Archive for the ‘Vol 2. Agustus 2008 Heroes’ Category

(Kisah Selamatnya Seorang Atlit Olimpiade)

Pada tahun 1967 ketika mengikuti pelajaran di kelas fotografi Universitas Cincinnati, aku berkenalan dengan seorang pemuda bernama Charles Murray, siswa pada sekolah yang sama, yang sedang dilatih untuk persiapan Olimpiade musim panas tahun 1968 sebagai seorang pelompat indah papan kolam renang. Charles sangat sabar terhadapku ketika aku berbicara selama berjam-jam dengannya tentang Yesus Kristus dan bagaimana Ia telah menyelamatkanku.

Charles tidak dibesarkan di dalam keluarga yang berbakti di gereja manapun, jadi semua yang kuceritakan kepadanya mempesonakannya. Ia bahkan mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang pengampunan dosa. Akhirnya tibalah harinya di mana aku mengajukan sebuah pertanyaan kepadanya. Aku bertanya apakah ia menyadari kebutuhan dirinya akan seorang penebus dan apakah ia siap untuk mempercayai Kristus sebagai Juru Selamat pribadinya. Aku melihat wajahnya berubah dan perasaan bersalah tergambar di situ. Namun jawabannya tegas sekali “Tidak”.

Di hari-hari berikutnya, ia tampak diam dan sering kali aku merasa bahwa ia menjauhiku, sampai aku menerima telepon, yang datangnya dari Charles. Ia ingin mengetahui di mana ia dapat menemukan beberapa ayat di dalam Perjanjian Baru yang telah kuberikan kepadanya mengenai keselamatan.

Aku memberikan kepadanya referensi menuju beberapa pasal dan bertanya apakah aku dapat menemuinya. Ia menolak tawaranku dan mengucapkan terima kasih untuk ayat-ayat yang kuberikan. Aku dapat menebak bahwa ia amat gelisah, namun aku tak tahu di mana ia berada atau bagaimana cara untuk menolongnya. Oleh karena ia sedang berlatih untuk pertandingan Olimpiade, maka Charles memperoleh fasilitas khusus di kolam renang Universitas kami.

Di antara pukul 22.30 dan 23.00 malam itu, ia memutuskan untuk berenang dan melakukan sedikit latihan lompat papan. Malam di bulan Oktober itu sangat cerah dan bulan tampak penuh dan cemerlang. Kolam renang Universitas kami berada di bawah langit-langit kaca sehingga bulan dapat bersinar terang melalui puncak dinding di areal kolam.

Charles mendaki papan lompat yang paling atas untuk melakukan lompatannya yang pertama. Pada saat itu, Roh Allah mulai menempelaknya (??) akan dosa-dosanya. Semua ayat-ayat yang telah dibacanya, semua saat-saat bersaksi kepadanya tentang Kristus, mulai memenuhi benaknya. Ia berdiri di atas papan dengan membelakangi kolam untuk melakukan lompatannya, merentangkan kedua tangannya untuk keseimbangan, memandang ke atas dinding dan melihat bayang-bayangnya sendiri yang disebabkan oleh cahaya bulan. Bayang-bayangnya berbentuk sebuah salib. Ia tak dapat menahan beban dosanya lebih lama lagi. Hatinya hancur dan ia duduk di atas papan lompat itu dan meminta Allah untuk mengampuninya dan menyelamatkannya. Ia percaya kepada Yesus Kristus di ketinggian lebih dari pada dua puluh kaki dari tanah.

Tiba-tiba, lampu-lampu di areal kolam menyala. Petugasnya masuk untuk mengadakan pemeriksaan kolam. Ketika Charles menengok ke bawah dari atas papannya, maka yang dilihatnya adalah kolam yang kosong yang telah dikeringkan untuk beberapa perbaikan. Hampir saja ia menerjunkan dirinya menuju kematian, namun salib telah menghentikannya dari bencana tersebut.

I Korintus 1:18 “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.”

Sumber: Highways Of Hope

http://artikel.sabda.org/bayang-bayangnya_berbentuk_salib

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.

“Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara.

Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi

Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!”

Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.

Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya! ”

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang?Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!”

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung.

Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku.

Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk

ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi.

Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita

memberikan hasil yang begitu baik…hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya?Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?”

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau

tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.” Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.”

Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang.

Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga(di universitas) . Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, ” Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana !”

Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan

pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?” Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah

adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu? ” Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. ..”

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan,

“Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.”

Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis.

Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku.

“Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..”

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya.

“Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya.

“Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi

konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…”

Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.

Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota . Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu saja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.”

Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?”

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya.

“Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?”

Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!”

“Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku.

Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.”

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang

begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.”

Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

Sumber: Diterjemahkan dari “I cried for my brother six times”

HARI INI……

Sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

Sebelum kamu mengeluh tentang orang tuamu.
Pikirkan tentang seseorang yang sudah tidak memiliki orang tua.

Sebelum kamu mengeluh tentang kakak dan adikmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai kakak atau adik tetapi ia tidak memilikinya.

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan yang sangat kotor dan

berdebu.

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh dengan studi dan pekerjaanmu,
Pikirkan tentang orang-orang miskin, pengangguran, dan orang-orang cacat yang

berharap mereka dapat bersekolah dan mempunyai pekerjaan seperti kamu

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,

Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa,,,

Kita semua menjawab kepada Sang Pencipta

Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup !

Life is a gift …
Live it…
Enjoy it…
And fulfill it…

Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu
Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan
Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan,
Mereka cantik/tampan karena anda mencintainya,,,

It’s true you don’t know what you’ve got until it’s gone, but it’s also true you don’t know what you’ve been missing until it arrives!!!

Diedit dari sumber:

http://artikel.sabda.org/sebelum_hari_ini

Hi GET! Friends, akhir-akhir ini kita semua pasti sering mendengar tentang global warming. Sebenarnya apa sih global warming itu? Dan bagaimana sih proses terjadinya? Nah..supaya GET! Friends mengerti, dalam edisi ini akan dibahas mengenai  global warming atau pemanasan global.

Sejak dikenalnya ilmu mengenai iklim, para ilmuwan telah mempelajari bahwa ternyata iklim di bumi selalu berubah. Dari studi tentang jaman es di masa lalu menunjukkan bahwa iklim bisa berubah dengan sendirinya dan secara radikal. Apa penyebabnya? Meteor jatuh? Variasi panas matahari? Gunung meletus yang menyebabkan awan asap? Perubahan arah angin akibat perubahan struktur muka bumi dan arus laut? Atau karena komposisi udara yang berubah? Atau sebab yang lain?

