrus, sehingga Injil Markus sangat banyak bersumber dari Petrus. Markus diseret oleh orang-orang Alexandria demi Serapis berhala mereka. Di sana ia menjadi martir.

9. Rasul Petrus, menjadi martir di Yerusalem di bawah pemerintahan Kaisar Nero yang kejam. Diceritakan bahwa Petrus yang usianya sudah tua diusahakan oleh jemaat untuk meninggalkan Roma. Tetapi ketika Petrus keluar kota Roma, ia berjumpa dengan Tuhan Yesus yang sedang menuju Roma. Petrus bertanya, “Tuhan hendak ke mana?”. Tuhan menjawab, “Ke Roma untuk disalibkan lagi”. Rasul Petrus mengerti, akhirnya ia balik ke Roma untuk tetap mendampingi jemaat dalam masa penganiayaan sulit itu. Dan sesuai nubuat Tuhan Yesus tentang bagaimana ia akan mati, Petrus ditangkap oleh Nero. Ketika akan disalibkan, ia menolak disalibkan dengan cara yang sama dengan Tuhan. Ia merasa sangat tidak layak bahkan dalam matinya, ia memilih disalibkan dengan kepala di bawah.

10. Rasul Paulus, sebelumnya Saulus, setelah usaha pekabaran Injil yang tak terkirakan, akhirnya Paulus menderita penganiayaan oleh Kaisar Nero. Ia ditangkap dan dibawa keluar kota Roma untuk dieksekusi. Setelah selesai berlutut berdoa, Rasul Paulus menyerahkan nyawanya, ia dipenggal kepalanya.

11. Yudas disebut juga Tadeus, menyebut dirinya saudara Yakobus, sokoguru di Yerusalem. Satu-satunya pasangan saudara bernama Yudas dan Yakobus adalah saudara-saudara tiri Tuhan (Matius 13:55). Yudas disalibkan di Edesa tahun 72 M.

12. Rasul Bartolomeus memberitakan Injil di beberapa negara, ia menerjemahkan Injil Matius ke dalam bahasa India di negeri mana ia memberitakan Injil. Disana ia dipukuli dengan kejam kemudian disalibkan sampai mati.

13. Rasul Tomas yang disebut Didimus, murid Tuhan yang sangat terkenal karena ingin mencucukkan jarinya ke bekas paku di telapak tangan Tuhan, untuk memuaskan keingintahuannya. Ia mengabarkan Injil di Partia dan India. Di India ia menjadi martir, tubuhnya ditombak.

14. Lukas, seorang dokter, menulis Kitab Injil Lukas. Ia memberitakan Injil ke banyak negeri bersama-sama dengan Rasul Paulus. Ia menjadi martir di Yunani dengan cara digantung oleh pendeta pagan Yunani.

15. Rasul Simon orang Zelot memberitakan Injil di Mauritania di Afrika dan Inggris. Di Inggris ia disalibkan pada tahun 74 M.

16. Rasul Yohanes, murid terkasih Tuhan dan saudara Rasul Yakobus (martir ke-2) adalah satu-satunya Rasul Tuhan yang tidak meninggal sebagai martir. Jemaat Smirna, Pergamus, Piladelpia, Laodikia, dan Tiatira didirikan olehnya. Sebenarnya dari Efesus ia sudah ditangkap dan dikirim ke Roma, disana ia dilempar ke dalam tungku minyak yang sangat panas. Tetapi mujizat terjadi ia lolos tanpa terluka. Yohanes kemudian dibuang, diasingkan oleh Domition di Pulau Patmos, ditempat mana kemudian ia menerima Wahyu dan menulis Kitab Wahyu. Nerva, pengganti Domition melepaskannya sampai Rasul Yohanes meninggal dalam usia tua.

17. Barnabas, adalah orang Siprus keturunan Yahudi. Ia meninggal tahun 73 M.

Antara tahun 29 M, yaitu saat Tuhan Naik ke Sorga sampai dengan menjelang akhir abad pertama, kurang lebih 70 tahun para murid Tuhan Yesus dengan giat dan penuh semangat memberitakan Injil, dan mungkin puluhan ribu atau bahkan lebih orang telah menjadi murid Tuhan Yesus. Sangat banyak jemaat yang didirikan, dan jemaat dipenuhi oleh orang-orang dari segala bangsa. Usaha memberitakan Injil tersebut mendapat tentangan keras dari agama-agama dan sistem kepercayaan yang sudah ada zaman itu (Yahudi, pagan Yunani, pagan Romawi, Hindu-India, dll.) bahkan oleh kekuasaan kekaisaran Romawi. Para Rasul dan pelayan Kristen yang pertama yaitu SAKSI-SAKSI HIDUP TUHAN YESUS semuanya mengalami penganiayaan, dan semuanya telah dengan sukacita menderita dan merasa sangat layak menerima penderitaan demi Injil. Akhirnya masing-masing mempersembahkan nyawanya demi nama Tuhan Yesus. Hanya Rasul Yohanes yang lolos dari maut penganiayaan, selebihnya mereka semua telah mati bagi dunia dan menang bersama TUHAN YESUS KRISTUS kekasih dan pemelihara jiwa mereka.

But we have THE REAL HERO…and HE IS JESUS CHRIST, OUR SAVIOUR!

2008 tahun yang silam seorang pahlawan yang telah gugur di kayu salib dengan tetesan darah dan air mata telah membebaskan kita dan memerdekakan kita dari penjajahan dan kuk perhambaan dosa,dari hukum maut dan hukum dosa,Ia telah rela mengorbankan nyawa-Nya sendiri supaya kita tidak lagi menjadi seorang hamba dan tawanan dosa,supaya kita mencapai kebebasan dan merdeka sepenuhnya dan membawa kita kepada suka cita dan kedamaian yang abadi dan bukan kematian oleh dosa.

Pahlawan kita telah gugur di tangan orang-orang yang berdosa dan mati untuk dosa-dosa kita serta bangkit kembali untuk mengalahkan dosa.

Pahlawan kita adalah  TUHAN YESUS  KRISTUS

” Supaya kita Sungguh-sungguh merdeka,Kristus telah memerdekakan kita,karena itu berdirilah teguh dan jangan lagi di kenakan kuk perhambaan “

( Galatia 5:1)

Dari Berbagai Sumber:

eInjil.com

http://www.sabdaspace.org/indenpenden_day_hari_kemerdekaan

tugupahlawan.com/865/makna-kemerdekaanindonesia/

Dalam Kitab Taurat (Keluaran 20:1-17 dan Ulangan 5:4-22) tertulis 10 Perintah Allah (The Ten Commandments). Kesepuluh Perintah Allah ini tertulis pada dua loh batu yang dibawa nabi Musa ketika turun dari gunung Sinai. Sepuluh Hukum Allah ini disadari atau tidak disadari berlaku bagi semua manusia apa pun agamanya. Dalam Roma 2:12-16 disebutkan bahwa Tuhan sudah menuliskan Sepuluh Perintah-Nya ini (Hukum Taurat) dalam hati sanubari setiap manusia.

Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:

“Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
1. Jangan ada padamu allah (ilah) lain di hadapan-Ku.

2. a. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
b. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
3. Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

5. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
6. Jangan membunuh.
7. Jangan berzinah.
8. Jangan mencuri.
9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
10. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu.”

Supaya selamat kita harus melakukan semua perintah Allah di atas, namun karena Tuhan tahu bahwa kita tak akan mampu melakukannya dengan kekuatan kita sendiri, maka Yesus Kristus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib (Filipi 2:6-8), untuk memenuhi tuntutan keadilan Allah seperti yang tertulis di Sepuluh Perintah Allah. Dalam Kitab Injil disaksikan bagaimana Yesus datang menggenapi semua yang dilambangkan dalam Kitab Taurat. Dialah Anak Domba Allah yang sesungguhnya, yang mencurahkan darah-Nya di kayu salib bagi pengudusan semua manusia yang mau percaya dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Dengan demikian setiap orang yang menerima Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamatnya, hutang dosa-dosanya sudah dibayar lunas oleh pengorbanan Yesus.

