Archive for the ‘Vol 3. Februari 2009 Etika Pacaran’ Category

GET!Bible: Kitab Imamat

Posted: 13 September 2009 by Christo in GET! Magz, Vol 3. Februari 2009 Etika Pacaran

Kitab Imamat merupakan kitab ketiga dari kitab Taurat. Dalam beberapa bahasa Eropa, kitab ini disebut Leviticus, yang diambil dari bahasa Latin: Liber Leviticus dan dari bahasa Yunani: (το) Λευιτικόν. Dalam bahasa Ibrani, kitab ini disebut wayyikra yang artinya adalah: “Maka dipanggil-Nya”, yang merupakan kata-kata pertama kitab ini.

Kitab ini berisi peraturan-peraturan untuk ibadat dan upacara-upacara agama bangsa Israel di zaman dahulu. Juga untuk para imam (kaum Lewi) yang bertanggung jawab atas pelaksanaannya.

Yang menjadi pokok dalam kitab ini adalah kesucian Tuhan, dan bagaimana manusia harus hidup dan beribadat supaya tetap mempunyai hubungan baik dengan Yahwe, Tuhan Israel.

Setelah mengetahui bahwa Allah Yang Mahakuasa dan Setia merupakan pencipta, pemelihara dunia dan isinya melalui Kitab Kejadian dan mengetahui bahwa Allah selalu setia dan memperhatikan kehidupan umat-Nya melalui Kitab Keluaran, maka di dalam Kitab Imamat Ia memberikan cara-cara persekutuan antara Diri-Nya dengan umat-Nya.  Kitab ini terbagi atas 27 pasal dan merupakan kitab yang ke tiga dari kitab-kitab dalam Perjanjian Lama. Isi kitab Imamat dapat dibagi menjadi dua bagian yakni:

  1. Mengenai peraturan-peraturan tentang persembahan kepada Allah
  2. Peraturan di dalam kehidupan ibadah dalam persekutuan denganNya.

ISI KITAB IMAMAT?
Sebagian besar isinya menyangkut imam-imam bangsa Lewi, tetapi pengulangan kata-kata, “Berbicaralah kepada orang Israel…” menunjukkan bahwa kitab itu juga diperuntukkan bagi semua orang. Kitab itu harus dianggap sebagai bagian dari Pentateukh, lima kitab pertama dari Alkitab. Keluaran menceritakan bagaimana Allah membebaskan bangsa Israel dari Mesir dan membuat perjanjian dengan mereka. Imamat menerangkan bagaimana kehidupan dan penyembahan bangsa perjanjian itu diatur.

SIAPA PENULISNYA?
Tak ada nama penulis disebut dalam Imamat. Sebagian besar bahan tulisan diberikan oleh Allah kepada Musa di Sinai, tetapi kita tidak dapat mengatakan kapan atau oleh siapa semua bahan tulisan itu pada akhirnya disatukan dan disusun.

MENGENAI APA?
Imamat terutama terdiri dari hukum-hukum dan peraturan-peraturan, tetapi terdapat kerangka cerita dan ilustrasi yang menunjukkan bahwa semua peraturan ini cocok dengan sejarah yang sebenarnya. Secara umum kitab itu terbagi atas dua bagian, pasal-pasal mengenai Hari Penebusan Dosa terdapat di bagian tengah. Bagian pertama adalah mengenai pemulihan hubungan dengan Allah — peraturan mengenai korban dan penyucian. Bagian akhir adalah tentang hidup sebagai umat Allah.

HUKUM
Sebagian besar hukum dalam Imamat adalah mengenai upacara keagamaan, tetapi terdapat juga hukum mengenai kebersihan dan sikap moral yang serupa dengan Sepuluh Perintah. Tidak terdapat perbedaan yang nyata antara hukum-hukum yang berbeda-beda itu; semuanya mencerminkan maksud Allah terhadap bangsa Israel dan semuanya harus dipatuhi. Dalam Perjanjian Baru pengorbanan Kristus membawa penyucian yang menyeluruh, oleh karena itu hukum-hukum mengenai korban dan upacara penyucian tidak lagi berlaku. Kendati demikian, semua hukum itu sangat berguna untuk menjelaskan apa arti kematian Kristus bagi kita.

KORBAN
Ada enam korban yang digambarkan dalam Imamat, yang digolongkan ke dalam tiga jenis.
1. KORBAN PERSEMBAHAN. Bertujuan untuk memuliakan Allah dan mempersembahkan diri kepada-Nya.
o korban bakaran: binatang utuh dibakar
o korban sajian: termasuk di dalamnya persembahan bukan binatang
2. KORBAN KESELAMATAN. Tujuannya ialah untuk menjaga hubungan dengan Allah.
o korban perdamaian: sebagian korban dibakar, sisanya dimakan dalam o suatu acara makan bersama
3. KORBAN PENYUCIAN. Tujuannya untuk menghapus dosa dan memperbarui hubungan dengan Allah.
o korban penghapus dosa: untuk dosa-dosa terhadap Allah
o korban penebus salah: di mana ada ganti rugi yang harus dibayar
o korban pentahbisan: bagi para imam

Ajaran-ajaran Utama dalam Kitab Imamat

1. Pasal 1-17 : Peraturan tentang persembahan-persembahan

Pasal 1-7

Bagian ini menjelaskan tentang persembahan-persembahan, yang

terdiri dari persembahan sebagai pujian dan pengabdian.

Pasal 8-10

Bagian ini menjelaskan tentang orang-orang khusus yang ditunjuk sebagai imam-imam yang melayani persembahan-persembahan tersebut.

Pasal 11-17

Bagian ini menjelaskan tentang cara-cara menguduskan tubuh.

2. Pasal 18-27 : Peraturan tentang kehidupan dan ibadah

Pasal 18-22

Bagian ini menjelaskan kudusnya perkawinan, kudusnya hidup, kudusnya umat Tuhan dan kudusnya para imam dan ibadah.

Pasal 23-24

Pada pasal-pasal ini dijelaskan tentang ibadah-ibadah yang harus dilakukan tiap hari. Dan juga tentang perlengkapan ibadahnya.