Global Warming1Sampai abad ke-19, studi mengenai iklim mulai mengetahui tentang kandungan gas yang berada di atmosfer, yang disebut sebagai gas rumah kaca, yang bisa mempengaruhi iklim di bumi.

Apa itu Gas Rumah Kaca?

Sebetulnya yang dikenal sebagai ‘gas rumah kaca’ adalah suatu efek, dimana molekul-molekul yang ada di atmosfer kita bersifat seperti memberi efek rumah kaca. Efek rumah kaca sendiri, seharusnya merupakan efek yang alamiah untuk menjaga temperatur permukaaan Bumi berada pada temperatur normal, sekitar 30°C, atau kalau tidak, maka tentu saja tidak akan ada kehidupan di muka Bumi ini.

Sekitar tahun 1820, bapak Fourier menemukan bahwa atmosfer itu sangat bisa diterobos (permeable) oleh cahaya Matahari yang masuk ke permukaan Bumi. Tetapi, tidak semua cahaya yang dipancarkan ke permukaan Bumi itu bisa dipantulkan keluar. Radiasi infra merah yang seharusnya terpantul terjebak. Dengan demikian, maka atmosfer Bumi menjebak panas (efek rumah kaca).

Global Warming2Tiga puluh tahun kemudian, bapak Tyndall menemukan bahwa tipe-tipe gas yang menjebak panas tersebut, terutama adalah karbon dioksida dan uap air. Molekul-molekul tersebut yang akhirnya dinamai sebagai gas rumah kaca, seperti yang kita kenal sekarang. Arrhenius memperlihatkan bahwa jika konsentrasi karbon dioksida dilipatgandakan, maka peningkatan temperatur permukaan menjadi sangat signifikan.

Bumi Semakin Panas!

Semenjak penemuan Fourier, Tyndall, dan Arrhenius, ilmuwan semakin memahami bagaimana gas rumah kaca menyerap radiasi, memungkinkan membuat perhitungan yang lebih baik untuk menghubungkan konsentrasi gas rumah kaca dan peningkatan temperatur. Jika konsentrasi karbon dioksida dilipatduakan saja, maka temperatur bisa meningkat sampai 1°C.

Tetapi, atmosfer tidaklah sesederhana model perhitungan tersebut. Kenyataannya peningkatan temperatur bisa lebih dari 1°C karena ada faktor-faktor seperti, sebut saja, perubahan jumlah awan, pemantulan panas yang berbeda antara daratan dan lautan, perubahan kandungan uap air di udara, perubahan permukaan Bumi, baik karena pembukaan lahan, perubahan permukaan, atau sebab-sebab yang lain, alami, maupun karena ulah manusia. Bukti-bukti yang ada menunjukkan, atmosfer yang ada menjadi lebih panas, dengan atmosfer menyimpan lebih banyak uap air, dan menyimpan lebih banyak panas, memperkuat pemanasan dari perhitungan standar.

Sejak tahun 2001, studi-studi mengenai dinamika iklim global menunjukkan bahwa paling tidak dunia telah mengalami pemanasan lebih dari 3°C semenjak jaman pra-industri. Itu saja jika kita bisa menekan konsentrasi gas rumah kaca supaya stabil pada 430 ppm CO2e (ppm = part per million = per satu juta ekivalen CO2 – yang menyatakan rasio jumlah molekul gas CO2 per satu juta udara kering). Yang pasti, sejak 1900, maka Bumi telah mengalami pemanasan sebesar 0,7°C.

Lalu, jika memang terjadi pemanasan, sebagaimana disebut; yang kemudian dikenal sebagai pemanasan global (atau dalam istilah populer bahasa Inggris, kita sebut sebagai Global Warming). Apakah merupakan fenomena alam yang tidak dihindari? Atau ada suatu sebab yang signifikan, sehingga menjadi ‘populer’ seperti sekarang ini? Apakah karena Al Gore dengan filmnya An Inconvenient Truth yang mempopulerkan global warming? Tentunya tidak sesederhana itu.

Manusia-kah Penyebabnya?

Global Warming3

Perlu kerja sama internasional untuk bisa mengatakan bahwa memang manusialah yang menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global. Laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) tahun 2007, menunjukkan bahwa rata-rata (global) aktivitas manusia semenjak 1750 menyebabkan adanya pemanasan. Perubahan kelimpahan gas rumah kaca dan aerosol akibat radiasi Matahari dan keseluruhan permukaan Bumi mempengaruhi keseimbangan energi sistem iklim. Dalam besaran yang dinyatakan sebagai Radiative Forcing sebagai alat ukur apakah iklim global menjadi panas atau dingin (warna merah menyatakan nilai positif atau menyebabkan menjadi lebih hangat, dan biru kebalikannya), maka ditemukan bahwa akibat kegiatan manusialah (antropogenik) yang menjadi pendorong utama terjadinya pemanasan global.

Sumber utama peningkatan konsentrasi karbon dioksida adalah penggunaan bahan bakar fosil, ditambah pengaruh perubahan permukaan tanah (pembukaan lahan, penebangan hutan, pembakaran hutan, mencairnya es). Peningkatan konsentrasi metana (CH4) dari 715 ppb (part per billion = satu per milyar) di zaman pra-industri menjadi 1732 ppb di awal 1990-an dan 1774 pada tahun 2005. Ini melebihi angka yang berubah secara alamiah selama 650 ribu tahun (320 – 790 ppb). Sumber utama peningkatan metana adalah pertanian dan penggunaan bahan bakar fosil. Konsentrasi nitro oksida (N2O) dari 270 ppb – 319 ppb pada 2005. Seperti juga penyumbang emisi yang lain, sumber utamanya adalah manusia dari agrikultural. Kombinasi ketiga komponen utama tersebut menjadi penyumbang terbesar pada pemanasan global.

Kontribusi antropogenik pada aerosol (sulfat, karbon organik, karbon hitam, nitrat and debu) memberikan efek mendinginkan, tetapi efeknya masih tidak dominan dibanding terjadinya pemanasan, di samping ketidakpastian perhitungan yang masih sangat besar. Demikian juga dengan perubahan ozon troposper akibat proses kimia pembentukan ozon (nitrogen oksida, karbon monoksida, dan hidrokarbon) berkontribusi pada pemanasan global. Kemampuan pemantulan cahaya Matahari (albedo) akibat perubahan permukaan Bumi dan deposisi aerosol karbon hitam dari salju mengakibatkan perubahan yang bervariasi, dari pendinginan sampai pemanasan. Perubahan dari pancaran sinar Matahari (solar irradiance) tidaklah memberi kontribusi yang besar pada pemanasan global.

Dengan demikian, maka dapat dipahami bahwa memang manusia yang berperan bagi nasibnya sendiri, karena pemanasan global terjadi akibat perbuatan manusia sendiri.