Dalam Kitab Injil Kesepuluh Perintah Allah juga diringkas oleh Yesus menjadi dua perintah utama bagi kita :

Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 22:37-40)
Perintah pertama sampai dengan keempat menjadi Hukum Kasih kepada Allah. (Jangan ada ilah lain, jangan membuat patung berhala dan menyembahnya, jangan sebut nama Allah dengan sembarangan, serta kuduskan dan hormati hari Sabat).

Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. (Ulangan 6:4-5)

Perintah ke 5 sampai dengan ke 10 menjadi Hukum Kasih kepada sesama manusia. (Hormati orangtua, jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan berdusta, dan jangan mengingini milik sesama).

Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat (Roma 13:9-10)

Dalam Kitab Injil, Tuhan Yesus menyempurnakan hukum kasih ini. Kita tidak lagi mengasihi sesama manusia seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Bahkan lebih agung dari itu, Tuhan Yesus memerintahkan agar kita mengasihi sesama manusia seperti Tuhan sudah mengasihi kita. Yesus rela mati bagi kita di saat kita masih berdosa (Roma 5:8). Kita juga harus rela berkorban bagi sesama walaupun mereka menyakiti hati kita.

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. (Yohanes 13:34)

Nah, kini kita mentaati Sepuluh Perintah Allah bukan lagi agar kita diselamatkan, namun untuk mengungkapkan rasa syukur kita, dan untuk menyenangkan Tuhan yang sudah lebih dulu menyatakan kasih-Nya dengan berkorban bagi kita. Kita melakukan hukum Taurat tidak lagi secara legalistik, namun yang harus diwujud-nyatakan adalah kasihNYA.

Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! (I Korintus 16:14)

http://www.sabdaspace.org/sepuluh_perintah_allah_the_ten_commandments

GET!Bible: Kitab Keluaran

Posted: 30 August 2009 by Christo in Vol 2. Agustus 2008 Heroes

Kitab Keluaran

Kitab Keluaran merupakan buku kedua kitab Taurat Musa di Perjanjian Lama atau Tanakh. Dalam bahasa Ibrani kitab ini disebut Shemoth dari kata-kata pertama Ve-eleh shemoth. Sedangkan dalam beberapa bahasa Eropa, disebut dengan nama Exodus. Kata ini diambil dari terjemahan bahasa Latin Santo Hieronimus yang mengambilnya dari Septuaginta, terjemahan bahasa Yunani. Ini artinya adalah “keluaran”, dan terutama “keluaran” bangsa Yahudi dari tanah Mesir, di mana mereka diperbudak.

Penulis : Musa

Isi

Tokoh utama dalam kitab ini adalah Musa, orang yang dipilih Tuhan untuk memimpin umat-Nya keluar dari Mesir. Bagian yang paling terkenal dari buku ini ialah daftar Sepuluh Perintah Allah. Kitab Keluaran terdiri dari tiga bagian penting yaitu:

  1. Riwayat Musa: bagaimana ia diselamatkan waktu masih bayi; bagaimana ia dibesarkan di istana Firaun; bagaimana ia dipanggil oleh Allah dari semak belukar yang menyala; bagaimana ia menantang Firaun untuk membebaskan bangsanya dari perbudakan; dan bagaimana akhirnya ia memimpin bangsanya dengan penuh kemenangan menyeberangi Laut Merah menuju ke padang belantara Gunung Sinai.
  2. Bagian kedua dari Kitab Keluaran berisi komunikasi Allah dengan Musa di Gunung Sinai, pemberian Sepuluh Perintah Allah dan perintah-perintah lainnya.
  3. Bagian terakhir terutama menceritakan tiga hal, yaitu: pembuatan Tabut Perjanjian tempat menyimpan loh batu yang berisi Sepuluh Perintah Allah; pembuatan Kemah Suci untuk tempat menyimpan kotak Tabut Perjanjian; dan aturan-aturan terinci tentang peribadatan.

APA ARTI KITAB KELUARAN BAGI KITA DEWASA INI?

Catatan utama dalam Kitab itu ialah tentang penebusan, yaitu pembebasan dari perbudakan. Kitab Keluaran memberikan banyak ilustrasi yang membantu kita untuk mengerti penebusan kita sendiri melalui Tuhan kita Yesus Kristus. Domba Paskah (Kel 12:1-11) jelaslah melambangkan Anak Domba Allah yang menanggung dosa dunia (Yoh 1:29). Kristus disebut sebagai Anak Domba Paskah oleh Paulus (1 Kor 5:7), sementara itu Petrus menamakan-Nya sebagai Anak Domba yang tak bernoda dan tak bercacat (1 Pet 1:19). Pada bagian terakhir Kitab Keluaran kita diingatkan bahwa sebagai umat yang sudah ditebus, kita dipanggil untuk menjadi umat penyembah Allah. Allah mengajar umat-Nya dengan memakai alat-alat bantu visual. Kemah Suci melambangkan kehadiran Allah di antara umat-Nya. Perlu kita ingat bahwa Kristus dikatakan berdiam (berkemah) di antara kita (Yoh 1:14). Jadi, Kitab Keluaran merupakan contoh bagaimana Perjanjian Lama menerangi Perjanjian Baru. Bilamana kita mempelajari Kitab Keluaran kita melihat cara Allah melepaskan umat-Nya dari perbudakan serta rencana-rencana selanjutnya bagi mereka, dan kisah ini berlaku bagi setiap orang yang menyadari kebutuhannya untuk ditebus.

Garis Besar

[1] BANGSA ISRAEL DI MESIR (Kel 1:1-22)

Kel 1:1-7                      Lahirnya suatu bangsa

Kel 1:8-22                    Perbudakan suatu bangsa

[2] MUSA SI PEMBEBAS (Kel 2:1-4:3)

Kel 2:1-10                    Kelahiran dan masa muda Musa

Kel 2:11-25                  Kekecewaan Musa

Kel 3:1-10                    Panggilan terhadap Musa

Kel 3:11-15                  Keraguan Musa dan penampakan diri Allah

Kel 3:16-22                  Pengutusan

Kel 4:1-17                    Keberatan-keberatan Musa

Kel 4:18-31                  Musa menerima panggilan-Nya

[3] PEMBEBASAN DARI PERBUDAKAN (Kel 5:1-18:27)

Kel 5:1-23                    Musa berselisih dengan Firaun

Kel 6:1-8                      Musa diyakinkan kembali oleh Allah

Kel 6:9-13                    Panggilan Allah kepada Musa diperbarui

Kel 6:14-27                  Data nenek moyang Musa

Kel 6:28-7:7                Perjanjian dengan Musa

Kel 7:8-11:10                Perselisihan dengan Firaun

Kel 12:1-13:22              Perayaan Paskah dan Pembebasan dari Mesir

Kel 14:1-15:21              Menyeberangi Laut Merah

Kel 15:22-18:27           Pengalaman di padang belantara

[4] PERATURAN DAN PERJANJIAN (Kel 19:1-31:18)

Kel 19:1-25                  Bangsa Israel di Sinai

Kel 20:1-26                  Perjanjian Musa

Kel 21:1-23:33           Kitab Perjanjian

Kel 24:1-18                  Pengesahan perjanjian

Kel 25:1-31:18 Cara-cara penyembahan

[5] KEGAGALAN DAN PEMBARUAN (Kel 32:1-40:38)

Kel 32:1-34:35 Kegagalan bangsa Israel

Kel 35:1-40:38 Pekerjaan dan Penyembahan

Pesan

1. Pembebasan dari perbudakan.

    Keluaran membawa kita kepada asal mula keberadaan Israel sebagai suatu bangsa (Kel 1:1-12:36). Catatan penting dari Keluaran ialah mengenai pembebasan atau penyelamatan. Dalam pasal-pasal pertama kita diceritakan bagaimana bangsa itu dipersiapkan untuk dibebaskan dan bagaimana Allah bangkit dalam diri Musa, seorang pembebas. Kemudian orang Israel dipimpin keluar dari Mesir dan setelah itu dibentuk menjadi suatu bangsa di Sinai (Kel 12:37-19:25). Sisa kitab itu menceritakan hal-hal yang berhubungan dengan kelanjutan Israel sebagai bangsa yang mempunyai hubungan perjanjian dengan Allah (Kel 20:1-40:38).

