Archive for the ‘Vol 4. Mei 2009 Pentakosta dan Belajar’ Category

Sebagai pasien yang mengalami masalah tulang belakang tentu saja saya banyak belajar untuk hidup dengan tulang belakang yang bermasalah ini dengan tidak mengurangi sedikitpun kegiatan yang dapat saya lakukan sementara Tuhan mengijinkan saya hidup.

Beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang tulang belakang (tentu saja akan lebih baik jika banyak bertanya kepada pakar tulang belakang, dokter specialis tulang belakang atau therapis yang menangani tulang belakang), namun sharing ini bertujuan menyadarkan dan mengingatkan bahwa saat ini semakin banyak orang yang menderita penyakit tulang belakang dengan berbagai penyebabnya, berbagai sakitnya, berbagai lokasinya dan berbagai dampaknya.

Salah seorang dokter yang dengan intensive menangani tulang belakang saya berkata “ kalau tulang belakangmu baik dan sehat, maka itulah kunci hidup sehat dan leluasa dengan tubuhmu” mengapa demikian? Karena tulang belakang di penuhi dengan saraf, urat-urat, otot yang saling terkait satu dengan yang lain dan menopang tubuh kita dengan kuat dan teguh.

Memang banyak orang berkata bahwa pusat saraf ada  di kaki sehingga menjamurlah rumah refleksi dimana-mana untuk memberikan kelegaan bagi saraf kaki yang lelah, tidak salah! Baik dan enak juga di refleksi, lumayan untuk memberikan relaksasi. Tetapi ada begitu banyak orang bisa hidup tanpa kaki, baik karena cacat bawaan maupun karena kecelakaan sehingga mereka hidup tanpa kaki.

Muncul pertanyaan, bagaimana dengan tulang belakang? Berapa orang yang perduli dengan tulang belakangnya? Sedikit sekali, bahkan banyak yang tidak menyadari keberadaan tulang belakang sampai ia merasa sakit dan kesakitan. Kalau di atas dikatakan banyak orang bisa hidup tanpa kaki, mungkinkah seseorang hidup tanpa tulang belakang? Kira-kira bagaimana keadaan orang hidup tanpa tulang belakang? clip_image002clip_image003

clip_image004

clip_image003

Gambar di atas menunjukkan kondisi tulang belakang yang mengalami masalah dan di kenal dengan istilah “SCOLIOSIS”. Scoliosis sendiri banyak sekali dampak dan bentuknya, begitu juga penyebabnya. Tetapi sharing ini tidak berbicara dari sisi medis, karena diperlukan data akurat, pengetahuan yang banyak serta informasi yang tepat dari seorang ahli. Sharing ini sekali lagi untuk membangunkan, menyadarkan dan membawa kita semua yang memiliki tulang belakang dan perduli dengan tubuh kita, untuk peduli dan menjaga dengan baik tulang belakang kita.

Posisi salah                          Posisi benar

clip_image005clip_image006

  1. Kebiasaan dengan posisi duduk yang salah, menjadi salah satu penyebab banyaknya masalah tulang belakang. Duduklah dengan belakang yang tegak, pundak yang rileks dan tidak membungkuk ke depan. Jangan menjulurkan kepala lebih ke depan ketika sedang menulis dan menggunakan computer, atau membungkuk melengkungkan tulang belakang, usahakan kepala tetap tegak lurus sejajar dengan leher dan bahu. Jangan lebih dari 1 jam dalam posisi yang sama tanpa terjadi peregangan karena akan menyebabkan kelelahan dan kaku pada otot leher dan pundak serta pinggang. (bagi yang masih sekolah dan duduk di  bangku belajar, usahakan setiap perpindahan dari satu pelajaran ke pelajaran yang lain, untuk berdiri dan menggerakkan seluruh tubuh dengan perlahan dan rileks, jangan loncat-loncat atau melakukan gerakan yang radikal tanpa pemanasan/warm up)
  2. clip_image007Kebiasaan dengan posisi berdiri yang salah juga menjadi penyebab masalah tulang belakang.  Jangan berdiri dengan sebelah kaki  menopang berat badan, karena itu akan memberikan tekanan yang tidak seimbang pada tulang belakang. Ketidak seimbangan itu membuat otot dan saraf tertekan dan memberikan rasa nyeri yang kelak disebutkan “saraf terjepit”. Biasakan berdiri dengan dua kaki yang berpijak seimbang, sedikit terbuka selebar panggul, dengan melurus-kan badan sepanjang mungkin ke atas dan ke bawah tanpa ketegangan, maka akan menolong setiap ruas tulang belakang berada pada posisi yang baik dan benar.
  3. clip_image008Posisi pada waktu tidur perlu menjadi perhatian kita, karena posisi tidur dapat menjadi salah satu pemicu bentuk bangun dari tulang belakang. Orang yang menyukai satu posisi tidur secara terus menerus akan mudah terlihat dari posisi tulang belakangnya bahkan ketika ia sedang duduk atau berdiri. Oleh karena itu, tidurlah dengan nyaman dan rileks, usahakan agar kita memperhatikan posisi tidur dengan baik. Usahakan sebelum tidur dalam posisi berbaring dan pada waktu bangun tidur masih dalam posisi berbaring membuat gerakan “stretching” tarik badang dengan posisi lurus tangan di atas dan kaki di julurkan sepanjang mungkin, gerakan ini sangat menolong untuk kelenturan otot dan saraf yang menyangga tulang belakang.clip_image009 (lihat saja hewan anjing atau kucing di sekitar anda, sebelum tidur atau pada waktu bangun, hewan-hewan ini selalu melakukan stretching”, mungkin itu sebabnya mereka tidak perlu dokter tulang belakang, dan hampir-hampir kita tidak menemukan anjing atau kucing yang bungkuk he he he)
  4. Tidak kalah penting dan sangat penting adalah tempat tidur yang kita gunakan. Semakin empuk tempat tidur yang kita gunakan, semakin besar kemungkinan kita terserang masalah tulang belakang. Karena kita tidur lebih dari 6 jam sehari, dan sekian tahun kita menggunakan tempat tidur yang empuk, maka tulang belakang kita akan mengikuti bentuk tempat tidur.clip_image0010 Para dokter yang menangani tulang belakang saya, bahkan menganjurkan saya untuk tidur di atas multiplek, (triplek yang keras) agar pada waktu tidur, tulang belakang saya tetap lurus. Bukan ranjang yang mahal yang menyebabkan kita tidur pulas dan sehat, bukan juga ranjang yang murah, tetapi hati yang tentram damai dan tempat tidur yang sehat memberikan tidur yang nyaman dan sehat.
  5. Gunakan sepatu yang seringan mungkin agar tidak membebani kaki dan tulang pinggang yang terikat dengan tulang belakang. Bagi para perempuan, menggunakan sepatu dengan hak yang tinggi sangat tidak di anjurkan, apalagi untuk waktu yang lama berdiri. clip_image0011Hal ini akan menyebabkan beban berat pada tulang belakang karena ketidak seimbangan penyanggahan pada berat tubuh. Tetapi menggunakan sepatu yang sangat datar / flat juga akan memberikan sedikit beban pada tulang belakang bagian pinggang. Oleh karena itu hak sepatu tidak terlalu tinggi dan tidak datar, 3-5 cm atau 1-2 inc dapat menjadi acuan bagi kita yang sering menggunakan sepatu. Akan lebih baik jika meminta advis dari dokter tulang untuk mendapatkan ukuran yang tepat bagi setiap orang sesuai dengan kondisi tulang dan tubuhnya.
  6. Olah raga yang paling dianjurkan dan sangat baik, tanpa resiko bagi tulang belakang dan bagi tubuh secara keseluruhan adalah “berenang/swiming”. clip_image0012 (jangan lupa warm up terlebih dahulu) bagi yang bermasalah dengan tulang belakang ataupun bagi yang ingin menjaga kondisi tulang belakang tetap baik, berenanglah secara teratur agar kelenturan ruas tulang belakang tetap terjaga dan otot-otot penyangga dan pengikat tidak menjadi kaku. Beberapa dokter atau therapis menyarankan Pilates, sebagai alternatif lain agar melatih otot dan tulang yang lentur dan kuat, namun perlu diperhatikan bagi mereka yang telah memiliki masalah tulang belakang untuk tidak sembarangan melakukan gerakan pilates sebab dapat memberikan akibat yang lebih fatal, konsultasikan kepada dokter ahli lebih dahulu.
  7. Para dokter menganjurkan agar lingkar pinggang tidak melebihi 80 – 85 cm, (tapi kalau merasa aman dengan perut buncit sih, sah – sah saja, tergantung selera)  agar Otot perut tetap kuat terikat dengan otot pinggang ke belakang sehingga posisi bangun tulang belakang tetap kuat dan kencang (firm).clip_image0013 Bila perut cenderung membuncit ke depan, dipenuhi lemak yang menggelembungkan perut, apalagi bagi perempuan yang sudah melahirkan, akan sangat mudah terserang sakit pinggang dan bermasalah dengan tulang belakang. (perhatikan bagi mereka yang perutnya buncit, kurangi makan dan perbanyak olah raga).
  8. Tulang belakang yang bermasalah memberikan pengaruh kepada seluruh tubuh kita, tanpa terkecuali. (untuk lebih lengkapnya daftar sakit akibat tulang belakang, silahkan membuka website diseputar tulang belakang / spine / scoliosis)

Demikian sharing kali ini mengenai tulang belakang, semoga bermanfaat bagi kita semua yang masih ingin hidup sehat dengan tulang belakang yang sehat.