Bagaimana Dampak Global Warming bagi Kehidupan?

Global Warming mengakibatkan pencairan es di kutub. Suhu di permukaan Bumi meningkat. Akibatnya, tinggi permukaan air laut meningkat. Banyak pulau yang berdataran rendah tenggelam. Beberapa spesies hewan langka terancam punah. Iklim di Bumi menjadi kacau. Dan sederet bencana lainnya menanti kehancuran Bumi.

Jadi, apa yang seharusnya kita lakukan?

Banyak upaya yang dapat kita lakukan untuk mengurangi dampak pemanasan global, yaitu :

1. Menggunakan listrik seperlunya

2. Melakukan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle)

3. Tidak menggunakan barang yang mengandung Freon/CFC

4. Menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM)

5. Menanam tanaman/pohon di rumah

6. Menghemat penggunaan kertas (dengan dipakai bolak balik)

7. Menggunakan produk yang ramah lingkungan

8. Menggunakan sepeda/berjalan kaki untuk bepergian dalam jarak yang dekat

Sudah saatnya kita membuka mata dan berupaya untuk memperkecil dampak pemanasan global bagi kehidupan kita. Kita adalah generasi penerus kehidupan Bumi. Bumi adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita lakukan upaya-upaya untuk memerangi pemanasan global!

(Daniel Hermawan, dari berbagai sumber)

Nommensen adalah seorang tokoh pekabar Injil berkebangsaan Jerman yang terkenal di Indonesia. Hasil dari pekerjaannya adalah berdirinya sebuah gereja terbesar di wilayah suku bangsa Batak Toba. Gereja itu bernama Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Tidak berlebihan jika ia diberi gelar Rasul Batak. Ia sudah memberikan seluruh hidupnya bagi pekerjaan pekabaran Injil di tanah Batak.

MASA KECIL NOMMENSEN

Nommensen dilahirkan pada tanggal 6 Februari 1834 di sebuah pulau kecil Noordstrand, di Jerman Utara. Nommensen sejak kecil sudah hidup di dalam kemiskinan dan penderitaan. Sejak kecil ia sudah mencari nafkah untuk membantu orang tuanya. Ayahnya adalah seorang yang miskin melarat dan selalu sakit-sakitan.

Pada umur 8 tahun ia mencari nafkah dengan menggembalakan domba milik orang lain pada musim panas dan pada musim dingin ia bersekolah. Pada umur 10 tahun ia menjadi buruh tani. Semuanya ini tampaknya merupakan persiapan bagi pekerjaannya sebagai pekabar Injil di kemudian hari.

NAZAR NOMMENSEN

Tahun 1846, saat berusia 12 tahun, Nommensen mengalami kecelakaan yang serius. Pada waktu ia sedang bermain-main dengan temannya, tiba-tiba ia ditabrak oleh kereta berkuda. Kereta kuda itu menggilas kakinya sampai patah. Terpaksa ia hanya dapat berbaring saja di tempat tidur berbulan-bulan lamanya. Teman-temannya biasanya datang untuk menceritakan pelajaran dan cerita-cerita yang disampaikan guru di sekolahnya, termasuk cerita-cerita tentang pengalaman pendeta-pendeta yang pergi memberitakan Injil kepada banyak orang dan Nommensen sangat tertarik mendengar cerita-cerita itu.

Lukanya semakin parah sehingga ia tidak dapat berjalan sama sekali. Namun, sekalipun sakit, Nommensen belajar merajut kaos, menjahit dan menambal sendiri pakaiannya yang robek. Pada suatu hari ia membaca Yohanes 16:23-26, yaitu tentang perkataan Tuhan Yesus bahwa siapa yang meminta kepada Bapa di surga maka Bapa akan mengabulkannya. Nommensen bertanya kepada ibunya, apakah perkataan Yesus itu masih berlaku atau tidak. Ibunya meyakinkannya bahwa perkataan itu masih berlaku. Ia meminta ibunya untuk berdoa bersama-sama. Dalam doanya, Nommensen meminta kesembuhan dan ia berjanji, jika ia sembuh maka ia akan pergi memberitakan Injil. Dan memang doanya dikabulkan karena beberapa minggu kemudian kakinya sembuh.

Setelah sembuh, Nommensen kembali menggembalakan domba. Namun janjinya pada Tuhan selalu mendesaknya agar segera dipenuhi. Oleh karena itu ia melamar untuk menjadi penginjil pada Lembaga Pekabaran Injil Rhein (RMG). Beberapa tahun lamanya ia belajar sebagai calon pekabar Injl.

PEKERJAAN MISI NOMMENSEN SAMPAI AKHIR HIDUPNYA

Tahun 1861 ia ditahbiskan menjadi pendeta. Dan sesudahnya ia berangkat menuju Sumatera dan tiba pada bulan Mei 1862 di Padang. Ia memulai misinya di Barus. Ia mulai belajar bahasa Batak dan bahasa Melayu, dan ternyata bahasa-bahasa tersebut cepat sekali dikuasainya. Kemudian ia mulai mengadakan kontak-kontak dengan orang-orang Batak, terutama dengan raja-raja. Ia tidak jemu mengadakan perjalanan keliling untuk menciptakan hubungan pergaulan yang baik. Ia mempelajari adat-istiadat Batak dan menggunakannya dalam mempererat pergaulan.

Nommensen meminta ijin untuk masuk ke pedalaman namun dilarang oleh pemerintah, karena sangat berbahaya bagi seorang asing. Namun Nommensen tidak takut. Ia memilih Silindung sebagai tempat tinggalnya yang baru. Ia mendapat gangguan yang hebat di sini, namun ia tidak putus asa. Ia berhasil mengumpulkan jemaatnya yang pertama di Huta Dame (Kampung Damai). Tahun 1873 ia mendirikan sebuah gedung gereja, sekolah dan rumahnya sendiri di Pearaja. Sampai sekarang Pearaja menjadi pusat HKBP.

Pekerjaan Nommensen diberkati Tuhan sehingga Injil makin meluas. Sekali lagi ia memindahkan tempat tinggalnya ke kampung Sigumpar pada tahun 1891 dan ia tinggal di sini sampai wafat.

Nommensen memberitakan Injil di tanah Batak dengan berbagai macam cara. Ia menerjemahkan PB ke dalam bahasa Toba dan menerbitkan cerita-cerita Batak. Ia juga berusaha untuk memperbaiki pertanian, peternakan, meminjamkan modal, menebus hamba-hamba dari tuan-tuannya, dan membuka sekolah-sekolah serta balai-balai pengobatan.