    2. Penebusan Dosa

    Kitab Keluaran dapat dibagi menjadi tiga bagian:

    • Kebutuhan bangsa itu akan kebebasan terlihat dari penderitaan mereka di bawah tekanan bangsa Mesir. Hal ini dapat juga dilihat sebagai gambaran dari perbudakan manusia oleh dosa dan karenanya mereka sungguh-sungguh perlu dibebaskan.
    • Tempat pembebasan digambarkan. Tidak pernah diragukan bahwa pada akhirnya mereka akan berhasil, tetapi sementara itu terdapat banyak kekecewaan. Puncak peristiwa ialah pengorbanan Domba Paskah. Darah di ambang pintu rumah-rumah bangsa Israel merupakan jaminan keselamatan mereka. Bagi orang Kristen, Kristus adalah Domba Paskah yang darah-Nya menjamin pengampunan dosa dan kehidupan yang baru.
    • Setelah penyelamatan tibalah penyucian. Allah akan memasuki suatu perjanjian dengan umat-Nya yang harus menjadi saksi-saksi-Nya yang istimewa di dalam dunia ini. Sebagai bangsa yang sudah ditebus oleh Allah, mereka terpanggil untuk taat kepada-Nya. Sepuluh Perintah merupakan peraturan Allah mengenai moralitas. Mereka juga perlu berhubungan terus dengan Allah melalui penyembahan secara teratur. Oleh karenanya, mereka diberi petunjuk-petunjuk mengenai apa yang harus mereka lakukan. Kemah suci merupakan tempat mereka bertemu dengan Allah dan yakin akan kehadiran-Nya di situ.

    Penerapan

    Dalam Kitab Keluaran kita banyak belajar tentang sifat-sifat Allah.

    1. Allah berdaulat
      Dia mengendalikan sejarah dan melakukan segala sesuatu bagi kemuliaan-Nya.
    2. Allah memperhatikan umat-Nya
      Dia menguasai segala peristiwa dengan tujuan utama kesejahteraan bagi umat-Nya.
    3. Allah mencukupi kebutuhan umat-Nya
      Manna dan burung puyuh merupakan bukti nyata bahwa Tuhan sungguh-sungguh mencukupi kebutuhan anak-anak-Nya.
    4. Allah itu kudus
      Dalam keseluruhan Kitab Keluaran, kekudusan Allah dijelaskan kepada Musa dan kepada bangsa Israel pada umumnya. Kita seharusnya membungkuk dengan hormat di hadapan-Nya.
    5. Allah mengharapkan ketaatan dari umat-Nya
      Sepuluh Perintah mencerminkan harapan Allah yang mendasar terhadap umat-Nya, laki-laki dan perempuan, dan Dia menginginkan ketaatan dalam pikiran, perkataan serta perbuatan.
    6. Allah memimpin umat-Nya
      Allah memimpin umat-Nya di padang gurun dengan awan dan api — pada masa kini Dia memimpin melalui Roh-Nya yang tinggal di dalam hati umat-Nya.
    7. Allah mengharapkan penyembahan dari manusia
      Pada zaman Musa diberikan petunjuk-petunjuk terperinci mengenai bagaimana harus menyembah Allah. Semua ini dimaksudkan untuk mengingatkan umat penyembah Allah mengenai kekudusan dan kemuliaan-Nya. Penyembahan tidak kurang pentingnya pada masa kini; kendatipun kita tidak lagi diminta untuk mengikuti cara penyembahan yang sudah diatur secara terperinci dalam Perjanjian Lama, kita harus ingat bahwa kita menyembah Allah kudus yang sama.

    Sumber:

    http://id.wikipedia.org/wiki/Kitab_Keluaran

    http://sabdaweb.sabda.org/biblical/intro/?b=2&intro=pintisari

    http://sabdaweb.sabda.org/biblical/intro/?b=2&intro=pkkk

    Dia mengendalikan sejarah dan melakukan segala sesuatu bagi kemuliaan-Nya.

    Hi salam kenal..

    pengen tanya:
    1. apa itu holy laughter?
    2. apa istilah Quackers/shakers di Kristen?
    seperti di tv, ketika berdoa ada orang yang badannya bergerak maju mundur… sebutannya apa ya?
    3. Bahasa Roh itu apa? dan bagaimana kita bisa tau orang yg berbahasa roh  itu asli / tidak pada saat mengucapkannya?

    1. apa itu holy laughter?

    Singkatnya, masyarakat Kristen pada bulan Januari 1994  digemparkan dengan “lawatan Allah” yang terjadi di gereja Vineyard dekat airport di Toronto (Canada). Lawatan Allah itu sedemikian rupa, sehingga jemaat yang hadir dalam KKR yang diadakan di gereja tersebut mengalami gejala supranatural seperti  jatuh terlentang, kejang-kejang, menari-nari, menangis, meraung-raung dan tertawa. Yang paling berkesan adalah tertawa. Tertawa yang dialami oleh mereka adalah tertawa sampai terbahak-bahak dan tidak dapat berhenti, bahkan terus menerus tertawa sampai berjam-jam, bahkan ada yang sampai berhari-hari. Mereka menamakan tertawa seperti ini adalah tertawa kudus atau Holy Laughter.  Dasar Alkitrab yang mereka pakai untuk mendukung pandangan ini adalah Maz 2:4, 37:13. Selain itu ada ayat-ayat lain yang juga mereka gunakan untuk menegaskan bahwa kejadian ini adalah kejadian dari Tuhan, pekerjaan Roh Kudus.

    Menurut pendapat saya, ayat-ayat yang dipakai untuk mendukung pandangan ini sama sekali tidak Alkitabiah, karena kita tidak dapat begitu saja mengambil satu ayat dan kemudian melepaskannya dari konteksnya. Yang dicatat Alkitab tentang Allah tertawa, justru menertawakan orang fasik (Mz 2:4, 37:13, 59:9), Sara tertawa, justru tertawa karena tidak percaya janji Tuhan (Kej 18:13 dst). Jadi justru tertawa yang dicatat dalam Alkitab seringkali dalam hubungannya dengan hal-hal yang kurang benar.

    Roh Kudus tidak pernah menghilangkan kesadaran anak-anak Tuhan, Roh Kudus adalah Roh yang tertib, dan Roh Kudus adalah Roh yang tidak menghendaki kekacauan (1Kor 14:33,40). Sebaliknya, orang yang tertawa terbahak-bahak belum tentu adalah orang yang mempunyai sukacita. Dalam Amsal 14:13 dikatakan bahwa ‘dalam tertawapun hati dapat merana!

    Dalam menafsirkan ayat Alkitab kita tidak boleh mengabaikan latar belakang dan penafsiran Alkitab secara tekstual, kontekstual dan kontentual. Ayat-ayat yang berarti kiasan (alegoris dan antropomorfis) atau yang bercirikan puisi, tidak dapat begitu saja ditafsirkan secara hurufiah dan diterapkan secara paksa untuk meyakinkan jemaat. Penafsiran ayat Alkitab secara out of contex merupakan sikap yang kurang bertanggung jawab dan dapat menyesatkan.

    2. apa istilah Quackers/shakers di Kristen? seperti di tv, ketika berdoa ada orang yang badannya bergerak maju mundur… sebutannya apa ya?

    Kelompok ini berdiri di Inggris dengan pemimpinnya George Fox. Nama lain dari Quakers adalah society of Friends. Ajaran Fox adalah bahwa dengan mengikuti terang yang telah dianugerahkan Allah, siapapun dapat melumpuhkan kekuatan setan & cengkeraman dosa (di sini saya tidak mengevaluasi ajarannya). Ciri khas dari perkumpulan ini adalah menentang keterlibatan dalam perang,dll. Untuk lebih lanjut, silakan lihat http://www.essortment.com/all/quakersgeorgef_rnlp.htm

    The Shakers beda dengan Quackers, The Shakers , pengikut dari Mother Ann Lee, (1736-1784), menggunakan bahasa Roh. Mother Ann Lee menganggap dirinya sebagai ‘the female equivalent of Jesus Christ’  dan menganggap sex sebagai dosa, sekalipun dilakukan di dalam pernikahan. Semua ini sudah cukup untuk menganggapnya sebagai seorang yang sesat.