Pasal 25-27

Pada pasal-pasal ini dijelaskan tentang apa yang dimaksud dengan Tahun Sabat dan Tahun Yobel. Dan juga tentang berkat dari Allah dan Nazar kepada Allah.

Garis Besar Kitab Imamat

Bagian I : Peraturan tentang Persembahan-Persembahan

[1] PERSEMBAHAN (Im 1:1-6:23)

Im 1:1-17 Korban bakaran

Im 2:1-16 Korban sajian

Im 3:1-17 Korban perdamaian

Im 4:1-5:13 Korban penghapus dosa

Im 5:14-6:7 Korban penebus salah

Im 6:8-18 Petunjuk-petunjuk bagi para imam

Im 6:19-23 Korban pentahbisan

[2] APA YANG PERLU DIKETAHUI OLEH PARA IMAM (Im 6:24-7:38)

Im 6:24-30 Korban penghapus dosa — bagian para imam

Im 7:1-8 Korban penebus salah — bagian para imam

Im 7:9-10 Korban sajian — bagian para imam

Im 7:11-21 Korban perdamaian — peraturan cara memakan

Im 7:22-27 Larangan memakan lemak dan darah

Im 7:28-38 Korban perdamaian — bagian para imam

[3] PENGANGKATAN PARA IMAM (Im 8:1-10-20)

Im 8:1-36 Upacara pentahbisan

Im 9:1-24 Persembahan korban

Im 10:1-7 Dosa anak-anak Harun

Im 10:8-11 Larangan minum bagi para imam yang sedang bertugas

Im 10:12-20 Korban penghapus dosa

[4] KEBERSIHAN DAN KENAJISAN (Im 11:1-15:33)

Im 11:1-47 Binatang yang halal dan haram

Im 12:1-8 Pentahiran sesudah melahirkan anak

Im 13:1-46 Penyakit kulit — diagnosa dan apa yang harus dilakukan

Im 13:47-59 Kelapukan pada pakaian

Im 14:1-32 Upacara pembersihan sesudah sembuh dari penyakit kulit

Im 14:33-57 Kelapukan pada rumah

Im 15:1-33 Kenajisan lelehan manusia

[5] HARI RAYA PENGHAPUSAN DOSA (Im 16:1-34)

Im 16:1-11 Penyucian imam besar

Im 16:12-19 Penyucian Kemah Suci

Im 16:20-28 Penyucian bangsa Israel

Im 16:29-34 Upacara diulangi tiap-tiap tahun

[6] HIDUP ADIL DAN SUCI (Im 17:1-22:33)

Im 17:1-9 Semua persembahan diperuntukkan bagi Allah

Im 17:10-16 Darah adalah kudus

Im 18:1-30 Hubungan yang dilarang

Im 19:1-37 Peraturan kehidupan — kasihilah sesamamu

Im 20:1-27 Peraturan kehidupan — jadilah suci

Im 21:1-22:16 Kesucian para imam

Im 22:17-33 Persembahan yang diterima

[7] PERATURAN KEHIDUPAN BANGSA (Im 23:1-25:55)

Im 23:1-44 Hari Sabat dan hari-hari raya keagamaan

Im 24:1-9 Kebaktian umum di Kemah Tuhan

Im 24:10-23 Dosa dan hukuman — contoh

Im 25:1-7,18-24 Tahun ketujuh — dilarang bercocok tanam

Im 25:8-17,25-55 Tahun kelima puluh — tahun Yobel

[8] RINGKASAN DAN KESIMPULAN (Im 26:1-27:34)

Im 26:1-13 Ketaatan akan membawa berkat

Im 26:14-39 Ketidaktaatan akan membawa hukuman

Im 26:40-46 Pertobatan akan membawa pengampunan

Im 27:1-34 Peraturan mengenai nazar dan persembahan

PESAN

1. Allah hadir di tengah-tengah umat-Nya (Im 1:1-6:7; 18:1-22:16)
o Dalam penyembahan: semua persembahan dan upacara berlangsung “di hadapan Allah”
o Dalam kehidupan sehari-hari: Allah selalu hadir dan segala sesuatu harus dilakukan dalam terang kehadiran-Nya

2. Allah itu kudus, karenanya umat-Nya pun harus kudus (Im 11:44, 45; 19:2; 20:7,8,24-26)
Karakter umat harus mencerminkan karakter Allah. Sepanjang menyangkut umat Allah, yang dimaksud dengan kekudusan ialah menjauhkan segala kenajisan, mempersembahkan korban dan mematuhi semua peraturan.

3. Dosa harus diakui (Im 1:1-7:38; 11:1-15:33)
Oleh karena Allah itu kudus, Dia tidak dapat berhubungan dengan segala yang berdosa dan najis. Dengan demikian, apabila manusia ingin mengadakan hubungan dengan Allah ia terlebih dahulu harus bersih dari segala macam kenajisan.

4. Penebusan dosa memerlukan sorban (Im 1:4; 14:29-31; 16:1-34)
Dosa adalah hal yang serius; menghapusnya bukanlah hal yang mudah. Jika manusia ingin disucikan dari dosa dan menjadi layak di hadapan Allah, maka ada korban yang harus dipersembahkan. Korban ini “menciptakan penebusan” yang membebaskan si pendosa dari kematian yang layak diterimanya. Namun Imamat menjelaskan bahwa bukan korban yang memberikan pengampunan dan penyucian, melainkan karunia Allah.

5. Allah menaruh perhatian pada seluruh aspek kehidupan (Im 18:1-22:16)
Imamat tidak melulu berbicara mengenai penyembahan. Ada peraturan mengenai makanan dan minuman, sakit penyakit, pakaian, rumah, hasil panen, hubungan kekeluargaan dan kondisi kerja. Setiap aspek kehidupan harus dijalani sedemikian rupa, sehingga mencerminkan sifat-sifat Allah.