Dalam pekerjaan misinya, ia menyadari perlunya melibatkan orang-orang Batak sehingga Nommensen membuka sekolah penginjil yang menghasilkan penginjil-penginjil Batak pribumi. Juga untuk kebutuhan guru-guru sekolah, Nommensen membuka pendidikan guru.

Karena kecakapan dan jasa-jasanya dalam pekerjaan penginjilan maka pimpinan RMG mengangkatnya menjadi Ephorus pada tahun 1881.

Pada hari ulang tahunnya yang ke-70, Universitas Bonn memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada Nommensen.

Nommensen meninggal pada usia yang sangat tua, pada umur 84 tahun. Ia meninggal pada 12 Mei 1918. Nommensen dimakamkan di Sigumpar di tengah-tengah suku Batak setelah bekerja dalam kalangan suku ini selama 57 tahun lamanya.

Artikel diedit dari sumber:

Judul Buku : Riwayat Hidup Singkat Tokoh-tokoh dlm Sejarah Gereja

Judul Artikel: Nommensen, Ingwe Ludwig

Penulis : Drs. F.D. Wellem, M.Th.

Penerbit : PT BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1999

Halaman : 198 – 200

e-JEMMi 42/2002

http://misi.sabda.org/book/export/html/25

MandiMenurut penelitian terbaru mandi ternyata tidak hanya baik untuk membersihkan tubuh dari kotoran dan menjauhkan stress, tapi mandi juga memiliki peranan penting meningkatkan sistem kekebalan, membantu kulit terhindar dari penyakit seperti eksema dan bahkan menyembuhkan masalah medis serius.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menunjukkan penderita diabetes yang menghabiskan hanya setengah jam berendam dalam bak air hangat dapat menurunkan tingkat gula darah sekitar 13 persen.

Penelitian terpisah di Jepang menunjukkan 10 menit berendam dalam air hangat dapat memperbaiki kesehatan jantung baik pria maupun wanita, membantu mereka menjalani test olahraga lebih baik dan mengurangi rasa sakit.

Apa manfaat mandi dan berapa lama anda sebaiknya mandi? Berikut beberapa petunjuk mandi asyik dan menyehatkan:

Mengeluarkan racun

Mandi air hangat sekitar 32-35 derajat Celsius membuka pori-pori yang dapat membantu mengeluarkan toksin. Mandi air hangat juga dapat membantu menurunkan tingkat gula darah, menyembuhkan sakit otot dan membantu menjaga usus besar bekerja dengan baik. Waktu yang dianjurkan selama 10-20 menit.

Stress

Jika anda benar-benar mengalami stress, mandi air dingin akan menjadi jawaban yang tepat. Temperatur yang dianjurkan sekitar 12-18 derajat Celsius. Mandi air dingin sangat baik meredakan ketegangan, sebaliknya dari air hangat karena mandi air dingin dapat mempersempit darah dan meningkatkan tingkat gula darah.

Eksema

Penyakit kulit tertentu seperti eksema, ruam atau gatal-gatal dengan menambahkan baking soda (sodium bicarbonate) ke dalam bak mandi dapat membuat perbedaan besar. Sodium bicarbonate bertindak sebagai antiseptik. Isi air dengan air hangat kuku, tambahkan kira-kira satu pound baking soda dan aduk sampai rata. Dianjurkan berendam selama 10-20 menit.

Infeksi

Infeksi yeast seperti sariawan dapat dibantu dengan menambahkan tiga atau empat cuka dari sari buah apel ke dalam bak mandi. Ini juga baik untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh karena cuka dapat menyeimbangkan kembali asam. Tambahkan pada air hangat dan berendam selama 15-20 menit.

Flu dan Sakit Kepala

Merendam kaki dalam air hangat dapat membantu menyembuhkan flu dan sakit kepala dan juga menyegarkan kembali kaki yang lelah. Masukan air hangat secukupnya dalam bak sampai menutupi kaki dan pergelangan kaki tambahkan beberapa tetes minyak seperti lavender, peppermint atau lemon. Setelah selesai basuh dengan air dingin. Lakukan selama 10-20 menit.

Insomnia

Merendam kaki dalam air dingin sangat baik bagi anda yang memiliki masalah insomnia atau mereka yang memiliki masalah tidur. Masukan kaki sampai kaki merasa dingin. Pengobatan ini juga berguna bagi kaki lelah, pendarahan hidung, flu dan sembelit.

Sirkulasi

Cobalah merendam kaki secara bergantian antara air hangat dan air dingin jika anda mengalami masalah sirkulasi. Mulai dengan merendam kaki selama satu atau dua menit dalam air hangat, kemudian 30 menit dalam air dingin. Cobalah lakukan selama 15 menit kemudian diselesaikan dengan air dingin. (mydoc/rit)

http://www.kapanlagi.com/newp/a/kesehatan.html

“ Jatuhnya bom atom di dua kota Hiroshima dan Nagasaki, membuat Jepang shock. Akhirnya pada tanggal 15 Agustus 1945, pemerintah Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Mendengar berita kekalahan Jepang, para pemuda melihat adanya momentum yang tepat untuk segera memproklamirkan kemerdekaan. Namun, harapan para pemuda tidak semulus yang dibayangkan. Golongan tua justru melihat pada saat itu kekuatan Jepang masih terlalu kuat. Akhirnya, timbullah peristiwa penculikan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok. Setelah didesak, akhirnya semua sepakat pada tanggal 17 Agustus 1945 kemerdekaan RI diproklamasikan. ”

GET! Friends, cerita di atas hanyalah sepenggal kisah perjuangan menuju kemerdekaan bangsa kita, Indonesia. 63 tahun yang silam,dimana sebelumnya suatu perjuangan yang sangat berat di pikul oleh bangsa indonesia untuk mencapai suatu kebebasan dan kemerdekaan dari tangan  penjajah  yang menjadi budak perhambaannya. Begitu banyak tangisan pilu, tetesan darah, derai air mata serta harta dan benda melayang bahkan nyawa pun jadi taruhan hanya demi kebebasan dan merdeka. Begitu banyak pahlawan-pahlawan Indonesia berjuang sampai titik darah penghabisan demi memperjuangkan bumi pertiwi tercinta.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 adalah buah perjuangan yang telah dilakukan para pendiri bangsa. Kemenangan yang diraih bukanlah milik satu golongan saja, tetapi merupakan kemenangan dan kemerdekaan segenap elemen bangsa. Para pendiri bangsa saat itu sudah berani mengambil resiko perjuangan yang akan mereka terima. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, bukan berarti perjuangan telah selesai. Perjuangan awal kemerdekaan setelah proklamasi justru menjadi batu ujian sejauh mana perjuangan dan kesadaran berbangsa dari setiap rakyat.