    3. Bahasa Roh itu apa? dan bagaimana kita bisa tau orang yg berbahasa roh  itu asli / tidak pada saat mengucapkannya?

    Bahasa lidah / roh adalah suatu karunia Roh Kudus yang menyebabkan rasul-rasul itu lalu bisa berbicara dalam bahasa-bahasa yang sebelumnya tidak mereka kenal / tidak pernah mereka pelajari. Tidak semua orang yang memiliki Roh Kudus / dipenuhi Roh Kudus harus berbahasa roh. Selain itu, istilah glosal, glosolali/karunia lidah haruslah dimengerti sebagai bahasa, bukan sebagai suatu yang tidak mempunyai arti. Hal ini disebabkan, Gereja yang pertama adalah gereja yang melintasi daerah, negara, bahasa, maka glosolali diberikan. Tujuannya agar Injil Anugerah boleh dimengerti oleh semua orang di bumi ini. Pekabaran Injil dan kalau Injil hanya diberitakan dalam 1 bahasa saja, maka orang bisa-bisa akan beranggapan bahwa Injil itu memang ditujukan hanya untuk satu bangsa / bahasa saja (Yahudi). Allah tidak mau hal itu terjadi dan Ia lalu memberi bahasa roh (bdk. Kis 1:8; Yoh 15:26).

    Bahasa Roh yang asli adalah suatu karunia (1Kor 12:7- 11,27-30), hanya bisa dimiliki oleh orang kristen yang sejati (demikian juga dengan semua karunia yang lain).  Tujuan karunia-karunia itu adalah untuk membangun jemaat / gereja (1Kor 12:7 1Kor 14:5,12,17,26 Ef 4:11-12 1Pet 4:10). Karena itu, dalam Kis 10, pada waktu Petrus melihat orang-orang itu berbahasa Roh, ia yakin bahwa orang-orang itu sudah mengalami baptisan Roh / menerima Roh Kudus. Tetapi yg menjadi persoalan, kalau Petrus bisa membedakan asli tidaknya bahasa Roh itu, kita tidak bisa/sukar sekali untuk bisa membedakannya! Karena itu bahasa Roh sukar dijadikan ukuran apakah seseorang itu sudah menerima Roh Kudus atau tidak.

    Alkitab jelas mengatakan bahwa ‘buah’ adalah bukti pertobatan yang sejati! (Mat 3:7-10 Mat 7:16-20). Tugas Roh Kudus memang memimpin kita ke dalam kebenaran (Yoh 16:13). Juga jelas bahwa buah Roh Kudus (Gal 5:22,23) adalah hasil pekerjaan Roh Kudus dalam diri kita. Tidak adanya buah Roh menunjukkan secara jelas bahwa seseorang belum bertobat / menerima Roh Kudus! Pandangan ini sesuai dengan kata-kata Yakobus yang berbunyi ‘iman tanpa perbuatan adalah mati / kosong’ (Yak 2:17,26), dan juga dengan ajaran Tuhan Yesus tentang pokok anggur dan rantingnya (Yoh 15:1-8). Adalah sangat aneh kalau ada orang yang mengaku telah dibaptis Roh Kudus / penuh Roh Kudus karena telah berbahasa Roh. Tetapi kehidupan mereka tidak berbeda sedikitpun dari orang kafir. Bahkan sering mereka mempu-nyai kepercayaan yang jelas tidak injili /, seperti: tidak yakin masuk ke surga karena masih banyak dosanya; yakin masuk surga karena sudah dibaptis, dll Orang-orang seperti itu, sekalipun sudah berbahasa roh, jelas belum sungguh-sungguh bertobat (dengan demikian jelas juga bahwa bahasa roh mereka pasti palsu). Kalau mereka betul-betul bertobat, buah Roh pasti ada!

    Semoga membantu.

    http://asksophia.wordpress.com/2008/04/09/holy-laughter-quackersshakers-dan-bahasa-roh/

    GET! Bible: Kitab Kejadian

    Posted: 20 August 2009 by Christo in GET! Magz, Vol 1. Juni 2008 Family

    KEJADIAN

    Hi GET! friends, udah baca Alkitab belum hari ini? Hayyoo…ketauan deh! =p Ayo dibaca dulu Alkitab-nya…hari ini kita baca bareng yuk!

    Dalam rubrik ini akan dibahas mengenai latar belakang dan isi dari kitab-kitab yang ada dalam Alkitab kita, dan pada edisi perdana ini yang akan dibahas adalah Kitab Kejadian. Semoga tulisan ini dapat menjadi berkat dan bikin kalian jadi tambah semangat baca “Surat Cinta” dari Tuhan ya…

    KITAB KEJADIAN merupakan buku pertama kitab Taurat Musa dan kitab pertama dalam Perjanjian Lama atau Tanakh. Dalam bahasa Ibrani kitab ini disebut Bereshit. Sedangkan dalam beberapa bahasa Eropa, disebut dengan nama Genesis. Kata ini diambil dari terjemahan bahasa Latin Santo Hieronimus yang mengambilnya dari Septuaginta, terjemahan bahasa Yunani (Γένεσις). Ini artinya adalah “kelahiran”, “penciptaan”, “permulaan”, “sumber” dan “asal”.

    Kitab Kejadian adalah kitab yang pertama dalam Alkitab. Kitab ini dibagi atas 50 pasal dan berisi dua hal penting: Pertama: Sejarah peristiwa-peristiwa penting. Kedua: Sejarah Bapak-bapak orang beriman. Melalui dua pembagian ini, dapat dilihat kemahakuasaan Allah dalam setiap peristiwa penting dan juga kemahakuasaan kehendak Allah yang bekerja dalam kehidupan setiap Bapak orang beriman.

    PENTINGNYA KITAB KEJADIAN
    Isi Alkitab tidak akan berarti banyak tanpa Kitab Kejadian. Kitab ini menjawab pertanyaan-pertanyaan “penting” seperti mengapa kita berada di sini dari mana kita datang. Kejaian berbicara tentang awal mula dunia, manusia, masyarakat, keluarga, bangsa-bangsa, dosa dan keselamatan. Khususnya, Kejadian bercerita tentang lahirnya bangsa Yahudi.

    GAYA PENULISAN KITAB KEJADIAN
    1. Kitab Kejadian mengajarkan kebenaran dengan menceritakan kisah-kisah, bukan dengan memberikan pelajaran dalam bentuk yang lebih formal.
    2. Kisah-kisah yang diceritakan bersifat sangat manusiawi. Tidak ada upaya untuk menutup-nutupi fakta, bahkan pahlawan-pahlawan besar sekalipun digambarkan apa adanya.
    3. Semua kisah diceritakan dengan penuh keagungan dan dengan gaya yang mengharukan. Dinilai dari standar apa pun, disimpulkan bahwa Kitab Kejadian ditulis dengan cemerlang.


    PENULIS KITAB KEJADIAN
    Musa


    NILAI KITAB KEJADIAN
    Banyak orang mungkin menilai bahwa ilmu modern dan sejarah telah meremehkan nilai Kitab Kejadian. Meskipun demikian, kita tetap dapat membaca Kitab Kejadian dengan penuh kepercayaan akan nilai kebenarannya berdasarkan dua alasan, yaitu:
    1. Karena di antara semua argumentasi ilmiah atau sejarah yang mempertanyakan ketepatan Kitab Kejadian selalu terdapat lebih dari satu yang mendukung Kitab Kejadian.
    2. Sebagian besar dari yang diperdebatkan bukan terutama mengenai kebenaran itu sendiri, melainkan tentang cara-cara pendekatan modern terhadap kebenaran. Apapun anggapan kita tentang kebenaran, Kitab Kejadian tetap merupakan kebenaran. Di atas segalanya, Kitab Kejadian merupakan kebenaran yang diungkapkan oleh Allah sendiri mengenai diri-Nya, kita dan dunia tempat kita hidup.

    Garis Besar

    [1]  PERMULAAN SEJARAH MANUSIA  Kej 1:1-11:26
             A  Asal Mula Alam Semesta dan Kehidupan (Kej 1-2)

    Peristiwa penciptaan langit dan bumi, serta segala isinya ini sungguh-sungguh terjadi dan dikerjakan Allah, karena tidak ada seorang pun yang dapat membuat gunung, lautan, matahari, bulan dan bintang, serta manusia yang dapat berpikir, berbicara, bernapas.