Pentakosta

Posted: 9 August 2009 by Christo in Vol 4. Mei 2009 Pentakosta dan Belajar

Sebagai orang Kristen yang merayakan dan memperingati hari Pentakosta, sudah selayaknya kita mengetahui dengan baik dan jelas apa yang di maksudkan dengan pentakosta. dari pengalaman keseharian, banyak orang bahkan menyebut kata “Pentakosta” menjadi “Pantekosta”. Mungkin bagi sebagian orang menganggap, “jangan dibesar-besarkan, itu cuma salah sebut” atau “kebiasaan” yang penting kita mengerti apa maksudnya.

Sangat di sayangkan kalau kita memiliki sikap seperti ini, sebenarnya kita harus memahami bahwa kebenaran yang hakiki tidak dapat di turunkan atau di toleransikan, oleh karena itu dalam Get Magz terbitan ini, sharing tentang Pentakosta di paparkan.

  1. PENTAKOSTA

Kata pentakosta berasal dari  bahasa Yunani (Greek)

Pentakosta atau Pantekosta adalah  suatu  pesta  yang  umat Kristen  warisi  dari  umat  Yahudi.  Kata  Pentakosta  itu berasal dari kata Yunani  (Greek)  Pentékosté yang  berarti  “kelima-puluh,”

Semula Bani Israil merayakan pesta  ini  sebagai  pernyataan syukur  kepada  Yahwe  atas hasil panennya, dengan lain kata pesta panen. Kemudian mereka juga merayakan pada waktu itu tentang Perintah / Taurat atau Hukum dari Allah yang  diturunkan  di  bukit Sinai, yakni Taurat-Nya yang diterima langsung oleh Nabi Musa. (1230 s.M.)

Kamudian bertepatan dengan hari itu yakni ketika tiba hari Pentakosta (Kis 2:1) sebuah momentum besar terjadi yang tidak pernah dirancang oleh manusia manapun atau siapapun,  sebuah peristiwa yang menggemparkan kota Yesusalem, sebuah peristiwa yang belum pernah terjadi dan belum pernah ada, hari peringatan Turunnya Roh Kudus yang terjadi sesudah Paskah dengan rangkaian perhitungan à sesudah paskah 40 hari kemudian peristiwa kenaikan Tuhan Yesus à dan selama 10 hari sejak kenaikan Tuhan Yesus murid-muridnya berdoa bersama (Kis 1:12-14)

Menurut catatan Firman Tuhan , peristiwa ini melalui khotbah Petrus,  tiga ribu jiwa pada hari b inilah yang bertobat dan disinilah mereka disebut dengan gereja mula-mula.

  1. PERISTIWA DI SEKITAR PENTAKOSTA :
    1. Tidak dapat dipisahkan dari suasana hati para Rasul yang pasti sangat kehilangan Tuhan Yesus pemimpin mereka selama ini, dimana mereka hidup seakan-akan tidak ada masalah yang tidak terselesaikan. Bayangkanlah orang buta melihat, yang lumpuh berjalan, yang kerasukan iblis di bebaskan bahkan orang mati di bangkitkan. Kini para murid menghadapi hari-hari tanpa kehadiran Tuhan Yesus secara fisik, mereka bukan saja berhadapan dengan kesulitan hidup tapi mereka berhadapan dengan orang-orang yahudi, imam-imam dan ahli taurat yang begitu membenci Yesus dan pengikutnya. Murid-murid  Tuhan Yesus berkumpul menjadi satu, bersehati dalam doa bersama, mereka tidak tahu harus berbuat apa? Tetapi mereka berdoa, bersehati bersama-sama.  (Kisah Para Rasul 1:12-14)
    2. Tepat pada hari ke sepuluh sesudah kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga, hari ke lima puluh sesudah paskah (kebangkitan Tuhan Yesus ) hari pentakosta dimana orang Yahudi berkumpul untuk merayakan hari raya panen. Diawali dengan orang-orang percaya berkumpul di satu tempat. Perhatikan dengan baik! Yang berkumpul itu adalah orang-orang percaya. Bukan orang yang berkumpul karena acara atau agama, melainkan karena mereka orang percaya, mereka berkumpul bersama-sama. Mereka sedang duduk lalu terjadilah, turun dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah. Bersamaan dengan itu mereka melihat lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus. Perhatikan dengan seksama, bahwa peristiwa itu atas kehendak Allah, bukan atas rancangan manusia, mereka tidak sedang memainkan emosi dan berlaga seperti pada jaman Elia bertarung dengan nabi-nabi Baal.(Iraja 18:25-29)
    3. Bersamaan dengan peristiwa itu, maka semua orang yang dihinggapi oleh lidah-lidah api itu, terlebih dahulu di penuhi oleh Roh Kudus. Setelah mereka dipenuhi oleh Roh Kudus maka mulailah mereka berbicara dalam bahasa-bahasa yang lain seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Orang yang ingin mendapat karunia Roh Kudus, tidak terlepas dari pada ia lebih dahulu dipenuhi, di kuasai oleh. Berbeda dengan paham yang lagi trend sekarang, banyak orang mengklaim dirinya diberikan karunia Roh Kudus tetapi hidupnya sama sekali tidak mencerminkan bahwa ia hidup di bawah pimpinan dan kuasa Roh Kudus. Kira-kira roh apa yang menguasai mereka  ya.
    4. Setelah mereka di penuhi oleh Roh Kudus lalu mereka di hinggapi lidah-lidah api, dan mereka diberikan kemampuan khusus, untuk berbicara dalam bahasa-bahasa yang mereka sendiri tidak kenal sama sekali selama ini, yang benar-benar asing. Mereka mampu mengucapkannya bukan karena mereka kursus bahasa tersebut lebih dahulu (Ingat dan camkan baik-baik! Alkitab tidak pernah mencatat bahwa bahasa yang di karunia Roh Kudus itu diberikan melalui kursus bahasa, tetapi semata-mata hidup yang di penuhi oleh Roh Kudus dan diberikan oleh Roh Kudus). Mereka mengucapkan bahasa yang  dimengerti oleh orang-orang yang ada sekitar mereka, dimengerti oleh orang-orang yang bukan berbahasa ibrani atau yunani. Alkitab menyebutkan (Kisah 2:5-12) bahwa para rasul itu, orang-orang yang dihinggapi oleh Roh Kudus itu, menggunakan bahasa Partia, Media, elam, Mesopotamia, Yudea dan Kirene, Roma, Kreta dan Arab. Perhatikan baik-baik di sini, pada peristiwa itu, orang-orang yang di penuhi Roh Kudus itu mendapat karunia bahasa yang dimengerti oleh orang-orang yang berasal dari berbagai bahasa. Jangan salah kaprah dengan karunia itu. Jangan salah mengerti dan hanya menduga-duga. Baca tuh alkitab, serahkan hikmat di bawah kuasa Roh Kudus dan pelajari dengan baik dan benar, kita akan tahu dan lihat perbedaan dengan apa yang dimaksudkan lagi trend sekarang berbahasa roh tetapi tidak ada yang mengerti, atau bunyi nya dari satu dengan yang lain sama tetapi sama-sama tidak mengerti. (tentu saja kita tahu ada perbedaan antara karunia bahasa lidah dan bahasa roh)
    5. Hasil karunia dari Roh Kudus itu sangat menakjubkan, luar biasa, spektakuler dan tak dapat dilukiskan dengan apapun yang pernah terjadi didunia ini. Hanya orang yang mengalami, melihat dan merasakan peristiwa itu yang tahu apa arti dan makna dari semua itu. Mereka berbicara tentang perbuatan-perbuatan  besar yang dilakukan Allah. (Kisah 2:12) sampai semua orang yang mendengar itu tercengan dan bertanya apa makna dari semua ini? Kita dapat melihat dan mengamati dengan jelas bagaimana orang-orang jaman ini, dalam trend yang mengklaim ia berbahasa roh, adakah ia menyatakan karya perbuatan Allah? Adakah ia membuat orang tertegun akan makna perbuatan Allah? Atau sebaliknya membuat orang bingung dan menjauhkan diri karena tidak dapat di mengerti?
    6. Dalam (Kisah 2:13) ada beberapa orang yang menyindir bahwa orang-orang itu sedang mabuk. Petrus berdiri dan mengatakan bahwa hari masih pukul 09.00 pagi tidak ada orang mabuk jam segitu pada jaman itu. Mungkin lebih tepat jika sindiran itu diberikan bagi orang-orang jaman ini, yang tidak lagi dapat membedakan manakah karunia roh serta  karya Allah, dan yang mengedepankan kehendak manusia. Sebaliknya bagi orang-orang yang tidak mengalami jamahan, sentuhan dan dari Allah, tidak memberikan hati mereka di pulihkan oleh Kuasa Roh Kudus, apapun yang Allah lakukan, mereka meresponinya dengan paham kemabukan.
  1. DAMPAK PERISTIWA TURUNNYA ROH KUDUS.
    1. Berita yang disampaikan, yang diucapkan adalah tentang perbuatan-perbuatan Allah. (Kisah 2:12) Hanya orang yang memiliki relasi dengan Allah serta percaya dan mengalami dalam hidupnya bagaimana Kristus bangkit mengalahkan kuasa dosa, sehingga ia terbebaskan dari belenggu dosa, ialah orang yang dapat memperkatakan semua yang benar tentang Allah. Hanya orang yang memberitakan perbuatan Allah yang dapat membuktikan bahwa ia di karuniai Roh Kudus. Orang yang mengklaim dirinya di karuniai bahasa Roh tetapi tidak memberitakan tentang perbuatan Allah, tidak usah menjadi perhatian sebaliknya kita menjadi prihatin.
    2. 2. Firman Tuhan di beritakan dengan penuh kuasa otoritas dari Allah. Petrus bangkit bersama dengan ke sebelas Rasul itu dan menyuarakan kebenaran Allah, firman Tuhan di sampaikan dengan hikmat Allah, mereka mengutip perjanjian lama yang telah dinubuatkan oleh nabi Yoel. Penyampaian firman Tuhan begitu lugas dan jelas bagi orang-orang yang hadir karena kuasa Roh Kudus telah bekerja, lalu orang-orang yang mendengar itu tersentuh, hati mereka terharu atas berita pengorbanan Kristus bagi manusia. (Kisah 2:37). Bila kuasa Roh Kudus mengurapi dan ada pada setiap orang yang memberitakan kebenaran itu, bukan orang tersebut yang akan menyentuh akal budi dan hati yang mendengarkannya tetapi Roh Kudus itu sendiri yang akan berkarya.
    3. Orang-orang yang mendengar dan mengalami jamahan kuasa Roh Tuhan, meresponinya dengan bertanya “apakah yang harus kami perbuat?” inilah bukti bahwa orang mengalami jamahan dan sentuhan kuasa Roh Kudus dalam hidupnya, mereka tidak hanya senang sendiri, sibuk sendiri dan akhirnya bingung sendiri. Mereka memiliki kerinduan untuk melakukan sesuatu, apa yang harus kami perbuat? Itulah pertanyaan yang muncul dari hati yang dijamah oleh kuasa Roh Kudus. (Kisah 2:37) Orang yang dipenuhi kuasa Roh Kudus tidak sulit memberitakan karya Allah bagi orang lain, dan orang yang mendengarkannya tidak sulit untuk mengerti karena Roh Allah yang bekerja dan berkarya.
    4. Petrus menjawab dengan gamblang, “bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimua di baptis dalam nama Yesus … dst”. (Kisah 2:38)  Petrus menekankan tentang pentingnya pertobatan dalam diri seseorang yang ingin mengalami kuasa Roh Kudus, Petrus mengungkapkan tentang pertobatan lebih dahulu baru kemudian di ikuti dengan batpisan. Berbeda dengan kebanyakan yang terjadi sekarang ini, orang-orang mengikuti baptisan dulu, padahal belum pernah bertobat, mereka memutar balikkan urutan itu, makanya banyak orang yang sudah di baptis, tetapi tidak hidup dibawah kuasa Roh Kudus dan tidak mengalami kemenangan dalam iman Kristennya, jangan-jangan mereka belum bertobat!
    5. 5. Orang-orang yang menerima firman itu, mereka yang bersedia bertobat, mereka memberi diri di baptis. Apakah penyampaian Petrus berita yang menyenangkan telinga dan hati semata-mata? Menurut (Kisah 2:40) Petrus “ memberikan kesaksian yang sungguh –sungguh dan mengecam dan menasihati mereka untuk memberi diri diselamatkan dari angkatan yang jahat ini”. Kalau kuasa Roh Kudus tidak menyertai pemberitaan, kalau Roh Kudus tidak berkarya dalam diri orang-orang yang mendengarkan firman Tuhan, orang-orang itu akan pergi dengan marah karena mereka dikecam, dengan tersinggung karena dosanya di tegur, dengan keras hati karena mereka hanya mencari yang menyenangkan telinganya dan tidak akan pernah terjadi pertobatan. Bagaimana dengan orang-orang kristen masa kini, yang mungkin mengalami upacara baptisan tetapi tidak pernah bertobat? Orang-orang ini tetap mendengarkan Firman Tuhan tetapi tidak pernah mengalami kuasa kemenangan atas dosa yang terus membelenggu mereka.