Indonesia yang sudah memproklamirkan kemerdekaannya tidak serta merta bebas dari belenggu penjajah Jepang saat itu. Belum lagi masuknya kekuatan asing lain yang masuk ke wilayah Indonesia. Masa perjuangan awal kemerdekaan Indonesia setelah proklamasi diwarnai dengan berbagai pertempuran dan bentrokan antara pemuda-pemuda Indonesia melawan aparat kekuasaan Jepang. Tujuannya adalah untuk merebut kekuasaan dan memperoleh senjata. Di berbagai daerah terjadi pertempuran. Pergolakan yang terjadi terus meletus tidak hanya di pusat kekuasaan (Jakarta), tetapi terus melebar dan meluas di berbagai daerah lannya yang tidak hanya melawan penjajah Jepang, namun melakukan perlawanan kepada siapapun yang menghalang-halangi kemerdekaan Indonesia.

63 tahun telah berlalu…sekarang kita telah bebas dan merdeka dari penjajahan ,sekarang kita telah menikmati jerih payah itu dari pengorbanan para pahlawan yang telah gugur di medan perang.

Para Pahlawan Pejuang Iman

Di dalam kekristenan pun, banyak kisah yang harus dilewati oleh pahlawan-pahlawan iman. Tidak sedikit darah yang tercurah. Perjuangan yang begitu berat harus dihadapi demi memperjuangkan iman mereka kepada Yesus.

Berikut ini sepenggal kisah Rasul-rasul yang pertama yang menjadi martir. (kata “MARTIR” TIDAK DIDEFINISIKAN untuk mereka yang meninggal dalam Perang “Agama”. Martir adalah julukan terhormat bagi orang Kristen yang MATI KARENA MENCINTAI TUHAN DAN MANUSIA DALAM MISINYA YAITU MISI DAMAI MEMBERITAKAN INJIL KASIH KARUNIA.) Mereka telah menuliskan Injil dengan darah mereka, sama seperti teladan Kristus Tuhan.

Nyawa mereka diserahkan bukan nyawa yang sia-sia diadu dalam PERANG FISIK yang disertai pembunuhan balik, tetapi mereka menyerahkannya dengan sukacita karena memberitakan pesan kasih damai sejahtera dari Tuhan.

– Mereka mati tanpa membunuh melainkan membawa berita keselamatan.
– Mereka mati dalam cinta kepada Tuhan dan manusia
– Mereka mati dalam tubuh jasmani merana tetapi jiwa dan roh yang menang
– Mereka mampu merobohkan dua kekuatan manusia paling terkenal angkuh sepanjang sejarah manusia : kebudayaan dan kekaisaran pagan Romawi dan kebudayaan intelektual Yunani.
– Mereka mengalir bersama dengan FIRMAN TUHAN mengairi seluruh dunia yang digenggam kefasikan, mengubah menjadi negeri damai yang menghadapkan mukanya kepada TUHAN
– Mereka menghentikan perang, karena senjata pedang dan nafsu angkara tidak ada dalam kamus mereka yaitu KAMUS CINTA TUHAN (ALKITAB)
– Mereka adalah tiang-tiang gereja, miliaran jiwa manusia yang berbahagia sedang menuju dan menantikan untuk tiba di sorga cemerlang
– Mereka adalah SURAT CINTA TUHAN KITA YESUS KRISTUS. Bagi DIA kemuliaan dan kuasa untuk selama-lamanya.

1. Stephanus, ia memberitakan Injil kepada orang Yahudi yang berkhianat dan membunuh Tuhan Yesus. Setelah kenaikan Tuhan Yesus dan turunnya Roh Kudus, murid-murid giat mengabarkan Injil mulai dari Yerusalem. Dalam masa awal itu terjadi penganiayaan atas orang Kristen oleh orang-orang Yahudi dimana salah seorang pemimpinnya adalah Saulus yang kemudian bertobat dan menjadi Rasul Paulus. Stephanus di rajam dengan batu sampai mati (Kisah Para Rasul 7).

2. Rasul Yakobus, saudara Rasul Yohanes, anak-anak Zebedeus, adalah martir ke-2 setelah Stefanus. Yakobus dihukum pancung 10 tahun setelah kematian Stefanus saat mana Herodes Agripa menjadi Gubernur Yudea yang menggencarkan lagi penganiayaan kepada orang Kristen. Itu terjadi tahun 44 M artinya 15 tahun setelah kenaikan Tuhan. Di tahun yang sama Timon dan Parmenas dua orang dari 7 diaken Kristen pertama ( salah satunya adalah Stefanus yang telah martir lebih dahulu) juga menjadi martir masing-masing di Filipi dan Makedonia.

3. Rasul Filipus, kelahiran Betsaida di Galilea telah bekerja dengan giat mengabarkan Injil di Asia. Ia manjadi martir di Heliopolis, Firgia. Ia dilarang memberitakan Injil kemudian dijebloskan ke dalam penjara lalu dihukum mati pada tahun 54 M.

4. Rasul Matius, penulis Injil Matius, seorang kelahiran Nazareth, kampung halaman Tuhan. Ia menulis Injilnya dalam bahasa Ibrani kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani oleh Yakobus saudara Tuhan. Wilayah kerjanya memberitakan Injil adalah Partia dan Ethiopia, disana ia menjadi martir ditombak di kota Nadabah pada tahun 60 M.

5. Yakobus, saudara Tuhan, ditunjuk sebagai sokoguru jemaat di Yerusalem. Ia adalah penulis Kitab Yakobus. Dalam usia 94 tahun ia dipukuli dan dilempar batu oleh orang Yahudi.

6. Rasul Matias, Rasul yang terpilih menggantikan posisi Yudas Iskariot yang berkhianat. Ia menjadi martir di Yerusalem, dilempar batu kemudian dipenggal kepalanya oleh orang Yahudi.

7. Rasul Andreas, saudara Rasul Petrus. Ia memberitakan Injil di banyak negara Asia. Saat tiba di Edesa ia ditangkap dan disalibkan.

8. Markus, penulis kitab Injil Markus. Ia adalah seorang keturunan Yahudi dari kaum (imam-imam) Lewi. Menjadi Kristen karena Rasul Petrus dan menjadi murid setia dari Petrus. Ia menjadi jurutulis Rasul Petrus, sehingga Injil Markus sangat banyak bersumber dari Petrus. Markus diseret oleh orang-orang Alexandria demi Serapis berhala mereka. Di sana ia menjadi martir.