Penerapan

1. Rencana Allah bagi suatu bangsa yang kudus
Peraturan-peraturan yang Allah berikan kepada bangsa Israel menunjukkan kepada kita sifat-sifat dan kehendak Allah dan memberikan patokan-patokan yang masih berlaku sampai saat ini.
o Allah harus ditaati (Im 17:2)
o Hanya Allah yang boleh disembah dan dilayani (Im 17:3-9; 20:1-5)
o Kehidupan kekeluargaan harus dijaga (Im 18:6-19:2; 20:10-21)
o Orang miskin harus dibantu (Im 19:9, 10)
o Keadilan sangat penting dalam semua transaksi dagang (Im 19:11-23, 33-37)
o Hindari ilmu gaib dan sihir (Im 19:26-31; 20:6, 27)
o Pemberian Allah harus disyukuri dan dirayakan (Im 23:1-44)
o Tidak seorang pun boleh menumpuk kekayaan dengan merugikan orang lain (Im 25:8-55)

2. Arti korban dan penebusan
Imamat menjelaskan mengenai sarana-sarana yang diberikan Allah untuk memerangi dosa dan menolong kita untuk mengerti ajaran Perjanjian Baru tentang korban dan ganti korban. Pasal 16 kitab Imamat, mengenai Hari Raya Penghapusan dosa, menjelaskan pokok-pokok berikut:
o Allah itu kudus dan tidak kompromi terhadap dosa.
o Dosa memisahkan manusia dari Allah.
o Jika ingin bersekutu dengan Allah, dosa harus disingkirkan.
o Untuk itu darah harus tertumpah. Upah dosa adalah maut.
o Korban harian saja tidaklah cukup.
o Bahkan Hari Penghapusan dosa perlu diulang setiap tahun.
o Para imam, Kemah Suci dan manusia — semuanya perlu disucikan.
o Korban dapat menghapuskan akibat dosa.
o Persekutuan dengan Allah diperbarui, walaupun hanya sementara
o Hari Penghapusan dosa merupakan karunia Allah, suatu anugerah dan bukan hak mutlak.

Kesimpulan

  1. Allah melalui Kitab Imamat memberi jalan kepada umat-Nya untuk mengetahui kehendak-Nya.
  2. Allah melalui Kitab Imamat mengajarkan kepada umat-Nya untuk memberikan persembahan, sebagai tanda ketaatan dan pengucapan syukur atas pemeliharaan-Nya.
  3. Allah yang Mahakudus melalui Kitab Imamat mengajarkan kepada umat-Nya untuk hidup di dalam kekudusan sebab Ia sebagai sesembahan adalah kudus.
  4. Allah yang memilih umat-Nya melalui Kitab Imamat mengajarkan kepada umat-Nya untuk beribadah atau berhubungan dengan-Nya sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya.
Advertisements

Pada zaman modern ini, hari Valentine didominasi oleh hati berwarna pink dan yang dipanah oleh Cupid. Padahal asal-usul perayaan ini justru sangat berbeda jauh dengan simbol-simbol cinta ini. Valentine sebenarnya adalah seorang biarawan Katolik yang menjadi martir. Valentine dihukum mati oleh kaisar Claudius II karena menentang peraturan yang melarang pemuda Romawi menjalin hubungan cinta dan menikah karena mereka akan dikirim ke medan perang.
Ketika itu, kejayaan kekaisaran Romawi tengah berada di tengah ancaman keruntuhannya akibat kemerosotan aparatnya dan pemberontakan rakyat sipilnya. Di perbatasan wilayahnya yang masih liar, berbagai ancaman muncul dari bangsa Gaul, Hun, Slavia, Mongolia dan Turki. Mereka mengancam wilayah Eropa Utara dan Asia. Ternyata wilayah kekaisaran yang begitu luas dan meluas lewat penaklukan ini sudah memakan banyak korban, baik dari rakyat negeri jajahan maupun bangsa Romawi sendiri. Belakangan mereka tidak mampu lagi mengontrol dan mengurus wilayah yang luas ini.
Untuk mempertahankan kekaisarannya, Claudius II tak henti merekrut kaum pria Romawi yang diangap masih mampu bertempur, sebagai tentara yang siap diberangkatkan ke medan perang. Sang kaisar melihat tentara yang mempunyai ikatan kasih dan pernikahan bukanlah tentara yang bagus. Ikatan kasih dan batin dengan keluarga dan orang-orang yang dicintai hanya akan melembekkan daya tempur mereka. Oleh karena itu, ia melarang kaum pria Romawi menjalin hubungan cinta, bertunangan atau menikah.
Valentine, sang biarawan muda melihat derita mereka yang dirundung trauma cinta tak sampai ini. Diam-diam mereka berkumpul dan memperoleh siraman rohani dari Valentine. Sang biarawan bahkan memberi mereka sakramen pernikahan. Akhirnya aksi ini tercium oleh Kaisar. Valentine dipenjara. Oleh karena ia menentang aturan kaisar dan menolak mengakui dewa-dewa Romawi, dia dijatuhi hukuman mati.
Di penjara, dia bersahabat dengan seorang petugas penjara bernama Asterius. Petugas penjaga penjara ini memiliki seorang putri yang menderita kebutaan sejak lahir. Namanya Julia. Valentine berusaha mengobati kebutaannya. Sambil mengobati, Valentine mengajari sejarah dan agama. Dia menjelaskan dunia semesta sehingga Julia dapat merasakan makna dan kebijaksanannya lewat pelajaran itu.
Julia bertanya, “Apakah Tuhan sungguh mendengar doa kita?”
“Ya anakku. Dia mendengar setiap doa kita.”
“Apakah kau tahu apa yang aku doakan setiap pagi? Aku berdoa supaya aku dapat melihat. Aku ingin melihat dunia seperti yang sudah kau ajarkan kepadaku.”
“Tuhan melakukan apa yang terbaik untuk kita, jika kita percaya pada-Nya,” sambung Valentine.
“Oh, tentu. Aku sangat mempercayai-Nya,” kata Julia mantap. Lalu, mereka bersama-sama berlutut dan memanjatkan doa.
Beberapa minggu kemudian, Julia masih belum mengalami kesembuhan. Hingga tiba saat hukuman mati untuk Valentine. Valentine tidak sempat mengucapkan perpisahan dengan Julia, namun ia menuliskan ucapan dengan pesan untuk semakin dekat kepada Tuhan. Tak lupa ditambahi kata-kata, “Dengan cinta dari Valentin-mu” (yang akhirnya menjadi ungkapan yang mendunia). Ia meninggal 14 Februari 269. Valentine dimakamkan di Gereja Praksedes Roma.
Keesokan harinya , Julia menerima surat ini. Saat membuka surat, ia dapat melihat huruf dan warna-warni yang baru pertama kali dilihatnya. Julia sembuh dari kebutaannya.
Pada tahun 496, Paus Gelasius I menyatakan 14 Februari sebagai hari peringatan St. Valentine. Kebetulan tanggal kematian Valentine bertepatan dengan perayaan Lupercalia, suatu perayaan orang Romawi untuk menghormati dewa Kesuburan Februata Juno. Dalam perayaan ini, orang Romawi melakukan undian seksual! Caranya, merka memasukka nama ke dalam satu wadah, lalu mengambil secara acak nama lawan jenisnya. Nama yang didapat itu menjadi pasangan hidupnya selama satu tahun. Lalu pada perayaan berikutnya mereka membuang undi lagi.
Rupanya Paus tidak sreg pada cara perayaan ini. Karena itulah, gereja sedikit memodifikasi perayaan ini. Mereka memasukkan nama-nama santo dalam kotak itu. Selama setahun setiap orang akan meneladani santo yang tertulis pada undian yang diambilnya.