              B    Asal Mula Dosa (Kej 3)

    Setelah Tuhan menciptakan manusia, yaitu Adam dan Hawa, Tuhan menempatkan mereka di taman Eden untuk hidup di sana menurut kehendak Allah. Di taman Eden (Firdaus) ini Adam dan Hawa diperkenankan oleh Allah untuk hidup dengan berkat dan kasih-Nya, tetapi setan menggoda mereka sehingga mereka melanggar perintah Allah dan jatuh ke dalam dosa. Sebagai akibatnya, melalui kejatuhan Adam dan Hawa semua manusia menjadi orang berdosa.

              C    Asal Mula Peradaban (Kej 4-5)

    Peradaban manusia berawal dari keturunan Adam dan Hawa. Keturunan Kain menjadi Kebudayaan Kafir, dan keturunan Set merupakan kaum sisa yang benar.

               D    Air Bah : Hukuman Allah Atas Peradaban Purba (Kej 6 - 8:19)

    Melalui Adam dan Hawa yang sudah berdosa itu, keturunannya mulai dari Kain dan Habil sampai pada Set dan seterusnya, menjadi semakin jahat, sehingga akhirnya Tuhan Allah Yang Mahakuasa itu menghukum manusia karena Allah sangat membenci kejahatan. Allah menghukum dan menurunkan hujan selama 40 hari 40 malam yang disebut Air Bah. Dalam hukuman Allah yang sangat dahsyat itu hanya satu keluarga yang diselamatkan oleh Allah yaitu keluarga Nuh dan istrinya serta anak-anak bersama istri mereka. Setelah ini Allah memberi pelangi sebagai tanda janji-Nya bahwa Ia tidak akan menghukum manusia dengan Air Bah lagi.

                 Kej 6:1-8,11-12  Kebejatan Universal
    
    
                 Kej 6:9-22            Nuh : Persiapan untuk Menyelamatkan Kaum Sisa yang Benar

    Kej 7:1-8:19 Beberapa Pengarahan Terakhir dan Air Bah

               E     Permulaan Baru Bagi Manusia (Kej 8:20 – 11:26)

    Setelah Air Bah manusia mulai berkembang biak dengan pengetahuan dan kemampuan yang tinggi. Dengan demikian manusia berusaha untuk mempertahankan kehidupan bersama dalam satu bangsa dan satu bahasa di daerah tertentu saja, sehingga mereka berusaha untuk membangun suatu menara yang tingginya sampai ke langit. Tetapi maksud ini bertentangan dengan kehendak Allah terhadap manusia, yaitu untuk memenuhi bumi ini. Oleh karena itu Allah menyatakan kemahakuasaan-Nya dengan mengacaukan bahasa mereka sehingga pembangunan menara itu tidak dapat diselesaikan. Karena kekacauan bahasa itu, maka kota dimana pembangunan menara itu dilaksanakan disebut Babel.

                  Kej 8:20-10:32    Keturunan Nuh
    
    
                 Kej 11:1-9            Menara Babel

    Kej 11:10-26 Hubungan Keluarga Antara Sem dengan Abraham

    [2]  PERMULAAN BANGSA IBRANI Kej 11:27-50:26
      A Riwayat Abraham (Kej 11:27 – 25:18)

    Abraham adalah seorang yang kuat imannya. Ia menerima panggilan Allah yang ajaib. Kemudian ia meninggalkan tempat kediamannya untuk mengikuti panggilan Allah. Ia dituntun Allah menetap di Kanaan, dimana Abraham dengan iman menantikan kelahiran putra Allah yang dijanjikan. Karena ketaatan Abraham, maka Allah mengadakan perjanjian berkat bagi Abraham dan keturunannya.

     B    Riwayat Ishak (Kej 25:19 – 28:9)

    Ishak adalah anak perjanjian yang diberikan kepada Abraham. Ishak dilahirkan melalui kelahiran yang ajaib, yaitu pada waktu Sara sudah tua. Ishak adalah perantara yang menggenapi janji Allah. Melalui perjalanan hidup Ishak yang penuh suka dan duka itu, dapatlah dilihat lambang kehidupan orang yang dipakai Tuhan. Ishak diberkati oleh Tuhan.

     C    Riwayat Yakub (Kej 28:10 – 37:1)

    Ishak mempunyai dua anak kembar yaitu Yakub dan Esau (Kej 25:24). Dalam sejarah Bapak-bapak orang beriman Yakub terkenal karena membeli hak kesulungan kakaknya Esau dengan sepiring kacang merah (Kej 25:34). Yakub sebelum menjadi orang beriman mengalami banyak pengalaman hidup yang sulit, namun terlihat kemahakuasaan Allah dalam memelihara Yakub. Akhirnya Yakub menjadi orang yang sangat beriman dan dalam kehidupannya menjadi orang yang melayani.

    D     Riwayat Yusuf (Kej 37:2 – 50:2)

    Keturunan dari Yakub menurut kitab Kejadian ada 12 orang dan diantaranya ada seorang yang mempunyai kisah hidup yang selalu berkenan kepada Allah, namanya Yusuf. Dia sangat dibenci oleh saudara-saudaranya, sehingga ia dijual (Kej 37:1-36). Sampai suatu saat dia dimasukkan penjara, tetapi hidupnya tetap berkenan kepada Allah. Allah yang Mahakuasa itu setia membimbing setiap orang yang melakukan kehendak-Nya, sehingga akhirnya Yusuf menjadi penguasa di Mesir (Kej 41:40), karena ia dapat meramalkan mimpi raja Firaun (Kej 41:25-36). Sebagai orang yang penuh dengan roh Allah, Yusuf dalam kehidupannya selalu berkenan kepada Allah. Saudara-saudaranya yang pernah mengkhianati dia tetap dikasihinya dan pada akhirnya semua keluarga Yusuf itu tinggal bersama dengan dia di tanah Mesir (Kej 47:11-12).

    Pesan

    Memerinci pengajaran dari Kitab Kejadian tidak selalu mudah dan apa yang diberikan di bawah ini hanyalah sekadar contoh.

    1. Apa yang diajarkan oleh Kitab Kejadian mengenai Allah
    o Dia kekal dan hidup. Kej 1:1
    o Dia pencipta dan pemberi hidup. Kej 1:1-2:9
    o Dia adalah pribadi dan rindu bersekutu dengan manusia. Kej 1:26-2:25; 3:8; 15:1-16
    o Dia kudus dan akan menghakimi orang berdosa. Kej 3:8-24; 6:5-8; 11:1-9; 18:16-19:29
    o Dia penuh belas kasihan, dalam penghakiman sekalipun. Kej 3:21; 4:15; 6:8; 18:32
    o Dia sabar menangani pengikut-pengikut-Nya seperti digambarkan dalam kisah Abraham dan Yakub.
    o Dia berdaulat atas segala kuasa. Kej 18:14; 26:12-16; 50:20

    2. Apa yang diajarkan oleh Kitab Kejadian mengenai manusia?
    o Dia dilahirkan dalam gambar Allah, dan karenanya bernilai serta mempunyai kemampuan kreatif. Kej 1:27-30
    o Dia mengikuti kehendak sendiri dan menuruti jalannya yang berdosa tanpa Allah. Kej 3:1-7
    o Dosanya sudah tertanam dalam tatanan hidupnya, seperti ditunjukkan oleh Abraham. Kej 20:1-18
    o Dia perlu bersekutu dengan penciptanya, seperti diajarkan melalui kehidupan Abraham.
    o Dia bisa diubahkan oleh Allah, seperti ditunjukkan melalui kehidupan Yakub.
    o Dia berada di bawah kuasa pemeliharaan Allah, seperti ditunjukkan melalui kehidupan Yusuf

    3. Apakah yang diajarkan oleh Kitab Kejadian mengenai masyarakat?
    o Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, bukan sebagai pribadi yang menyendiri. Kej 2:1-18
    o Banyak terdapat contoh mengenai masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupan bersama.
    o Kesatuan dasar dari struktur masyarakat ialah perkawinan. Kej 2:24
    o Undang-undang pemerintah juga diperlukan untuk membantu manusia hidup dalam dunia yang penuh dosa ini.