9. Rasul Petrus, menjadi martir di Yerusalem di bawah pemerintahan Kaisar Nero yang kejam. Diceritakan bahwa Petrus yang usianya sudah tua diusahakan oleh jemaat untuk meninggalkan Roma. Tetapi ketika Petrus keluar kota Roma, ia berjumpa dengan Tuhan Yesus yang sedang menuju Roma. Petrus bertanya, “Tuhan hendak ke mana?”. Tuhan menjawab, “Ke Roma untuk disalibkan lagi”. Rasul Petrus mengerti, akhirnya ia balik ke Roma untuk tetap mendampingi jemaat dalam masa penganiayaan sulit itu. Dan sesuai nubuat Tuhan Yesus tentang bagaimana ia akan mati, Petrus ditangkap oleh Nero. Ketika akan disalibkan, ia menolak disalibkan dengan cara yang sama dengan Tuhan. Ia merasa sangat tidak layak bahkan dalam matinya, ia memilih disalibkan dengan kepala di bawah.

10. Rasul Paulus, sebelumnya Saulus, setelah usaha pekabaran Injil yang tak terkirakan, akhirnya Paulus menderita penganiayaan oleh Kaisar Nero. Ia ditangkap dan dibawa keluar kota Roma untuk dieksekusi. Setelah selesai berlutut berdoa, Rasul Paulus menyerahkan nyawanya, ia dipenggal kepalanya.

11. Yudas disebut juga Tadeus, menyebut dirinya saudara Yakobus, sokoguru di Yerusalem. Satu-satunya pasangan saudara bernama Yudas dan Yakobus adalah saudara-saudara tiri Tuhan (Matius 13:55). Yudas disalibkan di Edesa tahun 72 M.

12. Rasul Bartolomeus memberitakan Injil di beberapa negara, ia menerjemahkan Injil Matius ke dalam bahasa India di negeri mana ia memberitakan Injil. Disana ia dipukuli dengan kejam kemudian disalibkan sampai mati.

13. Rasul Tomas yang disebut Didimus, murid Tuhan yang sangat terkenal karena ingin mencucukkan jarinya ke bekas paku di telapak tangan Tuhan, untuk memuaskan keingintahuannya. Ia mengabarkan Injil di Partia dan India. Di India ia menjadi martir, tubuhnya ditombak.

14. Lukas, seorang dokter, menulis Kitab Injil Lukas. Ia memberitakan Injil ke banyak negeri bersama-sama dengan Rasul Paulus. Ia menjadi martir di Yunani dengan cara digantung oleh pendeta pagan Yunani.

15. Rasul Simon orang Zelot memberitakan Injil di Mauritania di Afrika dan Inggris. Di Inggris ia disalibkan pada tahun 74 M.

16. Rasul Yohanes, murid terkasih Tuhan dan saudara Rasul Yakobus (martir ke-2) adalah satu-satunya Rasul Tuhan yang tidak meninggal sebagai martir. Jemaat Smirna, Pergamus, Piladelpia, Laodikia, dan Tiatira didirikan olehnya. Sebenarnya dari Efesus ia sudah ditangkap dan dikirim ke Roma, disana ia dilempar ke dalam tungku minyak yang sangat panas. Tetapi mujizat terjadi ia lolos tanpa terluka. Yohanes kemudian dibuang, diasingkan oleh Domition di Pulau Patmos, ditempat mana kemudian ia menerima Wahyu dan menulis Kitab Wahyu. Nerva, pengganti Domition melepaskannya sampai Rasul Yohanes meninggal dalam usia tua.

17. Barnabas, adalah orang Siprus keturunan Yahudi. Ia meninggal tahun 73 M.

Antara tahun 29 M, yaitu saat Tuhan Naik ke Sorga sampai dengan menjelang akhir abad pertama, kurang lebih 70 tahun para murid Tuhan Yesus dengan giat dan penuh semangat memberitakan Injil, dan mungkin puluhan ribu atau bahkan lebih orang telah menjadi murid Tuhan Yesus. Sangat banyak jemaat yang didirikan, dan jemaat dipenuhi oleh orang-orang dari segala bangsa. Usaha memberitakan Injil tersebut mendapat tentangan keras dari agama-agama dan sistem kepercayaan yang sudah ada zaman itu (Yahudi, pagan Yunani, pagan Romawi, Hindu-India, dll.) bahkan oleh kekuasaan kekaisaran Romawi. Para Rasul dan pelayan Kristen yang pertama yaitu SAKSI-SAKSI HIDUP TUHAN YESUS semuanya mengalami penganiayaan, dan semuanya telah dengan sukacita menderita dan merasa sangat layak menerima penderitaan demi Injil. Akhirnya masing-masing mempersembahkan nyawanya demi nama Tuhan Yesus. Hanya Rasul Yohanes yang lolos dari maut penganiayaan, selebihnya mereka semua telah mati bagi dunia dan menang bersama TUHAN YESUS KRISTUS kekasih dan pemelihara jiwa mereka.

But we have THE REAL HERO…and HE IS JESUS CHRIST, OUR SAVIOUR!

2008 tahun yang silam seorang pahlawan yang telah gugur di kayu salib dengan tetesan darah dan air mata telah membebaskan kita dan memerdekakan kita dari penjajahan dan kuk perhambaan dosa,dari hukum maut dan hukum dosa,Ia telah rela mengorbankan nyawa-Nya sendiri supaya kita tidak lagi menjadi seorang hamba dan tawanan dosa,supaya kita mencapai kebebasan dan merdeka sepenuhnya dan membawa kita kepada suka cita dan kedamaian yang abadi dan bukan kematian oleh dosa.

Pahlawan kita telah gugur di tangan orang-orang yang berdosa dan mati untuk dosa-dosa kita serta bangkit kembali untuk mengalahkan dosa.

Pahlawan kita adalah  TUHAN YESUS  KRISTUS

” Supaya kita Sungguh-sungguh merdeka,Kristus telah memerdekakan kita,karena itu berdirilah teguh dan jangan lagi di kenakan kuk perhambaan “

( Galatia 5:1)

Dari Berbagai Sumber:

eInjil.com

http://www.sabdaspace.org/indenpenden_day_hari_kemerdekaan

tugupahlawan.com/865/makna-kemerdekaanindonesia/

Dalam Kitab Taurat (Keluaran 20:1-17 dan Ulangan 5:4-22) tertulis 10 Perintah Allah (The Ten Commandments). Kesepuluh Perintah Allah ini tertulis pada dua loh batu yang dibawa nabi Musa ketika turun dari gunung Sinai. Sepuluh Hukum Allah ini disadari atau tidak disadari berlaku bagi semua manusia apa pun agamanya. Dalam Roma 2:12-16 disebutkan bahwa Tuhan sudah menuliskan Sepuluh Perintah-Nya ini (Hukum Taurat) dalam hati sanubari setiap manusia.

Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:

“Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
1. Jangan ada padamu allah (ilah) lain di hadapan-Ku.

2. a. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
b. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
3. Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

5. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
6. Jangan membunuh.
7. Jangan berzinah.
8. Jangan mencuri.
9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
10. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu.”

Supaya selamat kita harus melakukan semua perintah Allah di atas, namun karena Tuhan tahu bahwa kita tak akan mampu melakukannya dengan kekuatan kita sendiri, maka Yesus Kristus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib (Filipi 2:6-8), untuk memenuhi tuntutan keadilan Allah seperti yang tertulis di Sepuluh Perintah Allah. Dalam Kitab Injil disaksikan bagaimana Yesus datang menggenapi semua yang dilambangkan dalam Kitab Taurat. Dialah Anak Domba Allah yang sesungguhnya, yang mencurahkan darah-Nya di kayu salib bagi pengudusan semua manusia yang mau percaya dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Dengan demikian setiap orang yang menerima Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamatnya, hutang dosa-dosanya sudah dibayar lunas oleh pengorbanan Yesus.

Dalam Kitab Injil Kesepuluh Perintah Allah juga diringkas oleh Yesus menjadi dua perintah utama bagi kita :

Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 22:37-40)
Perintah pertama sampai dengan keempat menjadi Hukum Kasih kepada Allah. (Jangan ada ilah lain, jangan membuat patung berhala dan menyembahnya, jangan sebut nama Allah dengan sembarangan, serta kuduskan dan hormati hari Sabat).

Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. (Ulangan 6:4-5)

Perintah ke 5 sampai dengan ke 10 menjadi Hukum Kasih kepada sesama manusia. (Hormati orangtua, jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan berdusta, dan jangan mengingini milik sesama).

Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat (Roma 13:9-10)

Dalam Kitab Injil, Tuhan Yesus menyempurnakan hukum kasih ini. Kita tidak lagi mengasihi sesama manusia seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Bahkan lebih agung dari itu, Tuhan Yesus memerintahkan agar kita mengasihi sesama manusia seperti Tuhan sudah mengasihi kita. Yesus rela mati bagi kita di saat kita masih berdosa (Roma 5:8). Kita juga harus rela berkorban bagi sesama walaupun mereka menyakiti hati kita.

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. (Yohanes 13:34)

Nah, kini kita mentaati Sepuluh Perintah Allah bukan lagi agar kita diselamatkan, namun untuk mengungkapkan rasa syukur kita, dan untuk menyenangkan Tuhan yang sudah lebih dulu menyatakan kasih-Nya dengan berkorban bagi kita. Kita melakukan hukum Taurat tidak lagi secara legalistik, namun yang harus diwujud-nyatakan adalah kasihNYA.

Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! (I Korintus 16:14)

http://www.sabdaspace.org/sepuluh_perintah_allah_the_ten_commandments

GET!Bible: Kitab Keluaran

Posted: 30 August 2009 by Christo in Vol 2. Agustus 2008 Heroes

Kitab Keluaran

Kitab Keluaran merupakan buku kedua kitab Taurat Musa di Perjanjian Lama atau Tanakh. Dalam bahasa Ibrani kitab ini disebut Shemoth dari kata-kata pertama Ve-eleh shemoth. Sedangkan dalam beberapa bahasa Eropa, disebut dengan nama Exodus. Kata ini diambil dari terjemahan bahasa Latin Santo Hieronimus yang mengambilnya dari Septuaginta, terjemahan bahasa Yunani. Ini artinya adalah “keluaran”, dan terutama “keluaran” bangsa Yahudi dari tanah Mesir, di mana mereka diperbudak.

Penulis : Musa

Isi

Tokoh utama dalam kitab ini adalah Musa, orang yang dipilih Tuhan untuk memimpin umat-Nya keluar dari Mesir. Bagian yang paling terkenal dari buku ini ialah daftar Sepuluh Perintah Allah. Kitab Keluaran terdiri dari tiga bagian penting yaitu:

  1. Riwayat Musa: bagaimana ia diselamatkan waktu masih bayi; bagaimana ia dibesarkan di istana Firaun; bagaimana ia dipanggil oleh Allah dari semak belukar yang menyala; bagaimana ia menantang Firaun untuk membebaskan bangsanya dari perbudakan; dan bagaimana akhirnya ia memimpin bangsanya dengan penuh kemenangan menyeberangi Laut Merah menuju ke padang belantara Gunung Sinai.
  2. Bagian kedua dari Kitab Keluaran berisi komunikasi Allah dengan Musa di Gunung Sinai, pemberian Sepuluh Perintah Allah dan perintah-perintah lainnya.
  3. Bagian terakhir terutama menceritakan tiga hal, yaitu: pembuatan Tabut Perjanjian tempat menyimpan loh batu yang berisi Sepuluh Perintah Allah; pembuatan Kemah Suci untuk tempat menyimpan kotak Tabut Perjanjian; dan aturan-aturan terinci tentang peribadatan.

APA ARTI KITAB KELUARAN BAGI KITA DEWASA INI?

Catatan utama dalam Kitab itu ialah tentang penebusan, yaitu pembebasan dari perbudakan. Kitab Keluaran memberikan banyak ilustrasi yang membantu kita untuk mengerti penebusan kita sendiri melalui Tuhan kita Yesus Kristus. Domba Paskah (Kel 12:1-11) jelaslah melambangkan Anak Domba Allah yang menanggung dosa dunia (Yoh 1:29). Kristus disebut sebagai Anak Domba Paskah oleh Paulus (1 Kor 5:7), sementara itu Petrus menamakan-Nya sebagai Anak Domba yang tak bernoda dan tak bercacat (1 Pet 1:19). Pada bagian terakhir Kitab Keluaran kita diingatkan bahwa sebagai umat yang sudah ditebus, kita dipanggil untuk menjadi umat penyembah Allah. Allah mengajar umat-Nya dengan memakai alat-alat bantu visual. Kemah Suci melambangkan kehadiran Allah di antara umat-Nya. Perlu kita ingat bahwa Kristus dikatakan berdiam (berkemah) di antara kita (Yoh 1:14). Jadi, Kitab Keluaran merupakan contoh bagaimana Perjanjian Lama menerangi Perjanjian Baru. Bilamana kita mempelajari Kitab Keluaran kita melihat cara Allah melepaskan umat-Nya dari perbudakan serta rencana-rencana selanjutnya bagi mereka, dan kisah ini berlaku bagi setiap orang yang menyadari kebutuhannya untuk ditebus.