Nama Valentine lalu diabadikan dalam festival tahunan ini. Di festival ini, pasangan kekasih atau suami istri Romawi mengungkapkan perasaan kasih dan cintanya dalam pesan dan surat bertuliskan tangan. Di daratan Eropa tradisi ini berkembang dengan menuliskan kata-kata cinta dan dalam bentuk kartu berhiaskan hati dan dewa Cupid kepada siapapun yang dicintai. Atau memberi perhatian kecil dengan bunga, coklat dan permen.
Di zaman modern, kebiasaan menulis surat dengan tangan diangap tidak praktis. Lagipula, tidak setiap orang bisa merangkaikan kata-kata yang romantis. Lalu muncullah kartu valentine yang dianggap lebih praktis. Kartu Valentine modern pertama dikirim oleh Charles seorang bangsawan Orleans kepada istrinya, tahun 1415. Ketika itu dia mendekam di penjara di Menara London. Kartu ini masih dipameran di British Museum. Di Amerika,Esther Howland adalah orang pertama yang mengirimkan kartu valentine. Kartu valentine secara komersial pertama kali dibuat tahun 1800-an.
Sayangnya dari hari ke hari, perayan Valentine telah kehilangan makna yang sejati. Semangat kasih dn pengorbanan St. Valentine telah dikalahkan oleh komersialisasi perayaan ini. Untuk itulah kita perlu mengembalikan makna perayaan ini, seperti dalam 1 Yohanes 4:16: “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia”

Sumber: http://crosswalk.com/faith/ministry_articles/guestcolumns/509916.html;http://www.christianitytoday.com/ct/2000/107/11.0.html;Koran Tempo; majalah Hidup.

http://www.sabdaspace.com/asal_usul_perayaan_valentine

GET! Friends…topik tentang Berpacaran kalo dibahas di kalangan remaja memang ga akan pernah ada habisnya ya …

Sekarang kita mau lihat nih apa kata remaja sekarang tentang pacaran….?

Dan…apa aja akibat dosa dalam pacaran… Apa kata Alkitab tentang pacaran…? Dan bagaimana tips berpacaran ala anak Tuhan!

Yuk kita lihat…apa aja kata remaja tentang hubungan pacaran mereka..

“Saya takut bertengkar dengan dia..takut menanyakan hal-hal yang tidak dia sukai”

“Setiap kali bertemu kami selalu mencari acara keluar..atau kami ingin selalu deketan aja..”

“Saya takut dia akan meninggalkan saya..jika saya menuntut kebenaran yang saya yakini..saya taku ditinggalkan..”

“Saya tidak keberatan atas kebiasaannya, wataknya ato bahkan jalan pikirannya asalkan dia tetap mencintai saya..”

Nah sebenarnya pacaran itu…

Pacaran adalah proses peralihan

Proses peralihan dari Subjective Love ke Objective Love

Yang dimaksud Subjective love adalah memanipulasi cinta dalam bentuk pemberian yang dipaksakan sesuai dengan kemauan dan tugas dari si pemberi tanpa mikirin apa yang sebenernya dibutuhkan ama si penerima. Kasih yang seperti ini ga bisa menjadi dasar dalam berpacaran, apalagi pernikahan. Karena masa berpacaran sebenernya adalah masa yang efektif untuk mematikan sinful nature (natur dosa) dan mengubahnya menjadi kasih yang objektif..yaitu memberi sesuai dengan apa yang baik dan betul-betul dibutuhkan si penerima.

Proses peralihan dari Envious Love ke Jealous love
Yang dimaksud Envious adalah kecemburuan yang negatif..yang maunya mengambil dan merebut apa yang bukan haknya. Beda dengan Jealous yang adalah kecemburuan yang positif dan menuntut hal yang memang adalah haknya, makanya ga heran dalam Keluaran 20:5 dibilang bahwa Allah adalah Allah yang cemburu, karena Israel memang adalah milik-Nya, Allah cemburu dan merebut israel kembali kepada-Nya.

Proses Peralihan dari Romantic Love ke Real Love

Romantic Love adalah kasih yang ga realistis..kasih yang hanya dalam mimpi..ga jarang para remaja dan pemuda terjerat dalam Romantic Love yang cuma untuk menikmati hidup sepuasnya tanpa mencoba mikirin realitasnya..

Proses peralihan dari Activity Love ke Dialog Center

Isi dan pusat pacaran tidak lain daripada aktivitas..bisa nonton, jalan-jalan..makan..dan lainnya, jadi mau pacaran sepuluh tahun juga tetap menjadi 2 pribadi yang tidak saling mengenal.. Seharusnya meskipun ga dilarang jalan-jalan..nonton atau makan..,pusatnya harus pada dialog interaksi antara dua pribadi secara utuh1. Jadi hasilnya adalah pengenalan yang mendalam

Proses peralihan dari Sexual Oriented ke Personal Oriented

Pacaran bukanlah saat untuk berlatih melampiaskan kebutuhan sexual..tapi sekali lagi orientasi kepada pengenalan pribadi yang mendalam..,bagaimana kedewasaan rohaninya..