  1. KESIMPULAN DARI SEMUA PERISTIWA TURUNNYA ROH KUDUS.
    1. Orang-orang bertobat dari kehidupan yang lama, yang jahat dan diperbaharui oleh kuasa Roh Kudus.
    2. Orang-orang yang bertobat itu, memberi diri mereka dibaptis sebagai proklamasi atas pertobatan mereka, untuk disaksikan banyak orang dan mereka tidak takut karena mereka yakin benar pertobatan mereka sungguh dapat dibuktikan dalam keseharian mereka nanti.
    3. Jumlah orang percaya bertambah langsung pada hari itu 3000 orang (Kisah 2:41) suatu jumlah yang spektakuler, dramatis dan luar biasa. Dapatkah manusia melakukan hal ini tanpa kuasa Roh Kudus? Tidak!
    4. Orang percaya yang sudah bertobat itu
    5. Dalam takut dan gentar orang-orang itu melihat bagaimana para rasul mengadakan mujizat dan tanda. Allah berkenan menyatakankan mujizat dan tanda ditengah orang-orang yang percaya dan telah bertobat. Inilah kuncinya. (Kisah 2:43)
    6. Orang-orang percaya itu :
      1. Bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan.
      2. Mereka selalu berkumpul untuk berdoa dan memecahkan roti diantara mereka.
      3. Mereka tetap bersatu, karena tidak ada yang mementingkan diri, dan ingin mengambil bagi dirinya, sebaliknya mereka saling memberi dan memberkati.
      4. Mereka bertekun dengan sehati dan berkumpul tiap-tiaphari di dalam bait Allah.
      5. Dalam pertemuan mereka makan bersama dengan gembira dan tulus hati, (bukan dengan motivasi mengenyangkan diri) sambil memuji Allah.
      6. Dan mereka disukai orang, bukan malah dijauhi dan dihina.
      7. Akibatnya Tuhan sendiri yang menambahkan jumlah orang yang diselamatkan tiap-tiap hari.

Itulah maknanya penggenapan janji Tuhan Yesus , bahwa bukan kapan hari dan tanggal kedatangan Tuhan Yesus yang ke dua kali, tetapi “kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan diseluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi”. Orang yang menerima kuasa Roh Kudus akan menjadi saksi Kristus dalam seluruh aspek hidupnya di manapun ia berada.

By. Daniel Hermawan

Hatiku bimbang tak tentu

Meratapi kepergian diri-Mu

Kini ku berjalan sendiri

Tanpa arah dan tujuan

Kala ku pahami janji-Mu

Menemaniku dalam suka dan duka

Hariku tak lagi hampa

Dengan pengharapan yang Kau b’ri

Tiba saatnya Kau kembali

Mengutus malaikat-Mu di hatiku

Menguatkan arti cinta-Mu

Bagi semua orang di dunia

Jangan tinggalkan aku sendiri

Dalam hening malam yang sepi

Temani hadirku selalu

Kala diriku lemah tak berdaya

Aku masih menanti hadir-Mu

Memberi kedamaian dalam hariku

Bersinar dalam kegelapan

Bagi mereka yang terhilang

Kuatkan diriku selalu

Dalam melewati bebatuan ini

Tunjukkan arah kebenaran-Mu

Kala ku tersesat dalam dosa

Jadilah sahabat sejatiku

Ketika dunia menolak hadirku

B’ri ku kekuatan baru

‘Tuk lewati semua

Berjalanlah bersamaku

Lewati badai dan topan

Karena ku yakin

Kau akan menyertaiku

Hingga akhir penggenapan janji

Penulis                      : Musa
Tema                        : Pengembaraan di Padang Gurun
Tanggal Penulisan   : + 1405 SM

Isi Kitab

Kitab Bilangan adalah kitab ke 4 dalam urutan kitab. Kitab ini terbagi atas 36 pasal. Isi kitab Bilangan menceritakan tentang perjalanan umat Allah dari gunung Sinai menuju ke Kadesy sampai ke Moab.

 
Latar Belakang
Nama kitab ini dalam Alkitab Ibrani berarti "di padang gurun" dan judul itu mencakup semua peristiwa yang dilukiskan dalam kitab itu. Judul "Bilangan" dipakai karena kitab itu mencatat "penjumlahan" bangsa itu pada tahun kedua (pasal Bil 1) setelah mereka meninggalkan Mesir dan tahun keempat puluh (pasal Bil 26). Sebagian isi kitab menceritakan pengalaman bangsa Israel selama empat puluh tahun sebelum mereka memasuki Tanah Perjanjian. Dalam banyak hal Bilangan menjadi bacaan yang menyedihkan, karena banyak dari penderitaan bangsa Israel adalah akibat langsung dari ketidaksetiaan dan ketidaktaatan. Orang boleh mengatakan bahwa Bilangan merupakan catatan mengenai kegagalan manusia terhadap kesetiaan ilahi.