    Penerapan

    Pesan dalam Kitab Kejadian dapat diterapkan ke dalam tiga wilayah hubungan:

    1. Ke dalam kehidupan kita dengan Allah.
    o Taati Allah. Ini yang terbaik, yaitu mengikuti jalan Allah.
    o Berimanlah kepada-Nya. Ini yang paling benar, walaupun kelihatannya tidak masuk akal.
    o Percayalah kepada-Nya. Allah sungguh-sungguh memelihara kita.
    o Berbicaralah dengan-Nya. Dia harus ditanyai tentang masalah-masalah dan keputusan-keputusan yang kita ambil.
    o Biarkan Dia bekerja. Allah mampu mengubah suatu kehidupan yang serusak apa pun menjadi suatu kehidupan yang indah.

    2. Ke dalam kehidupan keluarga kita.
    o Jujurlah satu dengan yang lain.
    o Jangan pilih kasih.
    o Hati-hati terhadap perasaan iri.
    o Tetap setia dalam keadaan sukar sekalipun.
    o Hiduplah menurut perintah Allah, bukan menurut keinginan sendiri.

    3. Ke dalam kehidupan kita dalam dunia.
    o Kembangkan dan gunakan sumber-sumber alam dengan penuh tanggung jawab.
    o Ingatlah bahwa semua orang mempunyai pencipta yang sama dan dibentuk menurut gambar-Nya.
    o Ingatlah bahwa Allah juga memperhatikan masalah-masalah internasional, bukan hanya masalah pribadi dan rohani.
    o Hiduplah dengan jujur dan jadilah saksi yang baik.

    Sumber:

    http://id.wikipedia.org/wiki/Kitab_Kejadian

    http://sabdaweb.sabda.org/biblical/intro/?b=1&intro=pintisari
    http://sabdaweb.sabda.org/biblical/intro/?b=1&intro=pkkk

    AB KEJADIAN merupakan buku pertama kitab Taurat Musa dan kitab pertama dalam Perjanjian Lama atau Tanakh. Dalam bahasa Ibrani kitab ini disebut Bereshit. Sedangkan dalam beberapa bahasa Eropa, disebut dengan nama Genesis. Kata ini diambil dari terjemahan bahasa Latin Santo Hieronimus yang mengambilnya dari Septuaginta, terjemahan bahasa Yunani (Γένεσις). Ini artinya adalah “kelahiran”, “penciptaan”, “permulaan”, “sumber” dan “asal”.

    Kitab Kejadian adalah kitab yang pertama dalam Alkitab. Kitab ini dibagi atas 50 pasal dan berisi dua hal penting: Pertama: Sejarah peristiwa-peristiwa penting.  Kedua: Sejarah Bapak-bapak orang beriman. Melalui dua pembagian ini, dapat dilihat kemahakuasaan Allah dalam setiap peristiwa penting dan juga kemahakuasaan kehendak Allah yang bekerja dalam kehidupan setiap Bapak orang beriman.

    Gempa China1

    12 Mei 2008..tiba-tiba gempa berkekuatan 7.9 Skala Ritcher mengguncang wilayah barat daya China! Televisi pemerintah menyebutkan terjadi lebih dari 300 kali gempa susulan.

    Bencana itu terjadi saat jam belajar dan delapan sekolah runtuh di wilayah itu. Sekitar 900 remaja terkubur di reruntuhan bangunan bertingkat tiga di kota Dujiangyan, Sichuan.

    Ratusan orang terkubur di dua pabrik kimia yang runtuh di Shifang, Sichuan, dan lebih dari 80 ton amoniak cair yang sangat korosif tumpah.

    Ratusan orang lainnya terkubur di reruntuhan sekolah, pabrik, dan asrama di wilayah tersebut. Korban yang tidak kalah banyak juga terkubur di rumah sakit yang rubuh di kota Dujiangyan, Sichuan.

    Gempa China2

    Korban tewas akibat gempa tersebut terus bertambah. Data terakhir menyebutkan (23/5), gempa yang berpusat di Sichuan itu, menewaskan sedikitnya 55.239 jiwa, dan jumlah itu dapat terus bertambah karena proses evakuasi yang belum selesai dilakukan.

    Gempa terdahsyat dalam tiga dasawarsa terakhir di China itu juga mengakibatkan lebih dari 288 ribu jiwa terluka, lebih dari 29 ribu jiwa hilang, dan sedikitnya 4 ribu anak-anak menjadi yatim piatu akibat gempa dahsyat tersebut.

    Sementara itu, masalah baru akibat fenomena alam ini mulai muncul. Ribuan korban selamat kehilangan tempat tinggal dan hidup di pengungsian.

    Dan di Kota Hanwang, bau busuk mulai menyeruak di seluruh penjuru kota. Memasuki kota itu, pemandangan juga sangat miris, puluhan mayat terbungkus plastik berjajar di jalanan menunggu proses penguburan massal.

    Itulah fakta-fakta yang terjadi saat gempa dahsyat mengguncang China. Begitu banyak korban berjatuhan dan begitu banyak korban kehilangan segalanya.

    Tetapi Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan dan keajaibanNya. Meskipun banyak orang mengatakan China itu negara komunis, tidak mengenal Tuhan, dan sebagainya, namun bagaimanapun juga Tuhan juga tidak akan lupa dengan salah satu bangsa ciptaanNya ini. TanganNya bekerja dengan cara ajaib, dan hampir “mustahil”. Banyak kisah di bawah puing-puing reruntuhan, kisah pilu korban gempa yang menunggu dirinya diselamatkan.

    Sun Guoli, seorang sukarelawan di wilayah Chengdu, tidak pernah membayangkan bagaimana seorang ibu hamil berusia 34 tahun mampu bertahan hidup, setelah terkubur reruntuhan bangunan selama 50 jam!

    Sun Guoli pun mengatakan bahwa itu sungguh sebuah keajaiban.

    Gempa China3

    Hal yang sama juga dialami seorang bocah perempuan berusia 7 tahun yang tertimbun reruntuhan bangunan sekolahnya selama 50 jam. Suara lemah sang bocah berhasil menyelamatkan nyawanya.

    Sejumlah sukarelawan mengaku mendengar suara lemah yang menyayat hati. Suara itu terdengar seperti ‘Paman, selamatkan aku, selamatkan aku.’ Bahkan suara itu masih terus membayang-bayangi seorang sukarelawan yang menyelamatkan bocah itu.

    Jauh di Kota An Xiang, seorang petani, Li Zizhong (38) terpisah dari seluruh keluarganya. Seluruh desanya hancur dan banyak korban yang belum terevakuasi. Tidak ada yang tahu apa yang menimpa keluarga besarnya, tapi ia bersyukur masih diberi hidup.

    Tekanan psikologis juga ditunjukkan seorang wanita yang menangis histeris sambil menggendong bayinya yang sudah tidak bernyawa. Wanita itu terus mengayun gendongannya seolah sang bayi masih hidup.

    Gempa China4

    Seorang kakek berusia 80 tahun yang dalam kondisi sakit berhasil selamat setelah berada di reruntuhan rumahnya selama 11 hari.

    Kakek Xiao Zhihu terjebak di reruntuhan rumahnya ketika terjadi gempa.

    Dia berhasil selamat karena istri tercinta sempat menaruh beberapa makanan di dekatnya sebelum gempa terjadi.

    Ada yang masih hidup setelah bertahan di bawah reruntuhan selama hampir 7 hari. Wang Chunbang, pria berusia 56 tahun itu mampu bertahan hidup selama 164,5 jam di bawah reruntuhan gua tempat ia bekerja menambang mangan dengan minum (maaf) air seninya sendiri sebelum akhirnya diselamatkan oleh regu penolong dari Tentara Pembebasan Rakyat (angkatan bersenjatanya RRC) pada tanggal 19 Mei.