Akibat Dosa dalam berpacaran…

Ada 2 akibat yang akan terjadi jika dalam berpacaran sampai jatuh dalam dosa, selain perasaan berdosa di hadapan Tuhan.. perasaan kecewa dan ga terlupakan menjadi siksaan batin bagi tiap orang yang melanggar kekudusan berpacaran. Karena tentunya dosa itu dilakukan dengan tidak bebas..sembunyi-sembunyi.. dan takut diketahui oleh orang lain..dan pada akhirnya justru ngerasa bersalah..2 akibat itu adalah:

  1. Akibat Langsung

Bagi perempuan..akan ada perubahan perasaan, kalo sebelumnya dia sangat mencintai pacarnya..(meskipun sebagian besar cintanya eros) setelah berbuat dosa, cintanya berkurang..bahkan malah bisa membenci..dan bisa aja bencinya makin banyak daripada cintanya. Alkitab menggambarkan hal ini dalam 2 Samuel 13:1-17.

2.   Akibat jangka panjang

Dari perbuatan dosa itu ada dua kemungkinan lagi yang memiliki peluang terjadi:

  1. Hubungan mereka akan putus, karena kehilangan penghargaan dan timbul kebencian..kemungkinan hubungan mereka akan putus, dan hal ini lebih besar kemungkinannya jika keduanya masih remaja. Lalu jika hubungan itu putus, dapat dipastikan bahwa pihak perempuan yang tentunya menanggung kerugian.
  2. Hubungan tersebut dianjutkan sampai menikah, perbuatan dosa dalam masa pacaran akan sangat membekas terutama bagi perempuan terutama jika dia menjalani hubungan dengan pria lain di masa nanti, karena tentunya dia harus jujur kepada pria tersebut. Dan dibutuhkan kedewasaan ekstra untuk pria tersebut untuk menerima keadaan pasangannya. Jika resiko ini tidak dapat ditanggung pihak perempuan, mungkin saja dia memilih untuk tidak menikah (padahal itu bukanlah panggilannya untuk tidak menikah)

Berikut ini ada beberapa pesan Alkitab yang akan menolong temen2 untuk memutuskan apa yang pantas dan apa yang tidak pantas dalam berpacaran..

  • 1 Kor 6:18 : “Jauhkanlah dirimu dari percabulan!”

Jangan menciptakan situasi yang mengundang dosa seksual..dengan kata lain jangan mencobai diri sendiri dengan kecerobohan kita

  • 1 Kor 15:33 : “Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan baik”

Jangan merubah pandangan atau prinsip hidup hanya untuk sepakat atau menyenangkan pacarmu..

  • Matius 5:28 : “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya sudah berzinah dengan dia dalam hatinya.”

Sadarilah bahwa dosa timbul dari hati..

Apakah yang Alkitab katakan bagi orang yang sudah jatuh dalam dosa?

  • Tuhan itu pengampun… 1 Yohanes 1:9 berkata jika kita mengakui dosa kita maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita, dan menyucikan kita dari segala kejahatan, maka kita dapat memulai sesuatu yang baru dengan Tuhan
  • Tapi hal diatas ga boleh membuat kita seenaknya berbuat dosa, itu namanya mencobai Tuhan…karena Tuhan itu Kudus dan Tuhan tau pertobatan yang sejati dan manakah pertobatan yang tidak tulus dan hanya mempermainkan-Nya.

Kata Alkitab ttg Pacaran…

Alkitab membukakan kita realitas kehidupan tanpa menutup-nutupinya..termasuk tentang hal berpacaran, Alkitab memberikan pegangan yang jelas untuk membimbing kita dalam membuat keputusan mengenai hal berpacaran, simak baik-baik deh..

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Amsal 4:23)

Alkitab bilang agar kita berhati-hati dalam memberikan atau menyampaikan kasih sayang kita, karena hati kita mempengaruhi segala sesuatu dalam hidup kita.

Janganlah kamu sesat : Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan baik” (1 Korintus 15:33)

Remaja memang cenderung bergaul dengan berkelompok

Dan sadar ato tidak kita cenderung menjadi seperti teman-teman

sepergaulan kita, dan termasuk mmpengaruhi bagaimana

kita menjalani relasi dengan orang lain termasuk pacar..

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? (2 kor 6:14)

Meskipun temenan ama yang ga seiman ga dilarang..tetapi untuk urusan orang yang disimpan di hati..haruslah orang percaya yang sudah dewasa yang merupakan orang yang takut akan Tuhan, orang yang cinta pada Tuhan, tentu tahu harus bagaimana mengasihi kita^^

Coba GET! Friends baca 1 Kor 13:4-7 yang mendeskripsikan cinta yang sesungguhnya..tanyakan pertanyaan tersebut pada hatimu..

Apakah kalian sabar satu sama lain?

Apakah kalian baik satu sama lain?

Apakah kalian saling cemburu?

Apakah ada kerendah-hatian di antara kalian?

Apakah kalian menghindari sikap kasar dalam memperlakukan pasangan?

Apakah kalian menghindari sikap saling mementingkan diri sendiri?

Apakah kalian mudah marah terhadap satu sama lain?

Apakah kalian tidak suka mengingat kesalahan pasangan di masa lalu?

Apakah kalian saling jujur sama lain?

Apakah kalian saling melindungi?

Apakah kalian saling mempercayai?

Kalo jawaban kalian “ya” untuk semua pertanyaan, artinya berdasar 1 kor 13 kalian sungguh-sungguh mengasihi satu sama lain..tapi, kalo ada jawaban tidak…mungkin kalian harus mendiskusikan hal-hal di atas..

Gimana berpacaran ala anak Tuhan.??

Berpacaran, bukanlah sekedar mengisi waktu luang…kita harus memahami bahwa berpacaran adalah masa persiapan menuju pernikahan. Oleh karena itu pengenalan pribadi adalah masalah keharusan. Beberapa hal primer yang harus kita pertimbangkan adalah:

  • Imannya

Benar ga dia orang beriman? Udah lahir baru belum? Dia takut pada Tuhan ga?