Secara kronologis, Bilangan merupakan sambungan sejarah yang dicatat di Kitab Keluaran. Setelah tinggal di Gunung Sinai selama sekitar satu tahun -- ketika itu Allah menetapkan perjanjian dengan Israel, memberikan hukum Taurat dan pola Kemah Suci kepada Musa, serta memberikan pengarahan mengenai isi kitab Imamat -- bangsa Israel bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju tanah yang dijanjikan Allah kepada mereka sebagai keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub. Akan tetapi, sejenak sebelum meninggalkan Gunung Sinai, Allah menyuruh Musa membuat sensus menghitung semua laki-laki Israel yang sanggup berperang (Bil 1:2-3). Sembilan belas hari kemudian bangsa itu berangkat mengadakan perjalanan singkat ke Kadesy (Bil 10:11).
Bilangan mencatat pemberontakan serius Israel di Kadesy dan hukumannya di padang gurun selama 40 tahun, sehingga Allah membawa suatu angkatan orang Israel yang baru ke dataran Moab, yang terletak di seberang Sungai Yordan dari Yeriko dan tanah perjanjian.

Tujuan
Bilangan ditulis agar anggota jemaat dapat mengerti akan kebesaran Allah di dalam mengampuni dan mendisiplinkan umat-Nya yang jatuh ke dalam dosa. Bilangan mengisahkan mengapa Israel tidak langsung masuk tanah perjanjian setelah meninggalkan Gunung Sinai. Bilangan menggambarkan tuntutan Allah akan iman dari umat-Nya, balasan dan hukuman-Nya atas pemberontakan, dan bagaimana maksud-Nya yang berkelanjutan itu akhirnya diwujudkan.

Tokoh-Tokoh dalam Kitab Bilangan

Sudah jelas bahwa Musa banyak sekali disebut dalam kitab ini — perhatian Musa terhadap Hobab (Bil 10:29-32); doanya di Tabera (Bil 11:10-15); reaksinya terhadap kecaman (Bil 12); imannya yang kurang (Bil 13); keprihatinannya terhadap kehormatan Allah (Bil 14:13-19); ketidakikutsertaannya masuk ke dalam Tanah Perjanjian (Bil 20:2-13). Harun juga disebut, terutama dalam hubungannya dengan pemberontakan Korah (Bil 16). Miryam, saudara perempuan Musa, juga merupakan salah seorang tokoh dalam kitab ini. Kitab Bilangan pasal 12 menceritakan bagaimana ia dihukum oleh karena iri hati. Nama-nama lain yang disebut termasuk Yosua dan Kaleb, dua orang mata-mata yang berani percaya kepada Allah dan hanya mereka berdua dari generasi itu yang diizinkan masuk ke Kanaan. Kisah mengenai Bileam dan Balak juga dicatat dalam kitab itu (pasal Bil 22-24).

 
Ciri-ciri Khas
Enam ciri utama menandai Kitab Bilangan:
(1) Bilangan merupakan "Kitab Pengembaraan di Padang Gurun", yang menyatakan dengan jelas mengapa Israel tidak segera menduduki tanah perjanjian setelah meninggalkan Gunung Sinai, tetapi sebaliknya harus mengembara tanpa tujuan selama 39 tahun lebih.
(2)    Bilangan merupakan "Kitab Keluhan", dan berkali-kali mencatat keluhan ketidakpuasan dan keluhan pahit orang Israel terhadap Allah dan perlakuan-Nya terhadap mereka.
(3)    Kitab ini menunjukkan prinsip bahwa tanpa iman, tidak mungkin kita berkenan kepada Allah (bd. Ibr 11:6). Sepanjang kitab ini kita dapat melihat bahwa umat Allah bergerak maju hanya karena mempercayai-Nya dengan iman yang kokoh, mempercayai janji-janji-Nya dan bersandar kepada-Nya sebagai sumber hidup dan pengharapan mereka.
(4)    Bilangan dengan jelas sekali menyatakan prinsip bahwa jikalau satu angkatan gagal, Allah akan membangkitkan angkatan lain untuk memenuhi janji-janji-Nya dan melaksanakan misi-Nya.
(5)    Sensus sebelum Kadesy (pasal 1-4; Bil 1:1--4:49) dan sensus kemudian di dataran Moab sebelum memasuki Kanaan (pasal 26; Bil 26:1-65) menyatakan bahwa bukan kekuatan yang tidak memadai dari tentara Israel yang membuat mereka tidak bisa masuk Kanaan di Kadesy tetapi kekurangan iman dan ketaatan mereka.
(6)    Bilangan merupakan "Kitab Disiplin Ilahi", yang menunjukkan bahwa Allah memang mendisiplin dan menghukum umat-Nya sendiri ketika mereka terus mengeluh dan tidak percaya (bd. pasal 13-14; Bil 13:1--14:45).

Tema-tema Kunci

1. Pemeliharaan Allah

Kita menemukan beberapa ilustrasi dalam Bilangan mengenai bagaimana Allah memenuhi kebutuhan umat-Nya. Contoh: Bil 20:1-11; 21:1-9; 27:1-11, (lihat Bil 36:1-12); Bil 27:12-23; 35:1-5; 35:6-28. Renungkanlah bagaimana cara Allah memenuhi kebutuhan umat-Nya dewasa ini.

2. Ketidaksenangan Allah

Salah satu aspek yang menyedihkan dalam Bilangan ialah kenyataan bahwa Allah sering kali murka kepada umat-Nya. Lihat Bil 11:1-3; 11:33; 12:1-16; 14:20-23; 14:36-38; 16:31-35; 25:1-3. Apa yang diperbuat oleh umat Allah pada masa kini yang membuat Allah sedih?

3. Keteraturan Allah

Allah adalah Allah yang teratur dan tertib. Lihat pasal Bil 1; 2; 3; 4; 26; 32 mengenai penjumlahan umat-Nya, pengaturan perkemahan suku-suku. Lihat juga Bil 7:1-19:14; pasal Bil 15; 18; 19; 28; 29 mengenai tata-cara ibadah.

4. Pimpinan Allah

Patut dicatat bahwa, kendatipun terjadi pembangkangan yang terus menerus, Allah masih memimpin umat-Nya dalam pengembaraan mereka dengan tiang awan dan api (Bil 9:15-23). Sampai saat ini Allah masih memimpin umat-Nya: bagaimana cara Allah melakukannya?

 
Ajaran-Ajaran Utama dalam Kitab Bilangan
1. Perjalanan umat Allah dari Sinai ke Kadesy (Bil 1:1-14:45)
    Pada saat bangsa ini mulai bergerak dari Sinai menuju Kadesy, mereka mengalami kegoncangan iman. Mereka mulai bersungut-sungut sehingga Tuhan memberikan peringatan berupa api yang merajalela. Setelah itu terjadilah pemberontakan Miryam dan Harun kepada Musa. Tetapi kemudian Allah mengampuni pemberontak-pemberontak itu, setelah mereka bertobat.

Kemudian Tuhan menyuruh Musa mengirim beberapa orang untuk melihat tanah Kanaan yang dijanjikan kepada bangsa Israel dan Musa mengirimkan 12 orang pengintai. Walaupun para pengintai melihat orang-orang raksasa, tetapi 2 orang pengintai, yaitu Kaleb dan Yosua dengan iman mereka percaya bahwa mereka dapat mengalahkannya. Akhir bagian ini, karena takut terhadap orang-orang raksasa itu, maka bangsa Israel mengambil keputusan untuk tidak mentaati perintah Tuhan agar mereka masuk ke daerah Kanaan. Kemudian Tuhan menghukum mereka dengan membiarkan bangsa ini mengembara di padang gurun selama empat puluh tahun.

2. Pengembaraan di padang gurun (Bil 15:1-20:29)

Bangsa Israel tidak dapat segera masuk ke tanah Kanaan yang dijanjikan, karena ketidakpercayaan mereka kepada pimpinan Allah. Karena itu mereka mulai mengembara di padang gurun. Dalam saat-saat pengembaraan ini, Allah tetap mempersiapkan mereka melalui mengulangi segala perintah-Nya dengan tegas, yakni tentang tata kehidupan sebagai umat Allah, yang akan masuk ke tanah perjanjian di Kanaan.

  3. Perjalanan dari Kadesy ke Moab (Bil 21:1-36:13) 

Bangsa Israel berhasil membuat perjalanan maju sampai Moab melalui peperangan. Tetapi seseorang bernama Bileam dipanggil oleh Balak, raja dari Moab, supaya mengutuki Israel, namun Tuhan menegur Bileam melalui Imedainya yang berbicara, sehingga Bileam akhirnya memberkati Israel. Akhirnya Yosua dipilih untuk menggantikan Musa untuk memimpin bangsa Israel memasuki tanah perjanjian di Kanaan.