Garis Besar

[1] BANGSA ISRAEL DI MESIR (Kel 1:1-22)

Kel 1:1-7                      Lahirnya suatu bangsa

Kel 1:8-22                    Perbudakan suatu bangsa

[2] MUSA SI PEMBEBAS (Kel 2:1-4:3)

Kel 2:1-10                    Kelahiran dan masa muda Musa

Kel 2:11-25                  Kekecewaan Musa

Kel 3:1-10                    Panggilan terhadap Musa

Kel 3:11-15                  Keraguan Musa dan penampakan diri Allah

Kel 3:16-22                  Pengutusan

Kel 4:1-17                    Keberatan-keberatan Musa

Kel 4:18-31                  Musa menerima panggilan-Nya

[3] PEMBEBASAN DARI PERBUDAKAN (Kel 5:1-18:27)

Kel 5:1-23                    Musa berselisih dengan Firaun

Kel 6:1-8                      Musa diyakinkan kembali oleh Allah

Kel 6:9-13                    Panggilan Allah kepada Musa diperbarui

Kel 6:14-27                  Data nenek moyang Musa

Kel 6:28-7:7                Perjanjian dengan Musa

Kel 7:8-11:10                Perselisihan dengan Firaun

Kel 12:1-13:22              Perayaan Paskah dan Pembebasan dari Mesir

Kel 14:1-15:21              Menyeberangi Laut Merah

Kel 15:22-18:27           Pengalaman di padang belantara

[4] PERATURAN DAN PERJANJIAN (Kel 19:1-31:18)

Kel 19:1-25                  Bangsa Israel di Sinai

Kel 20:1-26                  Perjanjian Musa

Kel 21:1-23:33           Kitab Perjanjian

Kel 24:1-18                  Pengesahan perjanjian

Kel 25:1-31:18 Cara-cara penyembahan

[5] KEGAGALAN DAN PEMBARUAN (Kel 32:1-40:38)

Kel 32:1-34:35 Kegagalan bangsa Israel

Kel 35:1-40:38 Pekerjaan dan Penyembahan

Pesan

1. Pembebasan dari perbudakan.

    Keluaran membawa kita kepada asal mula keberadaan Israel sebagai suatu bangsa (Kel 1:1-12:36). Catatan penting dari Keluaran ialah mengenai pembebasan atau penyelamatan. Dalam pasal-pasal pertama kita diceritakan bagaimana bangsa itu dipersiapkan untuk dibebaskan dan bagaimana Allah bangkit dalam diri Musa, seorang pembebas. Kemudian orang Israel dipimpin keluar dari Mesir dan setelah itu dibentuk menjadi suatu bangsa di Sinai (Kel 12:37-19:25). Sisa kitab itu menceritakan hal-hal yang berhubungan dengan kelanjutan Israel sebagai bangsa yang mempunyai hubungan perjanjian dengan Allah (Kel 20:1-40:38).

    2. Penebusan Dosa

    Kitab Keluaran dapat dibagi menjadi tiga bagian:

    • Kebutuhan bangsa itu akan kebebasan terlihat dari penderitaan mereka di bawah tekanan bangsa Mesir. Hal ini dapat juga dilihat sebagai gambaran dari perbudakan manusia oleh dosa dan karenanya mereka sungguh-sungguh perlu dibebaskan.
    • Tempat pembebasan digambarkan. Tidak pernah diragukan bahwa pada akhirnya mereka akan berhasil, tetapi sementara itu terdapat banyak kekecewaan. Puncak peristiwa ialah pengorbanan Domba Paskah. Darah di ambang pintu rumah-rumah bangsa Israel merupakan jaminan keselamatan mereka. Bagi orang Kristen, Kristus adalah Domba Paskah yang darah-Nya menjamin pengampunan dosa dan kehidupan yang baru.
    • Setelah penyelamatan tibalah penyucian. Allah akan memasuki suatu perjanjian dengan umat-Nya yang harus menjadi saksi-saksi-Nya yang istimewa di dalam dunia ini. Sebagai bangsa yang sudah ditebus oleh Allah, mereka terpanggil untuk taat kepada-Nya. Sepuluh Perintah merupakan peraturan Allah mengenai moralitas. Mereka juga perlu berhubungan terus dengan Allah melalui penyembahan secara teratur. Oleh karenanya, mereka diberi petunjuk-petunjuk mengenai apa yang harus mereka lakukan. Kemah suci merupakan tempat mereka bertemu dengan Allah dan yakin akan kehadiran-Nya di situ.

    Penerapan

    Dalam Kitab Keluaran kita banyak belajar tentang sifat-sifat Allah.

    1. Allah berdaulat
      Dia mengendalikan sejarah dan melakukan segala sesuatu bagi kemuliaan-Nya.
    2. Allah memperhatikan umat-Nya
      Dia menguasai segala peristiwa dengan tujuan utama kesejahteraan bagi umat-Nya.
    3. Allah mencukupi kebutuhan umat-Nya
      Manna dan burung puyuh merupakan bukti nyata bahwa Tuhan sungguh-sungguh mencukupi kebutuhan anak-anak-Nya.
    4. Allah itu kudus
      Dalam keseluruhan Kitab Keluaran, kekudusan Allah dijelaskan kepada Musa dan kepada bangsa Israel pada umumnya. Kita seharusnya membungkuk dengan hormat di hadapan-Nya.
    5. Allah mengharapkan ketaatan dari umat-Nya
      Sepuluh Perintah mencerminkan harapan Allah yang mendasar terhadap umat-Nya, laki-laki dan perempuan, dan Dia menginginkan ketaatan dalam pikiran, perkataan serta perbuatan.
    6. Allah memimpin umat-Nya
      Allah memimpin umat-Nya di padang gurun dengan awan dan api — pada masa kini Dia memimpin melalui Roh-Nya yang tinggal di dalam hati umat-Nya.
    7. Allah mengharapkan penyembahan dari manusia
      Pada zaman Musa diberikan petunjuk-petunjuk terperinci mengenai bagaimana harus menyembah Allah. Semua ini dimaksudkan untuk mengingatkan umat penyembah Allah mengenai kekudusan dan kemuliaan-Nya. Penyembahan tidak kurang pentingnya pada masa kini; kendatipun kita tidak lagi diminta untuk mengikuti cara penyembahan yang sudah diatur secara terperinci dalam Perjanjian Lama, kita harus ingat bahwa kita menyembah Allah kudus yang sama.

    Sumber:

    http://id.wikipedia.org/wiki/Kitab_Keluaran

    http://sabdaweb.sabda.org/biblical/intro/?b=2&intro=pintisari

    http://sabdaweb.sabda.org/biblical/intro/?b=2&intro=pkkk

    Dia mengendalikan sejarah dan melakukan segala sesuatu bagi kemuliaan-Nya.