  • Kematangan Pribadinya

Apakah dia dapat menyelesaikan konflik dengan baik? Apakah dia dapat menghormati orang tua? Dan apakah dia dapat menghargai pendapat orang lain yang berbeda dengannya?

  • Temperamennya

Apakah dia dapat menerima dan memberi nasihat orang lain dengan sehat? Apakah dia dapat membina komunikasi di lingkungan yang baru dengan baik? Apakah emosinya cukup stabil?

  • Tanggung jawabnya

Apakah dia konsisten dan dapat menunjukkan tanggungjawabnya, baik dalam studi..pelayanan..manajemen keuangannya..?

Resep Pacaran ala anak Tuhan

Bahan Dasar:

1 pak kasih Kristus

1 mangkuk besar Firman Tuhan

1 pak doa

Bahan untuk isi:

1 pria dan 1 wanita, pilih dengan bijak

1 gelas kasih sayang murni

2 sendok komitmen

2 sendok komunikasi

1 butir kesamaan visi

1 potong restu keluarga

Rasio dan emosi secukupnya

Bahan untuk Toping

Humor segar, pelayanan bersama

Pergi bareng secukupnya

Telepon2 juga sesuai kebutuhan

Cara membuat

  1. Untuk dasar : kocok lepas Kasih kristus sampai mengembang, tambahkan Firman Tuhan dan doa, aduk sampai rata dan tidak lengket.
  2. Untuk isi : Cuci bersih hati pria dan wanita, buang semua hal kotor dari hati dan pikirannya. Rendam dalam kasih sayang yang murni hingga menyerap ke dalam.
  3. Sesudah menyerap, tambahkan kesamaan visi dan restu keluarga, bubuhkan rasio dan emosi.
  4. Sebagai bahan pengawet alami, tambahkan komitmen dan komunikasi aduk rata.
  5. Untuk toping : campurkan semua
  6. Siapkan loyang, alasi dindingnya dengan bahan dasar, masukkan ke dalamnya bahan isi..taburi atasnya dengan kegiatan pelayanan dan humor segar, pergi bareng dan telepon secara merata
  7. Panggang dengan api sedang sampai berwarna kecoklatan dan mengeluarkan bau yang harum
  8. Siap disajikan.

Lama persiapan

Minimal 3 bulan…jadi tidak ada yang instan..(liat… suka…langsung tembak..) tapi wajib lewat masa pergumulan dan doakan bersama!

Daya tahan

Pasti awet deh..!

Pesan sebelumnya

  1. Berdoalah senantiasa (1 Tes 5:17), terutama saat berpacaran
  2. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu (Ef 5:20), saling sharing apakah yang membuat kalian bersyukur pada Tuhan.
  3. Lakukan segala sesuatu berdasarkan iman (Rm 14:23), setiap yang diperbuat harus ingat tanggung jawab langsung pada Tuhan
  4. Dirimu dan dirinya adalah bait Roh Kudus, jadi dirimu bukanlah milikmu sendiri..apalagi milik pacarmu..karena kamu sudah dibayar lunas oleh darah kristus, jadi muliakanlah Tuhan dengan tubuhmu, 1 Kor 6:19-20

Salam kasih,

Ev. Melia Kristina

GET!Faith: Kelima Sola

Posted: 13 September 2009 by Christo in GET! Magz, Vol 3. Februari 2009 Etika Pacaran

Kelima Sola…..apa pentingnya buat remaja?

Gerakan reformasi (491 tahun lalu) oleh Martin Luther, melahirkan empat prinsip / semboyan gerakan Reformasi Gereja, menjadi prinsip dari Gereja Reformed, yaitu:

Sola Gratia (hanya melalui anugerah manusia yang berdosa dapat diselamatkan, bukan melalui perbuatan baik)

Sola Fide (hanya melalui iman yang merupakan anugerah Allah, manusia dapat dibenarkan, bukan melalui perbuatan baik)

Sola Scriptura (hanya melalui Alkitab, manusia dapat mengenal Allah dan Firman-Nya)

Soli Deo Gloria (segala puji, hormat dan kemuliaan hanya bagi nama Allah Trinitas)

Keempat semboyan di atas berpusat pada Solus Christus (=hanya Kristus saja).

Sola Scriptura

Apa pentingnya???Wah, Penting banget!! Semua orang perlu tau dan kenal siapa sebenarnya Tuhan yang mereka sembah…termasuk remaja, nah gimana caranya…satu-satunya cara gimana remaja bisa kenal dengan benar dan pasti siapa Tuhan-nya dengan jelas hanya melewati Alkitab…

coba aja bayangkan gimana kenal Allah kalo baca Alkitab aja ogah-ogahan, seperti beberapa remaja berikut ini…:

Suatu sekolah bermaksud mengadakan uji pengetahuan Alkitab terhadap anak-anak muda zaman ini. Untuk itu, dibuatnya suatu test bagi siswa-siswi sekolah itu. Salah satu pertanyaan adalah, “Siapakah tokoh Alkitab yang ditelan ikan dan hidup selama beberapa hari di perutnya?” Dan kebanyakan jawaban dari para remaja itu adalah …. “Pinokio”

Dari jawaban itu kita bisa tau kalo Pengetahuan Alkitab mereka sedikit sekali. Allah sebenarnya berkenan untuk dikenal oleh anak-anak-Nya dan karena Itu-lah Allah menyatakan diri-Nya dalam Alkitab… Phillip Brooks, menyebut Alkitab itu sebagai sebuah teleskop, menurutnya bila seseorang melihat  melalui teleskop, dia akan melihat dunia luas di sana, tetapi kalo hanya melihat pada teleskopnya, dia hanya melihat teleskopnya itu…begitu juga melalui Alkitab kita bisa lebih mengenal lebih jauh tentang Allah melalui Firman-Nya.

Paulus mengakui bahwa tulisan yang dituliskannya adalah perintah Tuhan (1 Korintus 14:37).  Dalam Alkitab terdapat tiga ribu delapan ratus pernyataan “Allah berfirman”, atau “Demikianlah Firman Allah”[1]. Jadi, kita ga perlu ragu lagi bahwa yang kita baca dari Alkitab adalah Firman Allah.