Garis Besar

[1] ORGANISASI BANGSA ISRAEL (Bil 1:1-10:36)
Bil 1:1-54                         Sensus yang diperintahkan oleh Allah
Bil 2:1-4:49       Pengaturan perkemahan
Bil 5:1-6:27       Penyucian perkemahan
Bil 7:1-9:14       Penyembahan dalam Kemah Suci
Bil 9:15-10:36                  Pimpinan Allah di perkemahan

[2] PENGALAMAN DALAM PERJALANAN (Bil 11:1-25:18)
Bil 11:1-35      Kerusuhan dalam perkemahan
Bil 12:1-16      Keluhan terhadap Musa
Bil 13:1-33      Penyelidikan ke Kanaan
Bil 14:1-45      Pemberontakan di perkemahan
Bil 15:1-41                       Peraturan-peraturan tambahan
Bil 16:1-17:13                  Pemberontakan terhadap kepemimpinan Musa
Bil 18:1-19:22                  Hukum dan peraturan-peraturan
Bil 20:1-21:35                  Peristiwa-peristiwa di perjalanan
Bil 22:1-24:25                  Kisah Bileam
Bil 25:1-18                       Dosa dan hukuman

[3] PENANTIAN MASUK KE TANAH PERJANJIAN (Bil 26:1-33:49)
Bil 26:1-65                       Sensus kedua
Bil 27:1-11                       Anak-anak perempuan Zelafehad
Bil 27:12-23                     Yosua menggantikan Musa
Bil 28:1-30:16                  Hukum dan peraturan-peraturan
Bil 31:1-54                       Penghakiman atas Midian
Bil 32:1-42                       Penempatan suku-suku Ruben dan Gad
Bil 33:1-49                       Tinjauan kisah perjalanan

[4] PERSIAPAN UNTUK MEMASUKI KANAAN (Bil 33:50-36:13)

Pesan

1. Pengaturan yang baik (Bil 1:1-10:10)

Pasal-pasal pembukaan menggambarkan situasi bangsa Israel di padang gurun Sinai, termasuk keterangan mengenai sensus, pemilihan imam-imam Lewi dan pentahbisan mereka, peraturan untuk orang nazir dan tata cara penyembahan di Kemah Suci. Penekanan utama ialah pada kekudusan dan kesetiaan Allah.

2. Keluh-kesah dan pemberontakan (Bil 10:11-20:29)

Di sini kita menelusuri perjalanan bangsa Israel setelah mereka meninggalkan Gunung Sinai dan mencapai Kades Barnea. Bagian dari kitab ini merupakan kisah sedih yang berisi keluhan yang terus menerus terhadap Allah dan mengenai hukuman yang kemudian dijatuhkan. Lagi-lagi ini merupakan peringatan bagi mereka yang kurang percaya.

3. Kegagalan dan kemenangan (Bil 21:1-36:13)

Dalam bagian ketiga kitab ini kita membaca hal-hal yang menggembirakan. Catatan yang menonjol ialah mengenai kemenangan yang diperoleh, walaupun masih ada kegagalan yang perlu dicatat. Kita melihat bahwa Yosua diangkat sebagai pengganti Musa, dan persiapan-persiapan yang dibuat untuk memasuki Tanah Perjanjian. Sementara terus ditekankan mengenai kekudusan Allah, kita juga belajar dari Bilangan bahwa Allah adalah Allah yang tertib. Dengan cara yang sama Allah memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas mengenai bagaimana mereka harus menjalani kehidupan dan ibadah mereka. Di dalam Perjanjian Baru hal tersebut sama pentingnya, yaitu bahwa segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur (1Kor 14:40).

Penerapan

1. Kita diselamatkan untuk melayani

Dalam Keluaran kita membaca kisah pembebasan bangsa Israel dari perbudakan; dalam Bilangan penekanan terletak pada pelayanan. Hanya orang yang sudah diselamatkan yang dapat sungguh-sungguh menyembah dan melayani Allah yang hidup.

2. Allah adalah Allah yang tertib

Kitab ini berisi banyak hukum dan peraturan yang mengingatkan kita bahwa dalam melayani Allah “segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur” (1 Kor 14:40).

3. Dosa-dosa yang sering dilakukan oleh umat Allah

o Dosa tidak percaya. Kegagalan bangsa Israel untuk masuk ke Tanah Perjanjian disebabkan oleh ketidakpercayaan.

o Dosa pemberontakan. Dalam Bilangan kita membaca beberapa kisah mengenai pemberontakan. Kita semua cenderung terlalu mudah untuk menyerah kepada semangat pemberontakan dan melawan para pemimpin yang dipilih Allah.

o Dosa kecemburuan. Harun dan Miryam, keduanya membuat Allah tidak senang. Hati-hati terhadap kecemburuan.

4. Allah menghargai kesetiaan

Kaleb dan Yosua bertahan sebagai pengikut Allah yang setia dan hanya mereka yang diperbolehkan memasuki Tanah Perjanjian. Secara tragis mudah bagi kita untuk merasa takut menghadapi kesukaran-kesukaran, tetapi iman mengalahkan hal yang tidak mungkin.

http://www.sabda.org/sabdaweb/biblical/intro/

Ga asing kan denger kata anugerah?? Anugerah adalah kebaikan yang diberikan tanpa syarat, dan bukan karena jasa. Paulus pernah menuliskan bahwa keselamatan manusia adalah anugerah, karena keselamatan manusia adalah dari Allah dan Itu adalah anugerah, dengan kata lain bukan karena prestasi kita, karena kabikan kita tidak menyelamatkan. Tuhan menyelamatkan kita bukan karena kita baik, separuh baik, atau bahkan sedikit baik, karena sebenernya setiap manusia adalah orang yang berdosa pada Allah dan sepatutnya menerima hukuman yakni maut.. Seperti kata Paulus dalam surat Roma bahwa pada hakekatnya semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23). Kondisi manusia seperti ini telah membuat manusia terpisah dari Allah dan berada dalam keadaan tidak berpengharapan. Manusia tidak dapat berhubungan dengan Allah dan hukuman kekal sedang menunggu untuk membinasakannya. Namun Allah justru menunjukkan kasih-Nya pada manusia, sehingga dalam keberdosaannya, manusia yang semestinya ga mendapat maut justru mendapatkan kasih Allah.. dengan mengutus Kristus untuk datang menyelamatkan manusia serta mengirimkan Roh Kudus untuk memampukan manusia untuk dapat menerima pengorbanan yang telah Kristus lakukan bagi mereka bahkan memberikan kepada manusia anugerag kehidupan kekal. Inilah yang disebut anugerah itu.

Semuanya telah dibayar dengan lunas, satu kali untuk selamanya. Ketika Kristus menebus umat-Nya, Pengorbanan-Nya di kalvari bukan menjadi pembayaran yang bersifat sebagian, tetapi itu adalah penebusan yang lengkap dan sempurna, sehingga diperoleh suatu pembayaran yang lengkap dan sempurna atas semua hutang dari seluruh orang pecaya, yang telah hidup, hidup saat ini, yang akan hidup, dalam segala masa hingga akhir masa. Pada saat Kristus disalibkan.  Ada empat fakta secara rohani yang menunjukkan mengapa manusia perlu diselamatkan :

  1. Semua manusia sudah berdosa dan akibat dosa adalah hukuman kekal (Roma 3:23, Roma 6:23, Yesaya 59:2).  Manusia tidak dapat menghindari suatu kenyataan bahwa dirinya berdosa. Dosa mengakibatkan manusia terpisah dari Allah yang kudus. Dosa bukan saja membuat manusia mati secara rohani, tetapi juda berakibat kematian kekal.
  2. Usaha manusia untuk menyelamatkan dirinya hanya sia-sia (Efesus 2:8,9; Roma 3:20; Yohanes 14:6). Apapun usaha manusia untuk melakukan kebaikan, maka semua itu tidak dapat membuat manusia menyelamatkan dirinya sendiri. Keselamatan tidak bisa diperoleh dengan usaha manusia. Keselamatan hanya dapat dilakukan oleh Allah untuk manusia.
  3. Hanya Yesus saja jalan untuk memperoleh keselamatan itu ( Roma 5:8; 1 Petrus 2:24; 1 Petrus 3:18). Meskipun ada istilah “banyak jalan ke Roma”, tetapi berbicara tentang keselamatan hanya ada satu saja jalan yang disediakan oleh Allah dan jalan itu pasti, yaitu melalui penjelamaan Allah sendiri di dalam Tuhan Yesus.
  4. Untuk memperoleh keselamatan kita harus menerima Yesus secara pribadi (Yohanes 1:12). Memperoleh keselamatan bukanlah usaha manusia, melainkan hanya anugerah Allah saja. Namun diperlukan kesediaan dari manusia untuk menerima anugerah Allah yang gratis itu. Keputusan untuk menerima Kristus secara pribadi merupakan wujud dari penerimaan itu. [1]