    Hampir sama juga dengan Gu Guohua, pria berusia 37 tahun yang 170 jam lamanya bertahan di bawah reruntuhan. Seperti Wang, ia juga melawan dahaga dengan menenggak air seninya sendiri, sementara untuk mengisi perut yang lapar, pria ini terpaksa menelan kertas toilet. Butuh waktu 3 jam untuk mengeluarkannya dari reruntuhan, dan setelah berhasil dibawa keluar, tidak ditemukan cedera serius di tubuhnya.

    Namun yang cukup luar biasa adalah kisah seorang nenek 60 tahun yang bertahan hidup selama 195 jam atau lebih dari 8 hari! Saat terjadi gempa, nenek Wang Youqun sedang berdoa di kuil, jauh dari rumahnya. Ketika merasakan getaran hebat, ia buru-buru lari keluar menyelamatkan diri. Celakanya, tebing terjal di sepanjang jalan pun runtuh akibat gempa, dan menimpa nenek malang ini. Akibatnya, kedua kakinya tak bisa digerakkan alias lumpuh.

    Entah benar-benar mujizat atau apa, nenek itu bertahan hidup karena ditemani oleh dua ekor anjing liar. Tidak tahu dari mana asalnya, kedua ekor anjing liar itu setia menemani sang nenek, dan mereka menjilati mulut sang nenek ketika ia mulai akan tak sadarkan diri. Karena itulah  semangat sang nenek terus tumbuh dan ia berusaha terus bertahan hidup. Nyawanya pun akhirnya tertolong ketika regu penyelamat datang ke tempat yang agak terpencil itu dan membebaskannya dari ancaman maut. Keluarganya yang sudah pesimis, segera bergegas ke rumah sakit untuk menemuinya.

    GET! Friends, betapa seharusnya kita sangat bersyukur untuk kehidupan kita saat ini. Begitu banyak teman-teman kita yang harus mengalami penderitaan yang luar biasa karena bencana tersebut. Kehilangan tempat tinggal, kehilangan orang tua, kehilangan kakak dan adik kita. Bayangkan jika kitalah yang berada dalam posisi mereka, apakah yang dapat kita perbuat?

    Saat ini kita masih diberikan kesempatan hidup, kita harus selalu bersyukur pada Tuhan. Jika kita masih dapat bangun di pagi hari, itu sungguh sebuah anugrah semata. Jika kita masih dapat bersekolah, itu juga anugrah. Jika kita masih dapat berkumpul bersama dengan orang tua dan saudara-saudara kita, itu anugrah yang luar biasa. Jadi bersyukurlah setiap hari. Bersyukur dan lakukan yang terbaik dalam hidupMu. Perlakukanlah orang tuamu dengan sangat baik (hormati dan hargai mereka!), dan perbuatlah yang terbaik dalam studimu (jangan selalu mengeluh dan malas!), dan layanilah Tuhan selagi kita masih diberi kesempatan hidup oleh Tuhan (jangan berdalih tidak ada waktu!). Biarlah Tuhan memakai hidupmu untuk menjadi saluran berkat bagi semua orang. Amin.

    Gempa China5

    Apa sih DOSA ASAL itu?

    Dosa asal adalah dosa yang dilakukan oleh Adam, bapa dari segala umat manusia. Karena dosa Adam, setiap manusia diciptakan tanpa rahmat, karena dia adalah bapa dari segenap umat manusia.

    “Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa” (Roma 5:19)

    Akibat dari dosa Adam pintu-pintu surga tertutup; penyakit, penderitaan dan kematian datang ke dunia, pikiran manusia dikuasai oleh kegelapan dan dia menjadi lemah. “yang ditimbulkan oleh hatinya adalah jahat…” (Kej 8:21)

    Berarti kita sebagai manusia keturunan Adam, juga membawa dosa asal sejak lahir??

    Dosa  Adam memisahkan dirinya dari Allah. Sebagaimana kehidupan  rohaninya terdiri dari kesatuannya dengan Pencipta, maka keterpisahannya dengan Allah membawa dia kepada kematian. Dosa Adam ini tidak hanya mencelakakan dirinya sendiri, tetapi seluruh keturunannya menjadi tercemar, bahkan seluruh tatanan alam semesta mengalami kerusakan (Rm. 8:20, 22). Kerusakan gambar Allah dalam diri Adam ini yang kemudian menyebar kepada seluruh keturunannya inilah yang disebut dosa asal / dosa turunan (Mz. 1:7; Ayb. 14:4). Hal ini dijelaskan rasul Paulus ketika ia membandingkan Adam dan Kristus: “sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa” (Rm. 5:12). Dari Adam mengalirlah pencemaran kepada seluruh keturunannya. Tetapi penyebab penularan ini bukan di dalam substansi tubuh atau jiwa, tetapi berdasarkan ketetapan Allah. Ketika Adam mengalami kerusakan, maka seluruh natur  kita juga dicemarkan.

    Akibat dari DOSA ASAL yang diperbuat oleh ADAM-HAWA : semua manusia sejak bayi (lahir dari kandungan) mewarisi dosa Adam-Hawa, yaitu kehilangan kemuliaan.

    * Mazmur 51:7,

    “Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.”

    lebih jelas lagi dalam :

    * 2 Tawarikh 6:36

    Apabila mereka berdosa kepada-Mu—karena tidak ada manusia yang tidak berdosa–dan Engkau murka kepada mereka dan menyerahkan mereka kepada musuh, sehingga mereka diangkut tertawan ke negeri yang jauh atau yang dekat.

    2 Tawarikh berbicara mengenai dosa asal dari dosa Adam-Hawa, sehingga tidak ada manusia tidak terjamah oleh dosa, bahkan seorang Nabi sekalipun.

    Artinya kita semua mempunyai dosa asal, nah dosa asal itu yang bagaimana???
    apakah “menyalahkan orang lain tanpa cek & re-cek dulu” termasuk dosa asal???
    Juga berzinah, mencuri, membunuh, berjudi, berdusta, malas, dsb…???

    Jangan mencampur-adukkan DOSA ASAL dan DOSA PRIBADI.

    Dosa asal adalah suatu kerusakan natur kita secara turun temurun, yang menyebar ke seluruh jiwa kita, yang menjadikan kita layak dimurkai Allah, dan yang menghasilkan di dalam kita apa yang dalam Alkitab disebut “perbuatan daging” (Galatia 5:19).

    Dua hal yang perlu kita mengerti:

    1. Kita dihukum bukan atas kesalahan orang lain, tetapi kesalahan kita sendiri, sebab kita dilahirkan di dalam kesalahan, walaupun sebagai bayi buah kejahatan kita belum terwujud, tetapi benihnya sudah ada di dalam kita. Dan karena natur kita itu penuh dengan benih dosa, maka semua itu menjadi kejijikan bagi Allah (inilah yang dimaksud Raja Daud ketika ia menulis dengan Ilham Allah bahwa ia dalam dosa sejak dilahirkan.)

    * Mazmur 51:7,

    “Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.”

    2. Kerusakan dalam kita itu tidak pernah berhenti, tetapi terus menerus menghasilkan buah baru, yaitu perbuatan daging, dan ini bukan sekedar tidak adanya kebenaran (pasif), tetapi dalam diri kita ada suatu daya aktif dan yang secara subur menghasilkan buah-buah kejahatan; suatu pencemaran yang meliputi pengertian dan kehendak, dari tubuh hingga jiwa, pokoknya seluruh natur kita telah dicemarkan. Demikian menyeluruh pencemaran ini sehingga tidak ada suatu bagian dari kita yang tidak dicemarkan (Roma 3:1-20), dan karena tidak ada bagian yang tidak dicemari oleh dosa, maka apa yang berasal darinya diperhitungkan sebagai dosa (Roma 8:6-7).

    Namun demikian, kita tidak dapat menyalahkan Allah dengan mengatakan karena kecemaran kita adalah pekerjaan Allah maka Dialah yang harus bertanggung jawab dan bukannya manusia. Alkitab menyatakan bahwa kejahatan manusia bukan karena kesalahan penciptaan Allah tetapi karena dosa, seperti dikatakan oleh Pengkhotbah “Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih” (Pkh. 7:29). Jadi jelaslah bahwa kesengsaraan manusia itu adalah akibat kesalahan manusia sendiri, sesuatu yang terjadi kemudian, bukan bawaan karena penciptaan.