Dari Alkitab kita bisa mengetahui Allah, mengenal karakter Allah, tujuan dan rencana Allah, dan bahkan kehendak Allah. Allah kita adalah Allah yang mahatau..Allah ga pernah panik atau terkejut dan kemudian merubah rencana-Nya karena suatu kejadian atau keputusan manusia, karena masa depan bukanlah suatu misteri bagi Allah. Bahkan sepanjang sejarah kehidupan manusia terus berjalan dalam ketetapan Allah  yang sudah ditetapkan sebelumnya (lihat 2 Tawarikh 25:14-23; Mazmur 33:6-12; Yesaya 14:24-27; 23:1-9; yeremia 49:20-22; 50:45-46; Kisah Para Rasul:2:23).[2]

Jika segala sesuatu bekerja dalam ketetapan Allah, apakah Allah membatasi kehendak manusia? Atau justru kehendak manusia yang membatasi kehendak Allah? Jika seandainya terjadi kontradiksi antara kehendak  Allah dan manusia, kehendak siapakah yang akan menang? Tentang hal ini GET! Friends…Alkitab sudah jelas menegaskan jawabannya, dalam Daniel 4:24-37; Yohanes 6:38-40; Roma 1:10; 9:9-21; 1 Korintus 1:1; 2 korintus 1:1; Efesus 1:1; Kolose 1:1. Seperti yang kita ketahui sebelum ini, Allah adalah Mahatau, dan mengetahui segala kemungkinan dari masa depan atau apapun perkara di masa yang akan datang. Pengetahuan Allah adalah pasti dan tidak berubah, demikian juga pengetahuan-Nya untuk masa depan. Untuk segala isu yang membingungkan pikiran kita, dapat kita jawab dengan Alkitab (2 Korintus 11:11.) Alkitab dengan sederhana mengatakan kepada kita bahwa tidak ada sesuatu pun terjadi tanpa ada rencana ilahi di dalamnya (Roma 8:28; 9:10-13; Ayub 42:1-2; Amsal 16:4; Yesaya 19:12, 17). Dalam Ibrani 6:17 Alkitab mengatakan bahwa rencana Allah tidak akan dapat berubah. Katidak-berubahan rencana Allah ini kembali lagi membawa kita kepada ketidakbersalahan, kesempurnaan dan ketelitian rencana Allah.[3]

Kalo pada masa Luther, terjadi penyelewengan oleh gereja-gereja dan pengajaran yang tidak sesuai  diantaranya: [4] pandangan Naturalis, yang menganggap bahwa para penulis Alkitab hanyalah manusia yang mempunyai kemampuan luar biasa. Dan adanya Iluminasi Spiritual, yang lebih mengistimewakan penulis Alkitab daripada “wahyu Allah”.[5] Suatu penyelewengan yang dilakukan oleh gereja Katolik Roma yang memicu lahirnya reformasi adalah gereja yang menekankan bahwa Paus atau konsili gerejawilah yang memiliki otoritas untuk menafsirkan Alkitab. Sampai zaman Reformasi, Orang awam biasa tidak dapat mengerti Alkitab karena Alkitab hanya terdapat dalam bahasa asli, dan jemaat tidak didorong untuk Alkitab. Sehingga jemaat jelas bergantung sepenuhnya pada penafsiran gereja yang bersifat otoritatif. Pengajaran Alkitab dikomunikasikan kepada orang-orang Kristen hanya melalui perantaraan Paus, konsili, atau pastor. Dalam situasi seperti ini bagaimana orang bisa lebih mengerti dan mengenal Allah, sedangkan membaca Alkitab saja mereka tidak bisa.

Para Reformator sangat menekankan asumsi bahwa Allah yang hidup berbicara kepada umat-Nya secara langsung melalui Alkitab. Karena itu orang Kristen harus didorong untuk membaca Alkitab. Alkitab harus diterjemahkan kedalam bahasa umum. Luther, sangat menekankan hal ini, sehingga ia menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman. Bagi teolog-teolog abad pertengahan dan gereja Roma Katolik, Alkitab ialah karya-karya yang tercakup dalam Vulgata.[6] Di dalamnya terdapat tambahan kitab-kitab yang sering disebut kitab-kitab Apokrifa, yang tidak terdapat dalam PL bahasa Ibrani. Para Reformator tidak setuju dengan adanya tambahan tersebut, merasa perlu mempersoalkan penilaian ini. Menurut mereka, tulisan-tulisan PL yang dapat diakui untuk masuk ke dalam kanon[7] Alkitab hanyalah yang asli terdapat di dalam Alkitab Ibrani. Mengapa para Reformator sangat menjunjung tinggi otoritas Alkitab? Jawabannya sederhana sekali: karena Alkitab adalah firman Tuhan, maka Alkitab dengan sendirinya memiliki kewibawaan atau otoritas.

Otoritas Alkitab berakar dan berdasarkan pada fakta bahwa Alkitab diberikan melalui inspirasi Allah sendiri (2Tim. 3:16)yakni cara di mana Allah memampukan penulis-penulis manusia dari Alkitab untuk menulis semua perkataan di bawah pengawasan Allah sendiri. Kepribadian dan kemanusiawian para penulis Alkitab diakui aktif dalam proses di mana Roh Allah memimpin mereka dalam proses inspirasi tersebut. Karena itu apa yang ditulis adalah firman Allah yang sejati, karena semua yang ditulis para penulis Alkitab itu berasal dari Allah. Jadi, Alkitab berotoritas adalah karena kenyataan dirinya sebagai penyataan ilahi yang diberikan melalui inspirasi ilahi. Jadi oleh karena iman yang Roh Kudus sudah kerjakan dalam hidup orang-orang percaya sehingga mereka mempercayai kebenaran Alkitab dan menaklukkan diri di bawah otoritas tersebut (1 Korintus 2:13-14).