Manusia begitu berdosa sehingga ia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Semua orang mulai dari keadaan yang jatuh ini. Kerusakan secara total ini juga menekankan bahwa manusia telah kehilangan kemampuan berbuat atau meresponi apa yang baik dan tidak dapat bertobat. Ayat-ayat Alkitab yang dipakai untuk membuktikan keadaan manusia ini adalah: Efs. 2.1-3, Yoh. 6.44, Rom. 3.1-23, dan 2 Kor. 4.3-4.[2] Pembenaran mensyaratkan realita murka Allah. Hanya dengan kesadaran bahwa Allah membenci dosa kita, maka kita tidak akan merasakan perlunya kita dibenarkan (Hab. 1.13, Yoh. 3.36, Efs. 2.3, 5.6, Gal. 3.10, Rom. 5.9). Pembenaran adalah keputusan Allah yang dilakukan sekali saja dan bukan suatu proses. Oleh karena kita dinyatakan tidak bersalah, maka kita dibebaskan dari murka Allah dan diperdamaikan dengannya (Kol. 1.22, Rom. 8.1, Gal. 3.13-14). Pembenaran bukan suatu proses. Pembenaran terjadi ketika orang bertobat dan percaya kepada Yesus. Tetapi walaupun demikian, orang percaya harus meneruskan pembe¬narannya dengan mempratekkan iman. Pembenaran diterima hanya melalui iman saja dan bukan karena perbuatan kita. Lihat Rom. 3.28 band. Efs. 2.8-10. Pembenaran berakar dalam penyatuan dengan Kristus. Hanyalah karena kita satu dengan Kristus, maka kebenarannya dihitung kepada kita sehingga menjadi milik kita (2 Kor. 5.17, Efs. 1.3-4, 2.10, 1 Kor. 1.4-5, Kol. 1.27, Yoh. 15.4-5). Pembenaran didasarkan pada kematian Kristus sebagai pengganti kita. Yesus mati sebagai pengganti kita (Yes. 53.6, 12, 1 Pet. 2.24, Ibr. 9.28, Mat. 20.28 cf. Mar. 10.45, 2 Kor. 5.15, 21, Gal. 3.13). Pembenaran melibatkan penghitungan (imputation) kebenaran Kristus kepada kita. Kebenaran Kristus dihitung kepada orang-orang percaya sehingga menjadi milik mereka (Rom. 5.12-21, 2 Kor. 5.21, Rom. 4.6, 1 Kor. 1.30). Dalam pembenaran, keadilan dan belas kasihan Allah tidak terpisahkan. Alkitab menyatakan bahwa Allah membenarkan kita hanya oleh karena keadilannya telah dipuaskan oleh pendamaian (penebusan) di mana Anak Tunggal Allah memikul murka Allah yang seharusnya kita dapatkan dan melalui ketaatan Kristus akan hukum Allah (Hab. 3.2, Rom. 3.24, 26, 11.22). Pembenaran mempunyai sisi positif dan negatif. Secara negatif, pembenaran berarti pengampunan dosa. Secara positif, pembenaran meliputi pengangkatan kita sebagai anak-anak Allah dan hak menerima hidup yang kekal (Yoh. 1.12-13). Pembenaran mempunyai implikasi-implikasi eskatologis. Ini berarti bahwa hukuman yang akan diberikan kepada kita pada Hari Penghakiman telah ditiadakan (Yoh. 5.24). Pengangkatan kita sebagai anak-anak Allah menunjuk kepada kepenuhannya pada masa yang akan datang (Rom. 8.23 cf. Fil. 1.6). Kehidupan kekal yang kita terima ketika kita percaya tidak akan hilang dari kita (Yoh. 11.25-26 cf. 1 Yoh. 5.13). Walaupun pembenaran tidak boleh dipisahkan dari pengudusan, kedua aspek ini berbeda. Allah tidak membenarkan orang yang tidak dia kuduskan pula (1 Kor. 1.30).

Keselamatan kita merupakan sola gratria, yaitu hanya berdasarkan kasih karunia. Kita tidak memiliki amal baik pada diri kita sendiri, dimana berdasarkan amal baik itu Allah bertanggung jawab untuk menyelamatkan kita. Kasih karunia merupakan belas kasihan atau kemurahan Allah bagi kita yang tidak layak kita terima.


[1]Diringkaskan dari Millard Erickson, Christian Theology, hal. 887 dst. Lihat juga Peter Wongso, Soteriologi, hal. 1-6 yang membahas tentang istilah-istilah keselamatan. Di samping itu, lihat juga C. C. Ryrie, Teologi Dasar, jil. II dan New Bible Dictionary (Edisi ke-2) s.v. “Salvation” oleh G. Walters dan B. A. Milne.

[2] Unsur ketiga dalam singkatan TULIP, yaitu limited atonement dikaitkan dengan karya penebusan Kristus. Dalam ajaran penebusan Kristus terdapat variasi yang disebut Supralapsarian¬isme, Infralapsarian¬isme, dan Sublapsarianisme. Ketiga variasi ini akan dibahas di dalam kelas

“ BANYAK BELAJAR…

MELELAHKAN BADAN “

( BACAAN KHUSUS PELAJAR, APALAGI YANG UDAH MALAS BELAJAR,

TETAPI  BERBAHAYA BAGI PENGAJAR )

Kalimat di atas adalah serius adanya, dan hendaknya ditaati… karena itu setiap kamu yang masih menyandang predikat pelajar wajib hukumnya membaca ini, karena saya yakin dan percaya kalian setuju dengan kalimat yang saya angkat menjadi judul tulisan saya kali ini. Judul “Banyak Belajar Melelahkan Badan” ini akan membawa kita pada satu kaitan yang jelas, maka dari itu belajar tidak perlu banyak-banyak. Perlu juga kalian ketahui bahwa kalimat ini bukan sembarangan di tuliskan, karena saya mengutipnya dari Alkitab. Kalau tidak percaya, sebelum melanjutkan membaca ambil dulu Alkitab kalian dan coba kalian buka di Kitab Perjanjian Lama, bagian Pengkhotbah pasal yang ke 12 ayat ke 12 ( baca dulu dengan teliti, jeli, dan pasti ). Benar bukan ?? Saya tidak berbohong pada kalian, karena itu yakinkan diri kalian bahwa sepanjang waktu ke depan kamu membaca tulisan seorang yang jujur, dan bukan kebohongan belaka. Tapi saya jamin kamu akan mengalami satu pengalaman yang asyik saat membacanya dan bukan ga mungkin tulisan ini akan mengubah kamu. Kamu siaaapp ???

* ( Pilih posisi duduk paling enak, karena aktivitas ini membutuhkan waktu )

Okay… mari kita mulai meneliti diri setiap pribadi terlebih dahulu, supaya kita masing-masing tahu apa sebenarnya arti diri kita, apa tugas kita dan bagaimana memaknai hidup kita, yang ga bisa ga hidup cuma 1x doank kita diberi kesempatan hidup. Masa lalu ga akan pernah dapat kita ulang kembali, masa kini mau tidak mau harus kita jalani, dan masa depan ga ada satu pun dari kita yang bisa mengetahui dengan pasti. Karena fakta yang ada ini, maka rugi banget kalau kita ngejalanin hidup ini asal-asalan ataupun sembarangan. Hari ini perlu kita tegaskan terlebih dahulu bahwa sebenarnya kaum muda usia 12 – 18 ini memang sudah sejogjanya disebut dengan kaum PELAJAR. Yang secara umum dapat diartikan dengan orang yang mempunyai tugas utama, atau aktivitas utamanya adalah belajar. Namun bagaimana kita kaitkan antara tugas utama ini dengan judul di atas ? So, beberapa hal di bawah ini diharapkan dapat membantu setiap kita, khususnya para pelajar untuk dapat lebih berarti saat ngejalanin hidup ini.

  • BELAJAR, BELAJAR dan BELAJAR ( PENG 12 : 12 )

Dalam kehidupan setiap pelajar ada 1 aktivitas yang akan menyita waktunya paling banyak. Bayangkan 1 hari setiap pelajar wajib untuk belajar di sekolah dari jam 7 pagi ampe jam 12.30, atau bahkan ada sekolah-sekolah tertentu yang saya tahu aktivitas belajar mengajar mereka baru selesai jam 15.00. Ooo..oo… wah, wah, antara 6-8 jam mereka harus di sekolah untuk belajar.

Ada satu pengalaman yang dibagikan oleh seorang pelajar, dan ini adalah kisah nyata ( mungkin terjadi juga ma kamu ). Begini ceritanya, sebut saja namanya Adit. Setiap hari dia harus bangun sekitar pk. 05.00, dan berangkat pk. 06.00 dari rumahnya yang lumayan jauh dari sekolah, kemudian dari pk. 07.00 – 14.30 dia harus belajar di sekolah dengan setiap guru yang pasti menuntut dia untuk dapat mengerjakan semua soal-soal, dan dia pun harus mempersiapkan ulangan yang ada dengan baik, serta tugas-tugas yang diberikan guru juga harus diselesaikan. Sehabis pulang dari sekolah, kira-kira pk. 15.30 dia harus cepat-cepat ganti baju karena orang tuanya telah mengingatkan agar dia pergi untuk les tambahan pada pk. 16.30 – 18.00. Kemudian Adit kembali ke rumah, makan malam, dan berbaring sebentar, tapi tiba-tiba ia ingat bahwa besok ada 2 ulangan yang harus dia persiapkan, dan waktu dia lihat jam di dinding telah menunjukkan pk. 20.00, dia buka bukunya, tak lama pk. 23.00 sudah. Belajar, belajar, dan belajar itulah bagaimana Adit harus menjalani hari-harinya, dan dia kelelahan, dia bosan, dan akhirnya belajar adalah kata yang membuat dia lelah sebelum melangkah.