    Rasul Paulus mengatakan “upah dosa adalah maut (kematian)”. Tetapi Tuhan tidak menghendaki kematian manusia. Dengan kata lain “kematian” manusia bukanlah sebuah hukuman yang Tuhan berikan, namun sebagai sebuah konsekuensi logis dari dosa manusia. Tuhan ingin manusia hidup, oleh karena itu Ia menawarkan pengampunan bagi mereka yang bertobat.

    Tuhan tidak menghendaki manusia mati/binasa akibat dosa-dosanya, oleh karena itu Ia menganjurkan pertobatan dan menawarkan pengampunan bagi semua umat manusia melalui pengorbahan Tuhan Yesus Kristus.

    Karena wafat Kristus di kayu salib (karya penyelamatan), Allah membuka kembali surga dan membuat rahmat tersedia bagi manusia.

    “Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.” (1 Kor 15:22)

    Berarti sebenarnya kita sudah tidak ada dosa lagi donk..karena YESUS yang sudah membayarnya dengan harga yang mahal di kayu salib..

    Benar, kelahiran baru menghapuskan dosa asal dan memberi rahmat kepada jiwa kita.
    “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Yohanes 3:5)

    Sumber:

    http://www.akupercaya.com

    Ready Bread – Reformed Evangelical Daily Bible Readings,

    Artikel Mingguan, Minggu ke-26 dan 27
    (Bacaan Alkitab Setiap Hari, Gereja Reformed Injili Indonesia)

    Libur telah tiba!! Teman-teman pasti senang kan waktu liburan sudah datang. Tapi senangnya jangan sampai lupa waktu ya. Jangan bergadang terus waktu liburan, karena  ternyata bergadang itu dapat memberi dampak yang buruk buat badan kita. Salah satunya ada kemungkinan kita bisa terkena kanker hati! ihh serem kan..

    Penyebab utama kerusakan hati adalah :

    1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama!
    2. Tidak buang air di pagi hari.
    3. Pola makan yang terlalu berlebihan.
    4. Tidak makan pagi.
    5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
    6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan.
    7. Minyak goreng yang tidak sehat. Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan. Hal ini juga berlaku meskipun menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkomsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.
    8. Mengkonsumsi masakan mentah atau sangat matang juga dapat menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.

    Kita harus melakukan pencegahan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup dengan mengatur gaya hidup dan pola makanan kita sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan “jadwalnya”.

    Sebab:

    Malam hari pk 9 – 11 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening).

    Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seseorang dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya bermain atau sibuk mengerjakan tugas, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.

    Malam hari pk 11 – dini hari pk 1 : adalah proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

    Dini hari pk 1 – 3 : adalah proses de-toxin di bagian empedu, juga harus berlangsung dalam kondisi tidur.

    Dini hari pk 3 – 5 : adalah proses de-toxin di bagian paru-paru. Bagi penderita batuk, akan terjadi batuk yang hebat selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tidak perlu minum obat batuk (ketika durasi ini) agar tidak merintangi proses pembuangan kotoran.

    Pagi pk 5 -7 : adalah proses de-toxin di bagian usus besar, harus buang air.

    Pagi pk 7 – 9 : adalah waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9 -10 daripada tidak makan sama sekali.

    Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah.

    Jadi…tidurlah yang nyenyak dan jangan bergadang!!

    Dialihbahasakan secara bebas dari artikel berbahasa Mandarin oleh : Siwu (9 Juni 2004)

    Teman-teman, judul di atas saya peroleh setelah saya merenungkan tulisan Paulus dalam 2 Korintus 12:1-10. Kisah Paulus telah menjadi berkat bagi saya tatkala saya sedang mengalami sakit sekitar dua bulan lebih (dari Oktober hingga pertengahan Desember), dan bahkan sampai hari ini efek dari penyakit tersebut masih terasa. Penyakit yang saya derita itu adalah penyakit Hepatitis A, dan sekalipun sekarang saya sudah dinyatakan pulih oleh dokter namun bila saya sedikit kecapean saja, saya sering merasa lemas dan kerapkali kepala saya mudah pusing. Tentu hal tersebut membuat aktivitas saya menjadi terhambat, namun di kala seperti itu, saya semakin bersandar dan berserah kepada Dia, karena Dia adalah sumber kekuatanku. Ketika aku lemah … kuasaNya sungguh nyata dalam hidupku.

    Dalam tulisan ini saya tidak bermaksud membandingkan diri saya dengan Paulus namun melalui kisah hidup Paulus yang tertuang dalam tulisannya telah menjadi berkat bagi saya. Tentu kita semua tahu siapakah tokoh Paulus. Paulus adalah seorang rasul yang sukses memberitakan Injil bagi orang-orang non Yahudi, seorang yang brilian, dan semasa kecil telah dididik di bawah hukum Taurat dalm bimbingan soko guru yang bernama Gamaliel.

    Paulus adalah seorang yang luar biasa dan kecemerlangannya bukan hanya nampak dalam pemikirannya yang mempengaruhi jemaat Tuhan dan jemaat yang dia bangun tetapi dia juga mengalami suatu peristiwa yang secara logika sulit diterima karena bersifat spiritual yakni diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga (ay.2). Namun kita harus mempercayai peristiwa yang dialami oleh Paulus ini karena kisah ini tercatat di Alkitab yang merupakan inspirasi dari Roh Kudus.

    Setelah peristiwa tersebut berlangsung, sebagaimana yang diungkapkan oleh Kenneth L. Barker dan John R. Kohlenberger dalam bukunya yang berjudul “The Expositor’s Bible Commentary” tidak lama setelah Paulus mengalami peristiwa tersebut Paulus diizinkan oleh Allah untuk dicobai Iblis dengan memberi suatu duri di dalam dagingnya. Hal itu berarti ketika Paulus menulis teks ini, duri tersebut telah tinggal dalam dagingnya selama 14 tahun. Duri tersebut kemungkinan besar adalah penyakit yang diderita oleh Paulus dan membuat Paulus secara manusiawi ingin sembuh. Di dalam ayat 7, kita melihat kalimat “maka aku diberi suatu duri…” menunjukkan diri Paulus yang pasif dan duri tersebut tentu bukan keinginannya tetapi perlu kita sadari bahwa ketika Tuhan mengizinkan hal tersebut tentu ada maksud Tuhan yang bermanfaat bagi hidup Paulus. Maksud Tuhan dalam konteks ini adalah supaya Paulus tidak menjadi sombong secara rohani, dan bahkan supaya dia semakin menyadari bahwa kehebatannya dan kebarhasilannya itu bukan karana talenta dan kerja kerasnya saja melainkan karena anugerah Tuhan yang semata-mata memakai dirinya. Di dalam kelemahannya, Paulus menyadari bahwa dia harus senantiasa bersandar dan mendekat kepada Tuhan sehingga Tuhan yang merupakan sumber dari segala sumber memberinya kekuatan.

    Teman-teman, pada saat ini saya bersyukur kepada Tuhan karena mengizinkan saya sakit, saya bisa menyaksikan cinta kasih Tuhan yang tak terbatas… di kala saya bosan, Tuhan menghibur saya melalui kehadiran keluarga dan sahabat-sahabat … di kala saya terbaring sendiri, Tuhan memberkati saya dengan firmanNya yang menguatkan dan memberiku pengharapan … di kala saya sakit, bilur-bilurNya menyembuhkan.

    Teman-teman, bila kalian mengalami suatu kesulitan di salam hidup atau menderita penyakit yang berat, janganlah putus asa ataupun menyalahkan Tuhan, tetapi carilah kehendak Tuhan, apa yang Tuhan mau di dalam hidupmu. Tuhan adalah sumber pengharapan dan Dia tidak akan pernah meninggalkan umatNya. Soli Deo Gloria.

    Salam kasih,

    Sdr. Sin Han

    How face this problem … ?

    Jika hari ini kita sedang mengalami satu problema berat, kita harus tahu apa yang firman Tuhan katakan apa yang seharusnya kita lakukan sebagai orang percaya.

    1. Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu ….” (Matius 11:28-29)
    2. “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” (Ibrani 4:15-16)
    3. “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan …” (Filipi 4:6)
    4. “Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.” (2 Korintus 1:20)