Ketika kita membaca firman Tuhan dan Roh Kudus memberi pengertian dan pemahaman kepada kita sehingga kita memahami arti Firman Tuhan tersebut. Roh Kudus berbicara di dalam (in) dan melalui (through) perkataan-perkataan Alkitab dalam memberikan keyakinan ini.[8]

Memang saat ini Alkitab dapat dibaca dan dimengerti oleh orang-orang percaya tetapi masih ada hal-hal tertentu yang masih belum jelas dan sulit karena ketidaktahuan akan bahasa, tata bahasa, dan budaya dari penulis Alkitab.

Memang benar Alkitab dituliskan oleh orang-orang yang berbeda, yang hidup pada zaman yang berbeda pula. Tetapi para penulis menunjukan tulisan mereka pada situasi yang nyata, tetapi Allah dalam kedaulatan-Nya menuntun mereka dan situasi mereka (2Ptr. 1:21), sehingga kita melihat kesatuan pikiran di balik semua itu. Untuk mengetahui maksud Allah tidak mungkin kita memperhatikan “bits” dan “pieces” saja. Kita harus melihat Alkitab secara keseluruhan, sama seperti ketika kita bermaksud mengetahui maksud penulis manusia, yaitu dengan membaca hasil akhir karyanya.

Selamat membaca Alkitab!

(Ev. Melia Kristina)


[1] Paul Enns, The Moody Handbook of Theology,terj. Rahmiati Tanudjaja (Malang : SAAT, 2004), hlm., 186.

[2] Robert A. Morey, Battle of The Gods, (Massachusetts : Crown Publications, 1989) hlm., 286.

[3] Ibid., hlm., 288-290.

[4] Paul Enns, The Moody Handbook of Theology Ibid., hlm., 194-196.

[5] Pandangan ini diajarkan oleh seorang teolog kontemporer, Scleirmacher diInggris dan Eropa, dapat dilihat dalam buku A.H Strong, Systematic Theology, (Valley Forge : Judson, 1907), hlm., 204-208.

[6] Naskah Alkitab dalam bahasa latin, merupakan terjemahan dari naskah dasar yang berbahasa Ibrani. Pada tahun 1546 Konsili Trente menyatakan Vulgata sebagai naskah otentik dan menjadikannya naskah patokan bagi Gereja Latin.

[7] Dari arti katanya, Kanon adalah alat pengukur / norma. Sejak pertengahan abad 4 kumpulan buku Alkitab disebut Kanon, suatu tulisan yang “diinspirasikan”, dan berasal dari Allah..

[8] http://artikel.sabda.org/doktrin_sola_scriptura

GET!History: Rasul Kasih

Posted: 13 September 2009 by Christo in GET! Magz, Vol 3. Februari 2009 Etika Pacaran

Hi GET! Friends, tidak terasa kita sudah memasuki bulan Februari. Bulan ini sangat identik dengan bulan kasih, karena di dalam bulan ini ada Hari Kasih Sayang atau yang lebih beken disebut dengan Valentine’s Day. Tapi itu bukan berarti kita hanya mau mengasihi pada hari atau bulan tersebut saja. Kita tetap harus mengasihi setiap saat.

Nah, kali ini kita akan mencoba untuk mengenal siapa sih yang seringkali disebut-sebut sebagai RASUL KASIH? Apakah GET! Friends semua sudah tau? Yuk, kita kenali beliau bersama-sama…

Siapakah Rasul Kasih?

Murid yang termuda dan yang terakhir meninggal dunia karena imannya kepada Tuhan, itulah Yohanes anak Zebedeus. Pengalaman imannya ia tuangkan dalam 5 kitab, yaitu Injil Yohanes, tiga surat-surat Yohanes dan kitab Wahyu.

Mengapa disebut sebagai Rasul Kasih?

“Murid yang dikasihiNya.” Sebutan ini berulangkali digunakan dalam Injil Yohanes, untuk mendeskripsikan dirinya. Bukan berarti, Tuhan mengasihi Yohanes lebih dari murid-murid lainnya. Tetapi, karena Yohanes merasakan dan mengalami kasih Tuhan yang begitu besar.

Perjalanan Hidup Sang Rasul Kasih…

Meskipun ia masih muda, dan kemungkinan yang termuda di antara murid-murid lainnya, tapi Tuhan tidak memandangnya sebelah mata seperti orang Yahudi pada umumnya. Sebaliknya, Tuhan dengan penuh kesabaran membimbing Yohanes, saat ia melakukan kesalahan atau tidak memahami ucapan-ucapan Tuhan Yesus. Tercatat, hanya 3 kali Tuhan Yesus menegur Yohanes (Markus 9:38-41; 10:35-41; 14:32-42).
Demi membalas kasih Tuhan, Yohanes berani mengesampingkan rasa takutnya, menemani Tuhan Yesus sampai saat Dia berada di atas kayu salib, dan melakukan pesan Tuhan Yesus dengan penuh ketaatan (Yohanes 19:26-27).
Saat gurunya telah tiada, Yohanes tetap setia melayani Tuhan sampai akhir hidupnya.

Yohanes adalah satu-satunya Rasul Tuhan yang tidak meninggal sebagai martir. Jemaat Smirna, Pergamus, Piladelpia, Laodikia, dan Tiatira didirikan olehnya. Sebenarnya dari Efesus ia sudah ditangkap dan dikirim ke Roma, disana ia dilempar ke dalam tungku minyak yang sangat panas. Tetapi mujizat terjadi. Ia lolos tanpa terluka. Yohanes kemudian dibuang, diasingkan oleh Domition di Pulau Patmos. Meski ia harus mengalami masa pembuangan di pulau Patmos, kesetiaannya tetap tidak luntur.
Tidak heran, kalau Tuhan mempercayakan penglihatan tentang akhir zaman dan dunia yang baru kepada Yohanes, yang kemudian ia tulis dalam kitab Wahyu. Pada akhirnya, Nerva, pengganti Domition melepaskannya sampai Rasul Yohanes meninggal dalam usia tua.

GET! Friends, renungkanlah:

Apakah kita telah merasakan dan mengalami kasih Tuhan yang begitu besar? Dan apakah kita akan tetap setia kepada Tuhan saat menghadapi kesulitan?

(http://wsuryajaya.blogspot.com/2008/02/rasul-yohanes-anak-zebedeus-refleksi.html

(http://www.mail-archive.com/i-kan-untuk-revival@xc.org/msg03407.html)