Teman-teman pelajar yang terkasih, andaikan kita yang ada dalam posisi Adit, kita juga pasti akan mengalami satu kelelahan fisik, yang pada akhirnya menjalar pada kelelahan mental, dan bukan mustahil itu awal dari kelelahan hidup kita. Hal inilah yang sebenarnya oleh Pengkhotbah 12 : 12 dikatakan bahwa “ Banyak Belajar Melelahkan Badan,” karena tidak ada dasar yang benar dan tujuan yang jelas. Kemudian masalahnya adalah hal ini tidak dapat kita hindarkan, terlebih lagi pada masa sekarang, tanpa belajar, kita tak akan mampu mengejar kemajuan zaman, dan jika kita ketinggalan maka kita akan lebih menderita lagi. Di bawah ini ada beberapa tips praktis yang dapat dipraktekkan oleh setiap pelajar, agar belajar tak lagi melelahkan dan membosankan.

»      Sebelum berangkat ke sekolah, berdoalah dan minta Tuhan memperlihatkan betapa besar anugerah dan kasih Tuhan bagimu, serta memberikan kekuatan dan kesehatan. 

»      Saat berangkat pagi hari ke sekolah, cobalah hirup udara pagi sepuasnya, dan lihat sekeliling kita, bukankah udara pagi ternyata sangat menyegarkan, dan coba kita pandang awan di langit, luas, bersih dan cerah. Ucapkan syukur pada Tuhan untuk hari baru yang telah Tuhan berikan dan awali hari dengan senyuman. Karena tidak semua orang di pagi hari dapat menikmati udara dan melihat alam ini, makanya kamu sangat beruntung dan diberkati, bersyukur deh…

»      Sesampainya di sekolah, coba kita mulai menghitung ada berapa orang kawan kita di sana yang mengerti benar siapa kita, dan bahkan mereka adalah orang-orang yang siap membantu kita. Berbagilah canda tawa dan sukacita dengan setiap mereka. Karena ada berapa banyak orang yang merasa kesepian dan tidak punya 1 orang kawan pun di dunia ini untuk berbagi, maka jaga baik-baik persahabatan di sekolah dan kita harus saling memperhatikan…

»      Saat pelajaran pertama dimulai, sapalah para guru dengan hormat dan ramah. Perhatikan baik-baik apa yang dijelaskan, bila tidak mengerti beranikan diri untuk bertanya. Catat hal-hal yang penting, dan baca kembali agar lebih mengerti. Ingat, berapa besar uang yang harus kamu keluarkan untuk sekolah ! Kalau kamu pintar kamu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Temukan 1 hal baru yang sangat menarik hari ini, dan bila telah tiba di rumah nanti coba kamu ceritakan kembali pada orang tuamu. 

»      Pada waktu istirahat, berkumpullah dengan sahabat-sahabatmu, menikmati makanan dan minuman, bila memungkinkan cari 1 kenalan baru setiap minggunya, agar kamu juga lebih luas lagi dalam pergaulan dan ga kuper…

»      Jika waktu pulang telah tiba, hembuskan nafas lega karena pelajaran hari itu telah selesai, jangan lupa 1 hal baru yang akan kamu ceritakan pada ortu, 1 kenalan barumu, dan juga canda tawa yang kamu lewati bersama sahabat-sahabatmu.

»      Kemudian jalani les tambahan dan segala aktivitas belajarmu di rumah dengan sukacita. Cobalah membuat daftar keberhasilan bagi dirimu, dan berikan penghargaan bagi prestasimu.

Contoh :

HARI

WAKTU

PRESTASI

POIN

TOTAL POIN

Senin

6 April 09

Pk. 09.30 Nilai Ulangan Matematika 90 1 1
Selasa

7 April 09

Pk. 18.40 Membantu ortu di rumah 1 2

Buat tabel ini untuk kehidupanmu 1 bulan, kemudian jika targetkan jika dalam 1 bulan poinmu lebih dari 30, maka beri hadiah bagi dirimu, dengan membeli CD, makan makanan enak, nonton film kesukaanmu bersama teman-teman, atau bisa juga kamu ajak orang tuamu ikut dalam permainan ini, dan minta mereka yang memberikan hadiah untukmu. Bagaimana ?? Hidupmu pasti akan lebih bermakna bukan ?? Selamat mencoba…

»      Nah, yang terakhir bayangkan betapa bangganya kita jika kita pintar, dan dapat membantu teman yang lain, juga jika kita menjadi juara, alangkah bangganya kita saat diumumkan di sekolah. Nikmati belajar kalian sebagai waktu untuk memaknai hidup lebih dari biasanya.

* ( lanjutkan membaca hanya jika anda setuju pada uraian saya di atas )

  • BELAJAR ‘ga BERGUNA ( KOL 3 : 23 )

Kalau mau dikumpulkan dari pooling suara terbanyak, belajar pada zaman sekarang ini ga ada gunanya. Banyak anak yang berkomentar “Buat apa belajar matematika, kalau dagang hanya butuh kalkulator“, “Buat apa belajar sejarah, toh Indonesia sudah banyak berubah, pahlawan yang sudah mati ga perlu diingat-ingat lagi”, “Buat apa belajar agama, itu urusan para pendeta dan orang-orang tua” dll.. Mungkin anda yang sedang membaca tulisan ini pun menyetujui pendapat-pendapat di atas. Karena itu belajar zaman sekarang ini sebenarnya hanyalah formalitas saja, untuk dapat ijazah, agar dapat mencari pekerjaan. NO ! NO ! NO ! Mohon dengan sangat jika kita telah membaca tulisan ini maka pandangan kita tidak dapat lagi seperti di atas. Walau bagaimana pun kehidupan kita ini adalah satu proses kehidupan yang harus terus berjalan dan maju ke depan. Tidak ada satu pun aktivitas belajar yang tidak ada gunanya. Hanya bagaimana kita menyadari akan apa yang kita lakukan itulah yang akan membawa kita menyadari bahwa sebenarnya kita akan berguna jika kita telah belajar. Baca hal-hal di bawah ini :

  • Manusia akan dapat berguna jika dia dapat melakukan sesuatu, atau jika manusia itu memiliki sesuatu. Orang dapat berjalan saja harus belajar, apalagi orang pintar untuk menjadi pimpinan. Bayangkan dari profesi paling rendah sampai profesi paling tinggi, semuanya membutuhkan apa yang disebut belajar. Bayi dari lahir belajar bicara, belajar berjalan, belajar cara makan, dll., semuanya itu melalui proses belajar.
  • Melewati belajar di bangku sekolah pun bukannya percuma dan tak berguna, karena melalui setiap mata pelajaran yang diajarkan maka akan ada kaitannya dengan kehidupan dan keberadaan kita di dunia ini. Dari matematika kita kenal angka, kita dapat belanja, dan belajar waktu. Dari sejarah kita dapat mengetahui bagaimana sebenarnya Indonesia dari dulu, dan seharusnya kehidupan kita sekarang makin baik dengan belajar dari pengalaman yang telah lalu. Karena itu setiap kali belajar coba kaitkan itu dengan sesuatu yang dapat memajukan hidupmu.
  • Belajar tidak hanya sekedar mata pelajaran yang ada di sekolah, tetapi juga belajar hidup. Nilai-nilai kesopanan, tata krama, kerohanian, dan banyak hal yang akan kita dapatkan dari kita belajar di sekolah maupun di rumah. Terkadang kita tidak menyadari bahwa kehidupan kita ini adalah hasil dari kita mencontoh lingkungan kita, entah itu teman, ortu, tokoh idola, atau siapapun tapi kita sedang belajar hidup seperti orang lain tersebut. Karena itu tidak ada belajar yang tidak berguna.
  • Terakhir bahwa agar menjadi berguna kita harus melakukannya untuk kemuliaan Tuhan. Dalam Kolose 3 : 23 mengatakan “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Karena jika kita melakukan untuk manusia maka kita akan kecewa, tapi kalau kita tahu bagaimana kehidupan kita telah ditopang oleh Tuhan, maka kita akan melakukan yang terbaik bagi Tuhan kita. Itu pun salah satu gunanya belajar, yaitu untuk memuliakan nama Tuhan kita.

* ( Ini adalah bagian terakhir, harap anda bersabar )

  • BELAJAR dengan BENAR ( Matius 11 : 29 )

Sekarang bahasan yang terakhir adalah bagaimana kita dapat belajar dengan benar. Banyak sekali metode belajar yang ditawarkan di dunia ini. Secara pribadi, kelompok, dalam kelas, pada guru yang paling pintar, pada guru yang paling tua, di sekolah yang paling mahal, di sekolah yang paling favorit, dan masih banyak lagi bagaimana belajar ini ditawarkan dengan berbagai macam alasan dan teori yang ada. Tetapi ada satu hal yang paling penting, yaitu belajarlah pada yang sempurna. Karena dalam yang sempurna tidak ada kesalahan, tidak ada cacat cela, dan tidak ada kekecewaan. Dalam dunia yang penuh dengan dosa, dan cacat cela, tipu daya, dan keserakahan, dimana lagi kita dapat menemukan kesempurnaan. Sekolah yang termahal dan terkenal sekalipun tidak sesempurna yang kita lihat, karena ada biaya tinggi yang kadang tidak memungkinkan semua orang menikmati fasilitasnya. Guru yang paling ahli dan pintar di dalam berteori, kadang ada yang tidak dapat menguraikan dengan tepat dan sederhana untuk dimengerti para pelajar. Bingung bukan ?!

Hari ini seharusnya anda mencari seorang guru yang sempurna, yang akhirnya dapat membawa anda mendekati kesempurnaan, yaitu Yesus. Yesus adalah satu-satunya manusia sempurna yang pernah ada di dunia, tanpa noda, tanpa cacat cela, taat, dan setia, dan Dia selalu ada untuk kita, kapan pun waktunya. Tidak ada kehidupan yang lebih sempurna dibandingkan dengan Yesus, yang hidup dan mati-Nya bahkan hanya dijalani untuk menebus setiap kesalahan kita. Kalau memang ada teladan yang begitu sempurna seperti Dia, apakah kita masih mencari yang lainnya. Perintah-Nya juga adalah bahwa sebagai ciptaan-Nya, tugas kita adalah meneladani guru kita, dalam hal ini hanya Yesus yang paling sempurna.

Saat kita belajar, sebenarnya kita juga sedang berjuang. Agar dapat melakukan tanggung jawab kita selama Tuhan memberikan hidup dalam dunia ini. Karena itu jika hari ini memang kita adalah pelajar, maka mari kita melaksanakan tanggung jawab kita dengan belajar sungguh-sungguh sehingga nanti kita dapat mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan kita. Bagi manusia, Tuhan percayakan akal budi, hikmat, kepintaran, dan kerajinan. Semua itu haruslah kita asah terus, kita tumbuh kembangkan agar dapat dipakai untuk kemuliaan Tuhan dalam dunia ini.

Sekarang setelah membaca semuanya ini, maka saya berharap bahwa setiap kita tidak hanya terus belajar, belajar, dan belajar yang akhirnya hanya akan melelahkan badan kita, dan membuat hidup kita menjadi tak berguna, tetapi saatnya sekarang ini kita belajar bagaimana agar hidup kita sungguh dapat bermakna dan waktu yang kita miliki, yang terbatas ini tidak berlalu begitu saja. Pelajar di seluruh dunia, kenapa saya katakan bahwa bacaan ini berbahaya bagi para pengajar, karena faktanya, jika setiap pelajar menyadari tanggung jawabnya untuk belajar, dan akhirnya menjadi pintar, maka apa gunanya seorang pengajar ? Pengajar haruslah lebih pintar dan lebih tegar dari pada yang diajar, tetapi jika suatu hari semua pelajar sudah tidak butuh lagi pengajar karena telah lengkap belajar, maka apa kabar dengan pengajar ?  Hari ini di berbagai daerah dan tempat ternyata masih sangat membutuhkan pengajar untuk mengajar, karena ada begitu banyak pelajar yang tidak mampu sendirian belajar. Kerinduan untuk belajar bahkan masih sangat besar, motivasi belajar masih terpancar, kurangnya sarana tidak membuat semangat mereka memudar, selama mereka masih dapat belajar.

Halooo…..Pelajar, bagaimana dengan dirimu hari ini ? Masih adakah semangat untuk belajar ? Belajarlah bahwa waktu yang kita miliki ini tidak akan pernah terulang kembali, karena itu belajarlah selagi masih ada kesempatan untuk kita belajar. Kalau anda mengatakan bahwa anda tidak suka belajar, tapi anda telah membaca tulisan saya sampai akhir, anda pembohong besar, karena dari awal anda membaca, sebenarnya anda pun sedang belajar pada saya.

Terima kasih untuk perhatian dan waktunya, sampai jumpa dengan tulisan saya berikutnya, semoga semua yang telah anda baca sungguh membawa berkat, dan mencerahkan hidup anda. Terima kasih karena anda telah menjadi pelajar, tanpa anda maka generasi bangsa tidak akan pernah berkesinambungan. Teruslah belajar dan bawalah pembaharuan, semoga Tuhan memberkati dan memberikan kekuatan bagi setiap kita.

“ Dari pada anda tidak belajar,

akhirnya anda dihajar,

lebih baik anda tetap belajar,

mungkin itu terasa sukar,

tapi tidak dapat kita ingkar,

mungkin suatu hari anda menjadi pengajar,

jangan sampai murid anda bubar,

karena hari ini anda tidak belajar,

setiap orang punya sinar,

yang harusnya dapat terpancar,

termasuk kamu hai kaum pelajar…..”

Salam kasih dan sayang,

Ev. Irene Widiakusuma

Friends,kadang kita merasa belajar itu adalah suatu beban,tul ga? Tapi bagaimanapun juga, kita ini adalah pelajar. Dan tugasnya pelajar itu tentu aja belajar kan.. jadi kita harus tetap berusaha biar nilai-nilai kita bagus dan ngga dimarahin lagi gara-gara nilai kita jelek. Di bawah ini ada beberapa tips untuk belajar dalam mempersiapkan ujian atau ulangan. Moga-moga setelah baca tips ini, teman-teman jadi semangat belajar and ngga putus asa, okayy.. 

  • Pertama-tama, berkomitmenlah terlebih dahulu untuk menyiapkan waktu khusus belajar. Jika terasa sulit, coba sediakan suatu ”hadiah/reward” yang teman-teman pilih untuk diri teman-teman sendiri jika teman-teman belajar, mungkin hal itu bisa membantu.
  • Persiapkan bahan-bahan yang akan dipelajari.
  • Berdoa sebelum dan sesudah belajar.
  • Singkirkan semua benda yang bisa mengganggu perhatian waktu belajar (misalnya, bagi yang suka sms bisa mematikan handphone dulu, atau yang suka menonton bisa mematikan televisi atau belajar di ruang lain, dll).
  • Mulailah untuk belajar. Metode untuk belajar sendiri bisa bermacam-macam, tergantung dari kebiasaan masing-masing, beberapa yang bisa penulis angkat antara lain:

a)    Mulailah membaca secara sekilas dan cepat (skimming) semua bahan pelajaran yang akan diujikan.

b)    Setelah selesai, kembali mulai pelajari dari awal bahan-bahan tersebut dengan perlahan dan dengan mencatat poin-poin penting dari bab yang dipelajari tersebut di suatu kertas. Kemudian bisa dihapal jika dirasa perlu.

c)    Setelah selesai, kerjakan soal-soal latihan.

  • Selama belajar, teman-teman bisa mendengarkan lagu/musik, atau sambil memakan snack ringan (harap diperhatikan jika terlalu kenyang juga akan membuat teman-teman cepat mengantuk), jika memang bisa membantu dalam belajar, namun hal ini tidak berlaku bagi setiap orang, namun bisa dicoba.
  • Kadang menggunakan timer/alarm bisa membantu teman-teman dalam belajar dan berkomitmen untuk menjalaninya dengan baik (misalnya teman-teman memasang waktu 1 jam untuk belajar, maka sebelum alarm jam berbunyi, maka teman-teman harus serius belajar) atau jika memang terasa sulit untuk menjalaninya, teman-teman bisa minta bantuan orang tua untuk mengawasi waktu belajar teman-teman.
  • Waktu efektif belajar tiap-tiap orang berbeda, namun yang cukup baik adalah sekitar 1-1,5 jam kemudian diselingi istirahat sejenak, dan kemudian bisa dilanjutkan lagi.
  • Posisi dan lokasi selama belajar juga bisa diperhatikan, usahakan belajar di tempat terang, dan tidak di tempat tidur, karena biasanya yang ada kemudian akan terasa mengantuk. Usahakan belajar di tempat yang memungkinkan teman-teman bisa berkonsentrasi.
  • Usahakan teman-teman cukup beristirahat tidur sebelum ujian.
  • Jika saat belajar tiba-tiba diserang oleh rasa kantuk, mencuci muka dengan air segar bisa cukup membantu. Meminum kopi/minuman berkafein tidak selalu membantu, karena walaupun kopi/kafein dapat mencegah kantuk, namun kopi/kafein tidak membantu otak untuk bisa lebih berkonsentrasi dalam belajar, justru yang mungkin terjadi adalah teman-teman akan tidak merasa mengantuk, namun sulit berkonsentrasi untuk belajar.
  • Jika sempat, sebelum ujian berlangsung, teman-teman bisa membaca ulang catatan singkat (poin-poin penting) yang dibuat saat belajar sebelumnya, atau berdiskusi singkat dengan teman-teman lain mengenai bahan ujian.
  • Belajar kelompok juga bisa membantu, namun hal ini akan memberi hasil jika setidaknya teman-teman sudah mempelajari terlebih dahulu bahan untuk diujikan.
  • Koleksi soal-soal ujian dari tahun sebelumnya kadang bisa membantu untuk dipergunakan sebagai bahan latihan. Terkadang ada juga guru yang baik dan memberikan kisi-kisi bahan yang akan diujikan, tapi jangan terlalu berpatokan kepada hal ini.
  • Saat menjalani ujian, tenangkan diri teman-teman dan jangan lupa berdoa sebelum dan sesudah ujian. Kerjakan soal-soal yang mudah terlebih dahulu, dan pergunakan waktu ujian yang ada dengan baik.

Semoga beberapa tips ini bisa berguna bagi teman-teman dalam menghadapi ujian or ulangan. Ngga semua tips ini harus dilakukan, masing-masing orang bisa memiliki cara yang berbeda-beda, tapi bagi yang merasa terbantu dengan adanya tips ini silahkan bagikan pengalamannya kepada redaksi buletin, kami akan senang untuk mendengarnya dari teman-teman  (pp)